Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 231


__ADS_3

Setelah pergumulan panas untuk kesekian kalinya mereka tertidur akibat lelah, sampai mereka lupa untuk menutup pintu balkon kamar mereka.


Tengah malam Bima terbangun dari tidurnya melihat Lily yang tertidur lelah karena ulahnya. Bima tersenyum, menciumi wajah Lily yang tenang.


"I LOVE YOU istriku." ucap Bima, entah sudah keberapa kalinya hari ini ia mengatakan cinta untuk istrinya. Lily benar-benar membuatnya gila karena terlanjur bahagia.


Bima merasakan sesuatu mengeras di balik selimutnya.


Oh, sial!!! Hanya mencium Lily saja sudah bikin aku on fire lagi?


Bima sedikit frustasi dengan miliknya yang tidak mau mengerti keadaan. Lily sudah sangat lelah dan rasanya akan sangat kasihan kalau harus menggempurnya lagi. Bagaimanapun juga Bima tidak mau membuat istrinya tidak bisa jalan walau hanya satu hari pun. Terpaksa dia berjalan ke kamar mandi dan menuntaskan hasratnya di dalam sana.


Keluar dari dalam kamar mandi Bima memakai kaosnya dan celana bokser pendek. Menutup pintu balkon. Ternyata salju belum turun beberapa hari lagi katanya, hanya saja udara memang sedikit dingin sekarang.


Bima mengambil hpnya, beberapa notif masuk sedari tadi. Dia tersenyum saat melihat pesan dari sang mama. Benar Ratih yang menukar koper milik Lily. Bima tersenyum geli. Bagaimana mamanya bisa melakukan hal itu, bahkan Bima sendiri tidak pernah memikirkannya.


Bima kembali ke sisi pembaringan sang istri dan mencoba menutup matanya.

__ADS_1


Bahkan aku tidak pernah merasakan bahagia lebih dari ini dengan Dena. Aku merasa bersalah dengan dia, selama ini aku menjadikan Dena pelarian saja. batin Bima.


Lily bergerak dari tidurnya, membelakangi Bima hingga terlihat punggung Lily yang bersih. Bima mendekatkan dirinya pada Lily dan memeluk istrinya dari belakang. Mengeratkan selimut tebal hingga menutupi tubuh keduanya.


Pagi menjelang, sinar matahari di musim dingin itu masih terasa hangat menelusup di antara jendela hotel tempat Lily dan Bima menginap.


Lily terusik dari tidurnya saat merasakan pergerakan pelan dari belakangnya. Sesuatu memenuhi miliknya di bawah sana. Di dadanya menempel tangan Bima yang sedang memanjakannya dengan pijatan lembut membuat Lily mengeluarkan suara aneh seperti semalam.


"Good morning, my wifey!" ucap Bima.


"Morning s** honey!" potong Bima sambil menciumi pundak polos istrinya.


"Ya ampun mas. Kamu...ssshh... gak ada...ahh cap...shhh capeknya!" ujar Lily sambil menahan suara di bibirnya.


"Udah aku bilang kan aku gak bakal capek buat ngerjain kamu." seringai Bima nakal. Lily tidak bisa berbuat apa-apa lagi sudah terlanjur juga dan tidak mungkin dia menghentikan perbuatan Bima di tengah jalan bukan. Jujur Lily juga sangat menikmatinya.


Bima tersenyum saat tidak ada perlawanan dari istrinya, dengan cepat Bima bergerak mengganti posisi hingga Lily kini tengkurap di bawahnya. Lily merasakan milik Bima menggesek manja miliknya. Lily tersenyum bahagia tidak lagi menahan laju bibirnya yang meracau, yang nyata sangat di sukai Bima. Lily menggeram meremas seprai saat sudah mencapai klimaksnya.

__ADS_1


Dengan pemandangan Eiffel yang cantik pagi ini, mereka melanjutkan aktifitas panas mereka hingga dua jam lamanya.


"Ah gara-gara kamu nih!!" cecar Lily, dia sangat kelaparan sekarang.


"Maaf, habisnya kamu enak sih!" Bima hanya menampilkan deretan giginya yang putih mendengar omelan istrinya pagi ini.


"Enak. enak. Emang aku makanan?! Lagian kamu nih kayak semalam gak puas aja."


"Emang enggak! Aku mana puas kalau cuma sebentar sama kamu, malah rencananya aku mau kamu setiap saat, gak ada jeda." Lily memutar bola mata malas, suaminya benar-benar tidak mau melepaskannya. Bahkan sekarang saja tangannya masih setia menggoda tonjolan di dadanya. Apa lagi Lily dengan salah satu baju minim yang di pakainya.


"Mas stop deh ih. Nanti kalau on lagi aku gak mau ladenin!"


"Lagian kamu juga pakai pakai yang kayak gituan sengaja mau goda aku ya?"


"Ih enggak! Habis aku mau pakai apa? gak ada baju juga!" kesal Lily yang terus menepis tangan Bima.


Kalau baju seperti ini sih percuma. Ini mah emang buat mancing singa lapar! batin Lily.

__ADS_1


__ADS_2