Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 81


__ADS_3

Aku melongo di depan pintu karena di usir dari kamarku sendiri. Niatnya tadi mau mengambil bantal dan selimut, malah di usir jadinya.


Baru kali ini aku di usir dari kamarku sendiri. Bahkan Dena juga tidak pernah melakukan ini padaku. Dasar Lily! Awas kamu!!


Aku membuka pintu. Tidak bisa. Lily menguncinya dari dalam.


"Ly!" panggilku sambil mengetuk pintu.


"Mau apa?" teriaknya dari dalam.


"Mau tidur."


"Di luar!" teriaknya lagi.


"Iya, maksudku aku mau tidur di luar, tapi gak ada bantal sama selimut!" seruku lagi sambil sesekali menggedor pintu.


Tidak ada sahutan. Aku menggedor pintu lagi untuk ke sekian kalinya dan memanggil Lily. Ya ampun rasanya menyedihkan sekali.

__ADS_1


Ceklek. Pintu terbuka, aku tersenyum. Dua detik kemudian pintu kembali menutup setelah Lily memberikan selimut dan bantal dengan kasar ke tanganku. What the...


Aku menurunkan bibirku yang melengkung ke atas kembali menjadi datar. Lalu membalikan badan dan berjalan ke arah sofa.


Rasanya tidak nyaman tidur di tempat sempit seperti ini. Berkali-kali mengubah posisiku, tetap saja mataku tidak bisa terpejam. Jam sudah menunjukan hampir tengah malam. Mungkin dengan sedikit video di hp aku bisa terlelap, fikirku. Aku mengambil hpku dan mulai membuka youtube. Baru saja, mungkin sepuluh menit, aku menonton terdengar suara seseorang memanggil. Aku menoleh. Tapi tidak ada siapa-siapa di sekitarku. Keadaan juga gelap, karena aku tidak bisa tidur dengan lampu yang menyala.


Aku kembali fokus pada hpku.


Rasanya bulu kudukku meremang saat aku merasa ada yang meniup kakiku yang tidak terbungkus selimut. Aku kembali menoleh, tidak ada siapapun. Lalu membungkus kakiku memasukannya ke dalam selimut tebal yang tadi di berikan Lily.


"Siapa?" suaraku bergetar. Tidak ada sahutan.


Aku membungkus diriku dengan selimut, dan kembali menonton video di dalamnya. Dadaku berdetak tidak karuan. Rasanya menakutkan. Kenapa suasana jadi menyeramkan seperti ini? Apa karena kemarin tetangga di sekitar sini meninggal? Ya ampun, aku merasa dingin di sekitar leherku.


Glekk. Aku menelan ludah saat merasa ada yang memegang pundak ku dari luar selimut. Cengkeramannya kuat. Tubuhku kaku. Mataku juga tidak bisa berkedip. Bibirku tidak bisa bergerak, suaraku hilang entah kemana.


Kenapa ini?! Apa dia datang? Aku gak percaya hantu! Aku gak percaya hantu! Hantu gak ada. Ya tuhan tolong aku. Dena aku takut. Lily tolong datang kemari. Ya tuhan. Ya tuhan!!! Aku berteriak dalam hati, berharap ada seseorang yang akan datang dan menyalakan lampu agar hantu itu pergi dari sini. Keringat mulai membanjiri keningku. Badanku terasa dingin. Suara video dari hpku terasa samar lalu kemudian menghilang. Hpku mati! Ada apa ini? seperti adegan dari film yang aku tonton di laptopku beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Kurasa cengkeraman di bahuku mengendur, tapi aku masih bisa merasakan kalau rasanya tubuhku seperti ada yang menyentuh dengan lembut, dari bahu meyusuri punggung lalu berhenti di pinggangku. Aku mematung di pembaringanku di atas sofa. Aku tidak berani membuka selimutku. Terbayang bagaimana wajahnya yang menyeramkan jika aku membuka selimut ini dan tiba-tiba dia ada di hadapanku.


Satu menit. Dua menit. Aku menghitung dalam hatiku. Mungkin di tambah beberapa menit karena aku hanya menghitung dari satu sampai sepuluh berkali-kali. Mencoba menenangkan hatiku. Suasana di luar selimutku rasanya sudah aman. Tidak ada suara atau tiupan, atau cengkeraman lagi di pundak ku dan sentuhan gaib di tubuhku.


Satu, dua ,tiga.


Satu, dua ,tiga.


Aku terus menghitung dan merapalkan doa di dalam kepalaku. Nafasku masih memburu, takut.


Tidak lagi terjadi apa-apa. Aku menghela nafas lega. Ku coba menyalakan hpku, tidak bisa. Sial!


Aku memberanikan diri membuka selimutku dengan perlahan hingga hanya terlihat wajahku saja. Ku edarkan pandangaku ke depan tidak ada apa-apa. Mungkin ini hanya perasaanku saja.


Bodoh. Aku takut karena pemikiranku sendiri. Mana ada hantu di jaman sekarang kan?!


"BOOM!!!"

__ADS_1


__ADS_2