Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 49


__ADS_3

Bima duduk di meja makan. Wajahnya terlihat semakin segar, aroma stroberi dan coklat tercium di hidung Lily.


"Kamu belum makan?" tanya Bima. Lily menggeleng.


"Gak enak makan sendirian, mas." ucap Lily seraya mengambilkan nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya.


Bima mulai sarapan, satu demi satu suapan dengan khidmat dia makan. Rasanya enak. Sama seperti masakan Dena. Harusnya Bima beruntung mempunyai dua istri yang pandai memasak.


"Dena membelikan kita tiket nonton siang nanti. Kalau kamu mau bersiaplah jam sebelas, tunggu aku disana. Aku ada perlu sebentar di luar."


"Iya mas. Apa mbak Dena ikut?" tanya Lily, hatinya merasa senang sekarang. Kapan lagi Bima mengajak Lily keluar?


"Enggak. Dena sedang ke Bandung, lusa baru pulang."


Lily manggut-manggut. Tidak berani bertanya lagi karena Bima tidak suka dengan orang cerewet.

__ADS_1


"Tambah." Lily dengan sigap mengambilkan nasi goreng ke piring Bima dengan senang.


"Besok tolong buatkan nasi goreng pakai udang seperti yang waktu itu."


"Apa mas suka?" tanya Lily.


Bima mengangguk. "Masakan kamu enak, tidak jauh beda sama Dena."


Lily tersenyum senang. Akhir-akhir ini sikap Bima berbeda padanya. Bima jadi lebih sering bicara. Meskipun tidak banyak tapi syukurlah Bima tidak seperti awal saat mereka menikah dulu. Dulu Bima menghindari Lily, terkadang menginap di rumah sahabatnya, atau pulang hampir tengah malam dan berangkat ketika hari masih sangat pagi untuk menghindar dari Lily. Tapi sekarang sikap Bima sudah terbuka menerima keberadaan Lily di sekitarnya, meskipun pernikahan mereka masih di rahasiakan.


Lily mendesah pelan. Harusnya Lily tidak berharap banyak. Tapi bukankah tadi Bima juga sudah janji? Ayolah Ly. Siapa kamu untuk Bima? Bukan siapa-siapa. Ingat! Batin Lily berperang.


Film akan segera di mulai Lily masuk ke dalam bioskop dan menuju kursinya. Beruntung tadi ia yang membawa tiketnya.


Lily menatap layar bioskop dengan tatapan kosong. Meskipun film yang di putar bergenre romantis komedi tapi Lily merasa sedih. Sedih karena Bima tidak datang untuk menepati janjinya.

__ADS_1


"Gak usah sedih Ly. Bukannya kamu udah biasa seperti ini?!" ucap Lily lirih pada dirinya sendiri.


Film sudah lewat dari setengahnya, Lily berusaha menikmati film tersebut sambil memakan popcorn di pangkuannya. Adegan demi adegan dia lihat dengan seksama. Terkadang tersenyum, lalu tertawa, hingga hampir menangis. Ia tidak sadar dengan seseorang yang memperhatikan dirinya. Hingga...


"Tolong ambilkan minuman itu!" tanpa sadar Lily mengambilkan minuman soda di sampingnya dan memberikannya kepada seseorang yang ada di sebelahnya. Matanya masih terfokus pada layar besar di hadapannya. Lily kembali memakan popcorn nya lalu terdiam. Matanya membulat saat melihat sosok yang kini duduk di sampingnya.


"Mas Adit?" seru Lily. Adit hanya tersenyum memandang Lily yang masih terkejut.


"Sssttt." Adit menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya, karena melihat orang-orang yang menatap mereka dengan tatapan tajam.


Lily tersenyum malu, lalu berbisik di dekat telinga Adit. "Mas Adit ngapain disini?"


"Mau nonton, tapi kayaknya aku telat setengahnya nih! hehe." Adit tertawa terkekeh. Mereka memutuskan untuk melanjutkan menonton dan akan mengobrol setelah film selesai.


Lily senang sekarang, setidaknya dia tidak sendirian di dalam sana. Maksudnya dengan orang yang dia kenal, walaupun bukan dengan Bima.

__ADS_1


__ADS_2