
Bima dan Lily sedang berbaring bersama setelah mereka baru saja selesai dengan dua koper yang akan di bawa besok. Mereka tidur dengan posisi saling berhadapan.
"Mas."
"Hem?"
"Aku lupa mau tanya ini dari lama."
"Apa?"
"Aku inget waktu pergi ke Surabaya karena mau cari kamu. Tapi kenapa jadi di Jakarta, dulu bilangnya ke Surabaya kan?"
"Iya kami memang pindah ke Surabaya, tapi hanya sekitar dua tahun. Lalu saat kakek meninggal papa memutuskan untuk menetap di Jakarta. Bisnis kakek tidak ada yang pegang. Semenjak itu papa sibuk memperlebar bisnisnya sampai papa tidak bisa berkunjung ke Jogja."
"Kamu tahu. Selama aku jauh dari kamu fikiran aku terus tertuju sama kamu. Bahkan seperti kamu gak bolehin aku pacaran sama orang lain! Setiap aku coba buat deketin orang lain, wajah kamu merengut marah."
"Waktu kuliah aku cari kamu ke Jogja, tapi mereka bilang kamu pindah ke Bandung setelah orangtua kamu meninggal."
Lily membenarkan dan bercerita bagaimana dia bisa ikut dengan mama Puspa dulu. Bima manggut-manggut. Perjalanan hidup Lily ternyata sangat membingungkan. Dan dia juga baru tahu cerita tentang Adit. Rumit!
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam. Tapi dua insan itu masih terjaga dan mengobrol hingga akhirnya mata Lily terpejam.
"Akh, kalau saja gak inget Paris aku makan kamu malam ini!" ucap Bima gemas sambil mengelus pipi Lily.
"Aku dengar, mas! Tidur sekarang kalau mau cepet buka puasa! Aku gak mau telat dan ketinggalan pesawat besok. Yang berarti buka puasanya juga akan jadi lebih lama!" ucap Lily tanpa membuka matanya. Bima tersenyum lalu mendekatkan bibinya ke kening Lily.
"Good night, my wifey!"
Lily membuka matanya.
"Good night too, my lovely husband!"
__ADS_1
Hanya seperti itupun sudah membuat Bima dan Lily sangat bahagia.
***
Setelah melalui perjalanan panjang hampir dua puluh jam lamanya, akhirnya Bima dan Lily sudah sampai di Paris dan saat ini mereka sedang menuju hotel tempat mereka akan menginap.
Bima mengusap lengannya bekas tancapan kuku Lily. Masih sama seperti saat dulu ke Bali. Lily takut saat pesawat akan take off dan saat akan landing.
"Masih sakit ya, mas?"
"Enggak, cuma perih!"
"Maaf ya." ucap Lily,melihat bekas tancapan kuku yang dalam dan sedikit membuat darah keluar dari kulit Bima.
"Aku masih takut!" Lily tersenyum malu. Padahal ini kedua kalinya dia naik pesawat.
"Berarti kita harus sering bulan madu biar kamu gak takut naik pesawat lagi."
"Maksudnya?"
"Haa?? Perasaan papa cuma ngasih kita liburan ke Prancis aja kan?"
"Iya, tapi kalau kamu mau, kita bisa kesana dan perpanjang liburan bulan madu kita."
"Kamu mau buat aku sport jantung naik pesawat terus?" Lily melotot.
"Enggak! Bukan gitu sayang, kan biar kamu jadi terbiasa naik pesawat."
"Alasan!! Bilang saja kalau kamu mau seneng-seneng terus! Gak inget sepulang kita nanti, pekerjaan di kantor akan numpuk?"
"Yaah jangan ngomongin kerjaan dong, yang. Kita lagi liburan loh." protes Bima dengan bibir mengerucut.
__ADS_1
"Enggak! Pokoknya sudah liburan selesai gak ada ke Jepang, ke Korea, Singapura, atau ke Lombok! Kita pulang! Aku udah kangen Yumna!" ucap Lily sendu di akhir kalimatnya.
"Padahal baru sehari gak ketemu tapi udah kangen!" ucap Lily. Bima meraih Lily ke dalam pelukannya.
"Oke. Selesai dari sini kita pulang. Dan lanjut liburan keluarga kecil kita."
Tak betapa lama mereka telah sampai di hotel.
Shangri la hotel. Terletak tepat di seberang Sungai Seine, menghadap ke Menara Eiffel.
Lily menatap takjub kamar tempatnya akan menginap untuk seminggu ke depan. Satu kata. Mewah! Ah pasti lah mahal jika menginap satu malam saja disini.
"Kamu suka?
Lily mengangguk.
"Suka. Suka sekali."
Lily mengedarkan pandangannya, lalu tanpa sadar sudah berjalan dan mulai menjelajah di ruangan mewah itu.
Kamar dilengkapi ruang tamu, kamar mandi marmer elegan dengan bathtub dan shower, TV layar datar, dock iPod, dan kotak brangkas untuk laptop.
Bima memilih suite dengan Eiffel Tower view terbaik. Dia tidak ingin bulan madu yang hanya biasa saja. Bima ingin setiap bangun tidur Lily bisa melihat pemandangan menara Eiffel, tentunya setelah melihat wajahnya terlebih dahulu.
"Cantik mas, aku suka." ucap Lily saat melihat pemandangan di luar. Indah sekali.
Bima tersenyum sambil menarik Lily ke dalam pelukannya. Ahh sungguh ini adalah hal ter-romantis yang pernah Bima lakukan untuk Lily. Lily tersenyum senang dia melingkarkan tangannya ke pinggang Bima sambil melihat pemandangan menara Eiffel yang indah. Bima melabuhkan ciuman sayang di kepala Lily
"Sayang." panggil Bima.
__ADS_1
"Hemm?"
"Boleh aku buka puasa sekarang?"