
Lily menyetop taksi, kebetulan sekali saat baru keluar dari area kantor ia mendapati taksi yang kosong. Setelah menyebutkan alamat yang di tuju Lily menyandarkan dirinya dengan nyaman, lalu menyalakan hpnya.
Jalanan sangat padat hingga membuat taksi yang membawa Lily bergerak perlahan. Lily menyesal karena tidak bawa motor tadi. Akhir-akhir ini badannya sangat lelah, apalagi di tambah dengan masalahnya dengan Bima. Tidak cukup tidur, dan tidak selera makan. Bahkan sudah beberapa hari ia melewatkan makan siang karena tidak berselera. Ahh Lily ingin segera merebahkan diri sekarang!
Lili memicingkan mata saat melihat seseorang yang dia kenal. Mobil itu, dan orang yang baru saja keluar dari sana. Di depan toko bunga.
Lily merasa bingung sendiri.
"Pak tolong berhenti sebentar!" taksi pun berhenti ke tepi. Lily membalikan badan melihat ke arah belakang. Beruntung kaca belakang taksi sedikit gelap, mudah-mudahan saja dia tidak melihat Lily yang sedang memata-matainya.
Kembali dengan sebuket bunga cantik di tangannya, dengan senyuman manis yang selalu Lily suka. Dia masuk ke dalam mobil, lalu mobil itu melaju meninggalkan toko bunga.
__ADS_1
"Pak, tolong ikutin mobil hitam di depan yang baru lewat! Jangan sampai ketinggalan ya, pak!" seru Lily, sopir taksi mengangguk patuh.
Fikiran Lily terus berputar, kenapa dia bisa ada disini? Bukankah seharusnya...
Mobil yang membawa Lily terus berjalan, sedikit agak jauh dari yang di perkirakan Lily, lalu masuk ke sebuah tempat yang membuat Lily tercengang.
"Kok kesini?" Lirih Lily, lalu segera mendapatkan kesadarannya saat orang itu keluar dari dalam mobil.
Lily keluar dari dalam mobil dan sedikit tergesa masuk ke dalam tanpa menghiraukan panggilan sopir taksi yang ingin memberikan kembalian.
Lily terus mengikuti orang tadi berjalan lebih jauh lagi ke dalam, hingga akhirnya dia berhenti di depan sebuah ruangan.
__ADS_1
Loh kok? Lily menatap sebuah tulisan yang membuatnya mengernyitkan dahi. Perasaannya campur aduk setelah melihat tulisan itu, dan seketika bayangan demi bayangan datang lewat di fikirannya.
Lily berjalan perlahan. Semakin penasaran. Mudah-mudahan yang ada dalam fikirannya salah! Hingga tibalah dia di depan ruangan tempat orang tadi masuk.
Mata Lily berkaca-kaca, dadanya terasa sesak saat melihat seseorang dari balik kaca. Ia mencoba menahan laju dadanya yang tidak karuan. Apa ini alasannya?
Seorang wanita setengah terbaring dengan selang oksigen dan infus di tangannya. Tersenyum senang menatap pada sebuket bunga mawar merah yang ada di pangkuannya.
Lily tidak bisa lagi menahan perasaannya. Dia menyeruak masuk ke dalam membuat orang yang berada di dalam sana menoleh ke arah pintu yang terbuka lalu sama-sama terkejut. Saling menatap dengan pandangan kosong.
Nafas Lily tercekat, rasanya sangat sesak sekali melihat dia terbaring di ranjang pesakitan.
__ADS_1
"Lily?" setelah beberapa detik wanita itu baru bisa mendapatkan kesadarannya.
"Kamu kenapa disini?" suaranya lirih di tengah keterkejutannya, membuat dada Lily semakin merasa sesak. Matanya yang sedari tadi berkabut kini sudah banjir dengan air mata. Lily menggeleng tidak percaya. Perlahan dia mendekat ke arah mereka. Wanita itu mengulurkan tangannya meminta Lily menyambutnya. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya yang semakin tirus.