
Bima menahan tawa. Sedari rumah tadi Lily cemberut dan marah.
"Sayang ini suaminya." Lily menatap Bima tidak mengerti. "Maaf selama ini aku gak jujur sama kamu. Aku..."
"Kamu mau nikah sama orang yang masih punya suami? Eling mas. Jangan sampai bikin rumah tangga orang hancur gara-gara kamu!" cecar Lily. Nafasnya memburu.
"Eh bukan sayang..."
"Bukan, mbak Lily. Mbak Lily salah faham! Saya ini pengacara yang sedang mendalami kasus pembunuhan orang tua mbak Lily." ucap Gita merasa bingung.
"Dan ini suami saya, dia polisi. Kasus ini ada di bawah tanggung jawabnya." Lily menatap ketiga orang lain nya bergantian. Bingung dan terkejut.
"Maaf sayang, selama ini aku minta seseorang untuk menyelidiki kasus orangtua kamu. Meskipun susah karena ini adalah kasus lama dan sempat di tutup. Aku minta kasus ini di usut kembali. Dan ini adalah salah satu temanku, yang selama ini bekerja keras dalam menyelesaikan kasus ini."
Dirga dan Gita tersenyum. Lily tersenyum malu karena salah faham nya.
Lily menatap Bima dengan kesal lalu satu cubitan keras mendarat di paha Bima hingga Bima mengaduh kesakitan.
"Sakit yang!" ucap Bima sambil mengelus pahanya. Gita dan Dirga menahan tawa tidak menyangka Bima dengan penuh wibawa bisa terlihat menggemaskan di dekat istrinya.
__ADS_1
"Kamu juga kenapa gak jujur dari tadi huhh?!" Bima hanya menyengir ria.
"Kamu gak takut gitu. Di depan kita ada pak polisi loh. Nanti di tangkap dan di jatuhi pasal kdrt terhadap suami!" ucap Bima.
"Mending aku di tangkap aja. Lumayan bisa tidur nyenyak tiap malam! Gak ada yang ganggu!" ucap Lily cuek.
"Jangan dong yang gak ada bantal guling anget. Aku gak bisa tidur nanti." Bisik Bima. Lily menyodok perut Bima karena Gita dan Dirga terlihat mesam mesem mendengar pembicaraan mereka.
"Maaf Mbak Gita. Saya gak tahu. Mas Bima nih yang gak bilang sebelumnya. Malah bikin saya curiga dan akhirnya salah faham.
"Gak pa-pa, mbak."
Mata Lily berkaca-kaca, mendengarkan semua yang di bicarakan keduanya. Bima mengelus pundak Lily ikut merasakan kesedihan istrinya.
Ternyata yang membunuh kedua orangtua Lily adalah salah satu teman bapaknya yang bekerja di kantor yang sama. Alasannya adalah dia cemburu karena Deri naik jabatan dan selain itu dia juga menyukai Nita, ibu Lily.
Setelah melakukan hal keji itu pria itu kabur, bersembunyi dan mengganti identitasnya. Puluhan tahun bersembunyi hingga akhirnya, di temukan di sebuah desa oleh bawahan Bima yang bekerja sama dengan pihak kepolisian.
"Tiga tahun kami mencari, dan akhirnya kami menemukan dia di desa yang terpencil. Dengan akses masuk desa yang sulit. Itu murni pembunuhan berencana." ucap Dirga.
__ADS_1
"Jadi dimana dia?" tanya Lily mengusap air matanya.
"Kamu yakin akan ketemu sama dia?" Tanya Bima. Lily mengangguk.
Akhirnya mereka pergi ke penjara dimana pria itu sedang meringkuk disana. Tubuhnya kurus, tua dan lusuh.
Lily menatap pria itu, keadaannya sangat menyedihkan.
"Nita?" pria itu bangkit saat melihat Lily, mendekat di antara jeruji besi. Lalu tersadar akan sesuatu, dan dia menangis! Wajah Lily sangat mirip dengan orang yang di cintainya.
"Maaf. Nita. Maaf." ucapnya di antara tangis.
"Aku salah Nita. Aku buta karena aku sangat cinta sama kamu!" Dia berlutut di depan Lily.
"Maafkan aku nak. Karena aku kamu jadi yatim piatu!" kembali dia menangis hebat.
Bima mengelus pundak Lily.
Gita dan Dirga hanya melihat mereka dari kejauhan.
__ADS_1
"Mas, aku mau pulang!" lirih Lily. Dia sudah tidak bisa lagi berkata dan berfikir apa-apa, semuanya terasa sangat sulit. Lily limbung dan akhirnya tidak sadarkan diri.