Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
extra part. Kebersamaan Syifa dan si kembar


__ADS_3

Arkhan dan Azkhan masih saja memperjuangkan cinta mereka. Bima tidak melarang keduanya dekat dengan gadis yang di sukai, dengan catatan mereka boleh berpacaran jika sudah kuliah nanti.


"Arkhan sama Ameera. Azkhan sama Ana. Aku sama siapa??!!!" Syifa berseru meratapi dirinya sendiri.


"Haha dasar jomblo!" cecar Arkhan, di sambut dengan tawa Azkhan.


"Kalian juga jomblo. Kan belum resmi!" Bima mengingatkan membuat si kembar tersenyum dengan sangat lebar hingga kedua matanya menyipit.


"Setidaknya kami kan punya calon pacar, persiapan buat semangat masa kuliah nanti!" ucap Azkhan.


Lily berdehem, karena acara menonton sinetronnya terganggu akibat pembicaraan suami dan anak-anaknya, apalagi saat adegan Andin meminum racun yang membuat air matanya meleleh dengan penuh emosi.


"Ih mama, nangisin sinetron bukannya nangisin anaknya yang jomblo!" cecar Syifa, tak terima mama nya lebih memperhatikan sinetron dari pada dirinya.


"Ssttt ih! Kalian ini kalau mau berisik jauh-jauh sana!" usir Lily semakin emosi. Syifa semakin merengut sedangkan ketiga pria di rumah itu pelan-pelan meninggalkan Lily. Karena mereka yakin sebentar lagi ratu di rumah ini, pasti akan mencak-mencak emosi karena terlalu menghayati sinetron kesukaannya.


Apalagi kalau Aldebaran sudah bucin pada Andin. Tak segan-segan Lily protes kenapa Bima tidak bisa seperti sosok Al di dalam sinetron itu.


Bima kesal jika sudah di bandingkan dengan Aldebaran. Apalagi kalau sudah membicarakan betapa tampannya Al. Membicarakan kalau Al itu sosok suami idaman para wanita.

__ADS_1


Apa aku harus jadi artis dulu biar istriku puji aku?! Bima mendelik ke arah istrinya yang masih asyik menatapi wajah pria lain di tv. mendengus sedikit tidak suka.


Bima memutuskan pergi ke kamarnya. Begitu pula dengan si kembar, mereka kembali ke kamar masing-masing. Keduanya memang punya kamar sendiri. Meski begitu mereka kerap kali tidur bersama, entah di kamar Arkhan atau Azkhan.


"Gimana hubungan elo sama Ameera?" tanta Azkhan.


"Ya masih begitu aja! Tapi lumayan lah ada perubahan, Ameera gak jutek lagi!" ucap Arkhan sambil memeluk bantal gulingnya. "Kalo elo sama Ana?"


Azkhan membalikan badannya menjadi tengkurap. "Gue di suruh ikutan Aikido sama bapaknya, dia bilang mau gimana mau lindungi Ana kalau gue gak bisa beladiri. Badan gue pegel semua!" keluh Azkhan.


"Serius?!" tanya Arkhan. Azkhan hanya mengangguk.


"Iya tapi badan gue sakit semua. Gue di suruh latihan dan juga lawan Ana. Tapi dia seksi. Hebat. Elo gak tahu gimana seksi nya Ana kalau lagi keluarin jurusnya!" Mata Azkhan menerawang jauh. Di dalam hatinya ia merindukan Ana.


"Dasar lo cewek kasar di bilang seksi!" cecar Arkhan.


"Ah elo juga, cewek jutek di bilang cantik!" bela Azkhan.


"Kalau itu beda lagi. Gue gak tahu kayaknya gue udah lama suka Ameera, tapi kenapa gue baru sadar sekarang?" Arkhan semakin erat memeluk bantal gulingnya.

__ADS_1


"Ah elo mah gede gengsi. Gue tahu itu dari dulu! Bilangnya aja benci. BENER BENER CINTA! hahaha..." Azkhan tergelak sedangkan Arkhan tidak peduli. Memang benar apa yang di katakan adiknya.


Ceklek.


Pintu terbuka menapilkan sosok Syifa yang masih cemberut. Syifa langsung berlari dan melemparkan dirinya ke atas kasur, Arkhan dan Azkhan menyingkir karena tidak ingin tertimpa tubuh minimalis kakaknya.


"Aaaakhhhh!!" syifa berteriak membuat kedua adiknya menutup telinga.


"Mama jahat!!" teriak Syifa.


"Napa sih kak, datang-datang teriak. Kuping gue sakit tau gak?!" bentak Arkhan.


"Iya nih dikira di hutan apa teriak-teriak." Azkhan menimpali.


Syifa duduk di antara kedua adiknya yang masih berbaring.


"Masa gue curhat, mama malah pelototin Aldebaran terus! Kan gue kesel....!!" seru Syifa dengan wajah di buat memelas.


"Sabar!" ucap keduanya lalu saling menatap dengan senyum yang patut di curigai. Seperti mengenang masa kecil, mereka pun sepakat untuk melayangkan bantal pada sang kakak. Syifa yang menerima serangan dadakan itu akhirnya melupakan kesedihan dan memulai perang bantal bersama kedua adiknya.

__ADS_1


__ADS_2