
Sudah tiga hari ini Santi selalu bertemu dengan Ridho, pengasuh Ameera belum juga kembali. Syifa dan Ameera terlihat sangat akrab bahkan mereka seperti saudara kembar, rambut mereka sama. Ikal.
Ridho dan Santi menunggu anak-anak mereka sampai pulang sekolah. Satu minggu ini memang masih pengenalan karakter dan belum memulai pelajaran. Ameera sudah kenal dengan beberapa anak di kelas, sedangkan Syifa dia masih takut dan hanya dekat dengan Ameera saja, walaupun dia juga tahu beberapa nama teman-temannya.
Lily dan si duo rusuh mendekat, ke arah Santi yang sedang duduk di bangku taman. Tadi Santi menelfon Lily karena mobil pak Naryo bocor di jalan dan tidak sempat menjemput. Setelah dari sekolah tk Lily melanjutkan ke sekolah Syifa.
Syifa yang sedang bermain bersama Ameera segera berlari saat tahu Lily datang.
"Mamaa!" teriak Syifa dan langsung di sambut peluk dan cium oleh Lily.
"Mama, ini teman Syifa. Ameera namanya!" seru Syifa memperkenalkan Ameera.
"Halo cantik." Lily mengelus pipi Ameera.
"Halo tante!" Ameera menjawab sapaan Lily. Duo rusuh mendekat dan bersungut wajahnya kesal.
"Mama lama!" celetuk Arkhan yang kini ada di belakang Lily.
"Sini kenalan dulu sama Ameera." ucap Lily. Arkhan melihat Ameera dari atas ke bawah, dengan tatapan mengejek. Ameera yang di perlakukan seperti itu melotot tidak suka.
"Gak mau!" ucap Arkhan berbeda dengan Azkhan yang mengulurkan tangannya pada Ameera, dan mau berkenalan.
"Lepasin tangan kalian!" Arkhan menarik ke bawah tangan adiknya hingga tautan tangan mereka terlepas.
"Apaan sih kamu! Jauh-jauh kalau gak suka!" teriak Ameera pada Arkhan. Lalu beralih pada Azkhan. "Main bareng yuk!" ajak Ameera yang di angguki Azkhan. Lalu mereka pergi meninggalkan Arkhan. Arkhan melotot tidak suka Ameera mengambil kedua adiknya.
Lily mendekat ke arah Santi yang berdiri dari duduknya.
"Mbak ini kenalin, Ridho teman saya." ucap Santi. Lily dan Ridho pun bersalaman. Lily pun duduk untuk Sekedar mengobrol sedikit, sambil menunggu anak-anak selesai bermain. Lily tersenyum melihat Ridho. Tatapannya pada Santi berbeda.
Ridho sebenarnya sudah tahu perihal perceraian Santi. Kemarin setelah bertemu dengan Santi, malamnya Ridho menelfon kedua orangtuanya. Dan Ridho terkejut saat mendengar kabar tentang Santi. Tapi Ridho tidak berani membahas lagi karena Ridho lihat Santi juga seperti enggan menceritakan masalah pribadinya.
Arkhan terlihat kesal dari tempatnya berdiri bisa melihat Azkhan dan Syifa tertawa senang bersama Ameera. Arkhan mendekat dan merebut ayunan yang sedang di naiki oleh Ameera.
Ameera kesal. Ameera bukanlah Syifa yang akan menangis jika di ganggu. Dia mendorong tubuh Arkhan keras. Arkhan yang tidak menyangka apa yang di lakukan Ameera, terjengkang ke belakang dan jatuh ke rerumputan hijau.
"Meera gak suka ya di ganggu!" ucap Ameera kesal. Arkhan melongo, baru kali ini ada gadis kecil yang melawannya. Azkhan datang membantu Arkhan berdiri.
Meski kembar dan berwajah sama tapi Ameera tahu perbedaan mereka. Azkhan lebih suka tersenyum dari pada kakaknya.
__ADS_1
Lily, Santi, dan Ridho memperhatikan anak-anak mereka dari kejauhan. Khawatir sebenarnya, tapi setelah tidak ada yang perlu di risau kan mereka kembali mengobrol.
Tak lama Yumna keluar dari kelasnya dan menemukan orang-orang yang sangat di sayanginya tengah mengobrol disana.
Syifa dan Ameera mendekat dan memeluk Yumna.
"Arkhan dan Azkhan juga ada?" tapi kedua kembar itu tak acuh dengan sang kakak yang menurut mereka menyebalkan!
Yumna mendekat ke arah Lily dan memberikan kecupan ringan di pipinya.
"Aku selesai ma. Udah bisa pulang sekarang." ucap Yumna. Lily bangkit dari duduknya.
"Oke. Kita pulang." ucap Lily.
"Santi. Kami mau langsung pulang, dan aku ada urusan mendesak nanti di luar setelah antar anak-anak. Kamu bisa kan pakai taksi dan tolong ke Dena's cake. Tolong ambilkan pesananku." ucap Lily.
Santi hanya bisa mengangguk patuh.
Lily dan keempat anaknya berlalu dari sana menuju ke mobil. Segera setelah Lily masuk, Lily mengeluarkan hpnya dan menghubungi seseorang.
"Hana, tolong siapkan beberapa kue seperti biasanya. Santi yang akan ambil sebentar lagi." ucap Lily. Lalu setelah mendengar jawaban dari bawahannya Lily menutup telfon. Bibirnya tersungging senyuman penuh arti. Kemudian Lily menyalakan mobilnya dan pergi dari sana.
Santi bangkit dari duduknya.
"Aku pamit pulang ya." Ucap Santi.
Ridho pun berdiri.
"Aku antar."
"Gak usah. Merepotkan." tolak Santi.
"Enggak kok. Mungkin Ameera juga ingin cake." akhirnya Santi pun mengangguk menerima tawaran Ridho.
Santi duduk di depan, Ameera duduk di belakang memainkan gadgetnya.
"Kenapa kamu gak bilang!" Ridho memulai percakapannya karena hampir sepuluh menit berkendara mereka hanya diam.
"Bilang apa?" tanya Santi bingung.
__ADS_1
"Kamu sama Wahyu..." Ridho menjeda kata-katanya. Santi yang mulai faham hanya meneruskan.
"Bukan jodoh mungkin!" ucap Santi enteng.
Tidak ada pembicaraan lagi, setelah itu keadaan menjadi canggung.
Setelah mengantar Santi ke toko kue Ridho juga mengantar Santi pulang ke rumah Lily.
"Makasih, anter aku pulang." ucap Santi. Ridho mengangguk.
"Ini rumah Syifa?" tanya Ameera dari kursi belakang.
"Iya sayang. Mau main dulu?" tanya Santi. Ameera berfikir sejenak.
"enggak ah. Ada Arkhan, nakal!" Ameera berseru lalu kembali kepada gadgetnya.
"Ameera, tidak boleh begitu sayang." Ridho memperingatkan. Ameera hanya acuh tidak mendengarkan ayahnya.
"Ya sudah. Ibu Santi pulang dulu ya. Cium dulu dong." pinta Santi. Ameera yang sudah akrab dengan Santi pun mendekat dan memberikan ciuman untuk Santi di pipi kanannya.
"Buat ibu..." lalu beralih ke pipi kiri sang papa. "...buat ayah." Ameera tersenyum dan mengeratkan pelukannya dari belakang hingga bahu kedua orang dewasa itu saling menempel, membuat hati keduanya ada rasa bergetar.
Santi turun dari dalam mobil dan melambaikan tangan pada Ameera yang di balas Ameera dari dalam mobil.
Mobil pun berjalan membaur kembali ke jalanan yang masih ramai kendaraan.
"Ameera senang sama ibu Santi." ucap Ameera tanpa mengalihkan pandangannya dari game di tangannya. Ridho menatap putrinya dari balik spion di depannya.
"Senang?"
"Iya ibu Santi baik. Kalau aja ibu Santi mau jadi mamanya Ameera." Ameera mulai berandai-andai.
Ridho tersenyum mendengar penuturan sang putri.
"Kalau Meera mau ibu Santi jadi mamanya Meera. Mau dong Meera bantuin ayah?" Ameera menatap pada ayahmya yang tersenyum di belakang kemudi.
"Bantuin apa?"
"Ada deh!" jawab Ridho yang membuat Ameera kesal.
__ADS_1