Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
extra part. Azkhan.


__ADS_3

Setelah berlari beberapa putaran. Azkhan dan Arkhan beristirahat sebentar. Sambil sesekali menggoda para gadis yang juga sedang berolah raga. Dasar! rasanya Bima gak kayak mereka deh! 🤔


"Gue cari minum dulu ya." Azkhan berdiri dan Arkhan sedang duduk di bangku taman.


"Gue mau air dingin ya!"


"Mana duitnya?" Azkhan menadahkan tangannya.


"Ya elah lo. Palingan enam rebu juga!" dengus Arkhan kesal.


"Gue lupa gak bawa dompet!" Azkhan menyengir ria, Arkhan kesal tapi di keluarkan juga uang dari saku celana pendeknya.


"Gak ada uang kecil apa?" tanya Azkhan yang menerima uang seratus ribu.


"Gak ada, udah cepetan sana gue haus!" usir Azkhan dengan menggerakkan tangannya, lalu menyender di bangku taman.


Azkhan segera berlari ke tenda penjual minuman dan memilih Pocary Sweat dan Aqua dingin lalu membayarnya. Setelah selesai dengan minumannya kini Azkhan beralih ke tempat gorengan.


Rasa lapar tidak membuat Azkhan peduli dengan lemak yang baru saja ia bakar.


Azkhan berjalan dengan santai sambil memilih gorengan di dalam plastik hingga ia tidak sadar dengan seseorang yang juga berjalan ke arahnya sambil memperhatikan hpnya. Alhasil keduanya bertabrakan dan membuat orang itu terjatuh.


"Awww!! Kalo jalan lihat-lihat do...!" ucapannya terhenti saat dia menatap siapa yang telah menabraknya.


"Kamu gak pa-pa?" tanya Arkhan mengulurkan tangan pada gadis yang di tabraknya. Gadis itu menerima uluran tangan Azkhan dan masih saja terpana. Hingga...


Krekkk!!!


Saat dia bangun dia tidak sadar jika menginjak kaca matanya yang terjatuh di tanah.


"Ahh!! kacamata ku!!!" gadis itu berseru sambil menatap kacamata yang diinjaknya. Tangannya menutupi mulutnya yang terbuka lebar.

__ADS_1


Azkhan membungkuk dan mengambil kacamata itu lalu menyerahkannya.


"Sorry!" ucap Azkhan.


Gadis itu mengambil kacamata miliknya dan memakainya, tapi kacamata itu patah tepat di tengah dan menjadi dua.


Seketika Azkhan teringat. Gadis ini yang pernah di tolak coklatnya waktu itu. Sekali lagi Azkhan memperhatikan dari atas sampai bawah. Benar! Azkhan tidak salah! Penampilannya sangat berbeda jika sedang di sekolah, dengan kacamata tebal dan rambut yang selalu di kepang di belakang, terlihat culun. Tapi sekarang, tanpa kacamata dan rambut hanya di kuncir kuda dia terlihat WOW!!! Apalagi dengan memakai setelan olahraga ketat.


"Kamu siapa?" tanya gadis itu.


Seketika Azkhan terkesiap mendengarnya.


"Apa kamu amnesia? Masa sih? Padahal kan yang cium tanah itu pantat kamu bukan kepala kamu? Kamu gak mungkin gegar otak kan? Kok bisa gak kenalin aku?" Azkhan tanpa sadar menyerocos, dan memegang kepala gadis itu, melihat apa mungkin ada yang terluka, membuat gadis itu kesal. Karena selain kacamata, celananya juga jadi kotor.


"Aku gak amnesia! Maksud aku kamu itu Arkhan atau Azkhan?" tanya nya lagi sembari menjauhkan tangan Azkhan dari kepalanya. Azkhan bisa bernafas dengan lega.


"Ohh, gue kira amnesia, hehe" Azkhan menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. "Coba kamu tebak. Gue bonusin gorengan nih!" tunjuk Azkhan pada gadis itu.


"Tuh disana." Tunjuk Azkhan pada Arkhan yang kini duduk berdua dengan Ameera.


Gadis itu memakai kedua bagian kacamatanya dan melihat ke arah yang di tunjuk Azkhan. Azkhan tertawa geli melihat gadis di depannya ini dengan kacamata patahnya.


"Owh..."


"Bisa bedain gak? Lumayan loh, gorengan!" ucap Azkhan dengan memakan gorengan tempe di tangannya.


"Percuma dong olahraga kalau di isi makanan berlemak!" ketus gadis itu.


Azkhan mendekatkan dirinya pada gadis itu hingga bibirnya di dekat telinga.


"Yang penting kenyang!" bisik Arkhan membuat gadis itu terpaku di tempatnya karena nafas hangat Azkhan berhembus di telinganya.

__ADS_1


"Ya udah, see you again besok di sekolah. Gue harap elo bisa bedain kita biar gak salah ngasih cokelat. Maaf gue gak bisa gantiin kacamata elo sekarang soalnya gue gak bawa duit!" jujur Azkhan lalu menjauh dari gadis itu, sambil melambaikan tangan.


"Kacamata gue..." ratap gadis itu meratapi nasib kacamatanya.


"Lama banget sih lo!" cecar Arkhan saat Azkhan mendekat. Azkhan memberikan air mineral pada Arkhan. Lalu bersandar pada sandaran kursi.


"Sory gue..."


"Elo napa ngasih ini ke gue?" Arkhan protes dan mengangkat botol minumannya yang hanya berisi air putih.


"Loh katanya haus pengen yang dingin!" jawab Azkhan.


"Iya tapi enggak air putih juga kali!" sungut Arkhan.


"Ya elah, yang penting sama-sama minum, dan dingin!" ucap Azkhan cuek lalu menyerahkan gorengan pada Ameera.


"Dasar, giliran punya elo aja minuman enak, pake jajan lagi! Mana pake duit gue..." sungut Arkhan sambil memilih gorengan yang ada di pangkuan Ameera.


"Kalau makan juga, gak usah ngedumel!" Azkhan memukul belakang kepala kakaknya. Arkhan menatap adiknya sambil melotot.


"Udah deh kalian ini. Berisik amat!" ucap Ameera menengahi keduanya, lalu dengan santai memakan gorengan tempe yang hanya tinggal satu. Yang tadi sempat di pegang oleh Arkhan.


"Tempe gue!" ratap Arkhan menatap makanan kesukaannya.


Tak lama Syifa sampai.


"Minggir!" Dia mendorong tubuh Arkhan hingga tangannya menempel dengan tangan Ameera. "Gue...hah...hahh...sesek nafas...capek!" Syifa masih mengatur nafasnya. Menyandarkan punggung dan kepalanya pada bangku. Dia tidak sadar jika perbuatannya membuat dua orang yang lain merasa sesak nafas juga.


Yang Syifa tahu dirinya hanya lelah, karena Ameera membuatnya berlari satu putaran penuh di taman yang luas ini.


"Tahu gitu tadi... gue gak kejar tuh... baso bakar...sama...cilok!" sesal Syifa yang menyebut dua nama makanan favoritnya. Nafasnya masih tersengal. Matanya ia pejamkan merasakan sakit linu pada kakinya.

__ADS_1


__ADS_2