
Hari ini Azka, Lily, dan Yumna pergi bersama, untuk melanjutkan acara ulangtahun secara pribadi.
Yumna sangat antusias saat sang papa membawanya ke sebuah taman bermain, ada banyak permainan disana.
"Maaf ya, mas pikir kalau bawa Yumna kesini malam-malam gak baik, takut Yumna sakit." Lily mengangguk lalu mengalihkan pandangannya pada sang putri yang berjalan dengan semangat di depan mereka.
"Ma, itu! Mau!" tunjuk Yumna pada sebuah penjual permen kapas. Azka segera menggandeng tangan kecil Yumna ke arah yang di tunjuk. Lily jadi terenyuh saat melihat kedekatan Yumna dengan Azka, sebelum ada yang melihat Lily mengusap ujung matanya yang basah.
Mereka menikmati sore ini degan bermain hingga puas di taman bermain, semua permainan sudah Yumna coba, Azka selalu mendampingi Yumna memastikan gadis kecilnya aman.
Komidi putar adalah permainan yang akan mereka naiki selanjutnya. Yumna duduk di atas sebuah kuda berwarna putih sedangkan Lily dan Azka duduk di bangku tepat di belakangnya.
Terlihat di wajah Yumna tawa bahagia saat kuda yang di naikinya mulai naik turun seiring korsel yang berputar perlahan, membuat Lily berfikir sesuatu.
"Trimakasih mas, udah bawa kebahagiaan untuk kami." Azka menautkan jemarinya di sela jemari Lily, kemudian membawa tangan halus itu untuk ia cium punggung tangannya. Lily menyandarkan kepalanya di pundak Azka. Menutup matanya barang sejenak, memantapkan hatinya.
"Mas, aku akan terima lamaran mas Azka.."
Azka terhenyak dari duduknya refleks menoleh pada Lily.
"Kamu serius?!" tanya Azka, matanya mulai berkaca-kaca. Senyuman tercetak jelas di wajahnya.
Lily mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dan memberikan cincin pada Azka. Cincin yang sudah lama sekali Azka berikan untuk Lily, namun Lily belum siap untuk membuat komitmen dengannya.
__ADS_1
"Aku akan terima lamaran Mas Azka. Maaf sudah membuat mas nunggu terlalu lama." ucap Lily. Azka mengangguk, lalu menyematkan cincin itu di jari manis Lily. Tak lupa kecupan sayang di kening wanita yang sangat di cintainya itu. Memeluknya penuh haru.
"Mas ini tempat umum, lepas!" seru Lily, sadar ada di mana. Azka melepaskan pelukannya tersenyum kikuk dan canggung.
"Maaf, terlalu bahagia." ucapnya lalu menghadiahi ciuman lembut di telapak tangan Lily beberapa kali.
*
"Cieee yang bahagia." Adit melempar bantal sofa ke arah Lily yang senyum-senyum sendiri sambil menatap cincin pada jari manisnya. Lily memberengut karena bantal itu tepat mengenai kepalanya.
"Udah di terima?" tanya Adit. Lily tersenyum malu. "Ya syukur deh kalau kamu bahagia, setidaknya kamu gak kepikiran dia terus." ucap Adit lalu memasukan keripik ke dalam mulutnya.
"Udah saatnya Lily memikirkan kebahagiaan Yumna, mas. Selama ini Lily fikir Yumna cukup dengan kasih sayang kita, tapi Lily salah. Yumna juga butuh perhatian dari seorang ayah meskipun bukan ayah kandungnya."
"Lily yakin suatu saat Lily akan bisa cinta sama mas Azka. Yang penting sekarang kebahagiaan Yumna. Lagi pula, Mas Bima juga sudah punya tunangan kan?" lirih Lily.
"Kamu sendiri tahu kalau Bima sangat cinta sama kamu. Dia terpaksa tunangan untuk menyelamatkan perusahaannya."
"Semua salah Lily mas. Lily lebih mementingkan ego sendiri."
"Gak ada yang tahu tentang masa depan kan? Kamu hanya ingin berjuang untuk kebahagiaan." ucap Adit. Tumben Adit bijak!
"Ya sudah sana, tidur. Nanti Yumna kebangun nangis lagi."
__ADS_1
"Ih, Yumna mah gak cengeng!" timpal Lily.
"Ah ya, mas Adit lupa. Yang cengeng kan ibunya. Wkwkwk." Adit tertawa terbahak.
"Ih mas Adit mah. Dasar kakak gak ada akhlaq!" Teriak Lily sambil melempar kembali bantal sofa yang tadi di lempar Adit.
Lily merebahkan dirinya di samping tubuh kecil Yumna. Mencium pucuk kepalanya dan mengusap lembut pipi Yumna.
'Maafkan mama nak, karena keegoisan mama kamu jadi gak kenal sama papa kandung kamu. Semua sudah terlambat. Kita gak bisa lagi bersama sama papa kamu. Maafin mama.' Lily menghapus setitik air mata yang sudah keluar melewati pipinya.
Selama ini Lily egois, lebih memikirkan rasa sakit hatinya daripada rasa cintanya.
Dia tahu selama ini Bima mencarinya tiada henti, sampai pada titik terlemah Bima, tapi Lily memilih untuk tetap bertahan dengan egonya. Hingga pada suatu saat Lily sudah memantapkan hati untuk memaafkan Bima dan bertemu dengan Bima, Adit memberinya kabar yang mengejutkan. Bima telah bertunangan.
Lily kembali mundur. Jika sampai Lily muncul dan Bima lebih memilih dirinya, maka perusahaan Bima bisa di pastikan akan sangat kacau. Banyak para karyawan yang akan kehilangan pekerjaannya.
Semua sudah terlambat!
***
'*Thor elu mah bikin Lily sedih mulu, punya dendam ya sama Lily?'😠
(enggak kok say, thor mah dukung apapun kok buat kebahagiaan kamu, swear deh! Thor mah cuma mau bikin si Bima kacau dulu....😅😅😅) ✌🏻*
__ADS_1