
Di kehamilan kali ini Lily merasa di direpotkan dengan mengidam yang lumayan parah menurutnya. Mulai dari mual, muntah, pusing, tidak mau makan, lemas dan sebagainya. Lily juga lebih sering stress, hingga ASInya tidak mau keluar. Terpaksa Syifa meminum susu formula sekarang.
Bima mengambil seorang pengasuh khusus untuk mengurus Syifa, sedangkan Yumna tetap bersama Santi.
Lily sedang berada di meja pantry. Memperhatikan Bima yang sedang memasak. Dapur sangat berantakan.
Lily menopang dagunya dengan kedua tangan. Bibirnya terus mengulas senyuman.
Kening Bima mengucur oleh keringat, demi permintaan sang istri dia akan berusaha membuat makanan lezat agar Lily mau makan.
Setelah hampir satu jam berkutat di dapur akhirnya makanan pun jadi. Udang saus Padang yang sangat menggugah selera. Dari penampilannya!
"Taraaaa!!!" Bima membawa sepiring masakan udang di tangannya lalu menyimpannya di depan Lily. Wangi!
Tidak sia-sia Bima meminta resep langsung dari chef ternama.
Apapun demi yayang Una. Bima.
Lily menarik piring tersebut. Bima duduk di seberang Lily. Bibirnya tak henti tersenyum melihat wajah bahagia sang istri.
Lily mulai menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutnya, mengunyah dan menelannya. Tapi sedetik kemudian dia menutup mulutnya dengan tangan dan lari ke kamar mandi dan memuntahkan makanan itu.
Bima ikut berlari di belakang Lily dan membantu memijit tengkuk Lily.
Bima merasa kasihan. Selalu saja seperti ini, saat ada makanan yang masuk ke dalam tenggrokannya Lily kembali muntah.
"Ahh..." Lily menarik nafas banyak-banyak. Dia terengah dan menyandarkan dirinya pada dinding.
__ADS_1
"Kenapa? Apa makanannya gak enak?" tanya Bima.
"Enak, mas. Tapi aku merasa mual saat makan."
"Ke dokter yuk." Ajak Bima. Lily menggeleng.
"Aku mau bolu talas mas."
"Hah?? Bolu talas Bogor itu?" Lily mengangguk cepat dengan senyum merekah.
"Ya, mas mau belikan?"
Ahh, Bima selalu tidak tahan jika Lily sudah mengeluarkan puppy eyes-nya.
"Oke!" ucap Bima lalu memapah Lily keluar dari kamar mandi.
"Sayang. Kamu yakin mau aku ke Bogor? Tapi nanti kamu keburu lap..."
"Kenapa? kamu gak mau?" Lily berujar dengan ketus. Lily berjalan dengan cepat mendahului Bima.
Bima menatap kepergian Lily. Akhir-akhir ini Lily sangat sensitif, suka memerintah dan tidak suka penolakan! Bima sampai bingung dengan sikap Lily. Bima mengejar Lily yang akan masuk ke dalam kamar.
"Yang bukannya gitu. Kalau nunggu aku ke pulang pergi ke Bogor pasti lama dan kamu keburu lapar!" ucap Bima. Lily berhenti tepat selangkah setelah masuk ke dalam kamar.
"Tapi aku mau! Terserah kalau tidak mau beliin aku gak mau makan!"
Brakkk!!
__ADS_1
Pintu tertutup.
Bima menghembuskan nafas dengan kasar. Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya, ampun. Ternyata gini ngadepin ngidamnya ibu hamil? Jadi bingung sendiri. Apa aku juga kayak gini waktu ngidam dulu?" Bima bicara pada diri sendiri.
Tok. Tok.
"Sayang? Bukain pintunya!" Bima mengetuk pintu beberapa kali.
"Oke aku akan cari yang kamu minta."
Ceklek. Suara kunci di putar dari dalam. Bima membuka pintu terlihat Lily yang baru saja duduk di tepi ranjang. Matanya sembab seperti habis menangis. Bima jadi merasa bersalah.
"Ya sudah aku berangkat dulu. Tapi kamu harus mau makan walau sedikit oke. Aku akan cari bolu talas. Dari Bogor kan?" Lily mengangguk. Bima mengambil dompet dan kunci mobilnya. Lalu mengecup kening Lily dengan sayang.
"Aku berangkat oke! Kalau ada apa-apa kamu bisa telfon Adit." ucap Bima, lalu mulai melangkah tapi terhenti karena Lily memegangi baju belakangnya.
"Apa? Ada yang kamu mau lagi selain bolu talas?"
"Aku mau...kamu!" lirih Lily lalu berdiri dan memeluk Bima. Lily melabuhkan kepalanya di ceruk leher Bima. Menghirup aroma tubuh Bima yang penuh keringat, tapi anehnya Lily suka!
Bima merasa panas karena pergerakan tangan Lily yang sudah menelusup ke dalam baju kaosnya dan memainkan tonjolan kecil di dadanya. Bima menahan diri. Tapi pertahanannya runtuh saat Lily mengalihkan tangannya kedalam celana trening milik Bima.
Lily berjongkok, dan...
Halu sendiri deh lah 🤭🤭🤭
__ADS_1
Bima tidak jadi pergi ke Bogor akibat di serang Lily habis-habisan di atas ranjang.