Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 206


__ADS_3

Lily menatap nyalang pada dua pria yang duduk di depannya. Kedua tangan Lily terlipat di depan dada. Sorot matanya tajam menusuk membuat Bima dan Adit tidak berani menatap balik Lily. Mereka hanya menunduk sesekali saling melirik atau menyikut satu sama lainnya.


Celia bersama Ratih mengajak Yumna bermain di taman belakang rumah. Tidak ingin ikut campur masalah ketiga orang itu


"Kalian berdua. MENYEBALKAN!!" ucap Lily lalu berdiri dan berlalu dari sana. Rasanya Lily belum puas hanya memarahi kedua pria itu soal kejadian semalam.


Bisa-bisanya mereka merencanakan hal itu. Padahal yang Lily mau Bima mengutarakan perasaannya atas dasar kemampuannya sendiri, bukan berpura-pura romantis!


"Lily!" panggil Bima. Yang di panggil berhenti sebentar, menoleh, lalu kembali membuang muka dan lanjut berjalan dengan angkuh.


"Tuh kan Lily jadi marah!" Bima menyikut lengan Adit yang duduk persis di sebelahnya.


"Itu gara-gara elo! Kenapa juga gak hapal catetan yang gue kasih?"


"Gue pelajari kok, malah setiap ada waktu gue ulang sampe hapal di luar kepala!"


"Trus kenapa tadi malam gak inget?"


"Gak tahu gue. Sampe di sana gue malah lupa!"


"Ya Lord. Gue punya sahabat kok gini amat ya. Kan gue juga udah bilang, acara ngelamarnya gak udah di bikin sok romantis! Elo gak ahli!"


"Kan gue cuma mau nyenengin Lily.."

__ADS_1


"Trus kalo udah gini, Lily ngambek elo mau gimana?"


Bima bingung sendiri. Dia mengangkat kedua bahunya ke atas.


"Gak tahu." Bima dengan cengirannya.


"Bantuin gue dong, please!" Bima menggoyangkan lengan Adit.


"Ya, kakak gue yang ganteng yang baik yang imut!" Bujuk Bima merengek persis anak kecil.


"Cihh, jijik gue punya adik kayak elo!" Adit bangkit dari duduknya.


"Pikirin aja sendiri. Gue mau nyusul istri gue! Awas!!" Adit menyenggol lutut Bima dengan kakinya agar Bima sedikit beringsut.


"Lewat sebelah sana padahal bisa kan!" kesal Bima menunjuk ke arah lain yang bebas tidak ada halangan.


Kalau bukan sepupu Lily udah gue usir dari rumah! rutuk Bima.


Bima memikirkan cara untuk meminta maaf pada Lily. Dia sampai bertanya pada Ratih, juga pada papanya. Ratih dan Adi hanya menahan tawa melihat tingkah anaknya yang sedang jatuh cinta lagi. Bima tidak tahan karena sejak mereka pulang semalam Lily tidak mau bicara. Satu detik rasanya seperti seribu tahun untuk Bima!


Ratih dan Adi membawa Yumna pergi jalan-jalan. Semua asisten juga mereka liburkan mulai dari siang ini sampai sore. Mereka ingin memberikan kesempatan pada Bima dan Lily untuk bersama tanpa ada gangguan.


Bima mencoba membuat seauatu untuk Lily. Lily sangat suka sekali kue coklat, setidaknya Bima akan mencoba untuk meminta maaf terlebih dahulu baru kemudian akan mencari cara untuk melamar Lily lagi.

__ADS_1


Sambil berdendang riang Bima memutar lagu kesukaannya.


Dia tidak peduli dengan keadaannya saat ini. Memakai celemek dengan warna pink bergambar bunga mawar di seluruh permukaannya, dan sedikit terigu di pipi dan rambutnya. Ini kedua kalinya dia masuk dapur. Demi Lily!


Bima sedang mencampur bahan kue yang di butuhkan, sesekali melihat ke arah hpnya dan menilik lagi bahan apa yang belum ia masukan. Semua sudah siap. Hanya menunggu hingga adonan mengembang.


Sambil menunggu Bima menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, tangannya ikut bergerak mengikuti alun musik, tapi malah terlihat seperti ibu-ibu kompleks yang sedang senam bersama.


Diam-diam Lily memperhatikan dari lantai atas, menutup mulutnya agar tidak menyemburkan tawa. Bima terlihat sangat lucu. Sebenarnya Lily sudah tidak lagi marah, hanya saja Lily ingin tau seberapa besar Bima menginginkan dirinya.


Tidak ingin ketahuan Lily segera masuk ke dalam kamar.


Lily keluar dari dalam kamar, tercium sesuatu yang tidak sedap dari arah dapur. Dengan cepat Lily turun. Bima sedang mengipasi sesuatu yang baru saja dia keluarkan dari dalam oven sambil terbatuk-batuk. Asap hitam sudah mengepul dari sana.


"Bima, ini kenapa?" Teriak Lily panik.


"Uhukk. Uhukkk. Aku lupa ninggalin kue dalam oven!" ucap Bima sambil menutupi hidung dan matanya yang terasa perih. Bima menatap kue hitam yang masih ada di dalam loyang.


"Kamu kan gak bisa masak! Ngapain juga di dapur!" seru Lily lalu menyingkirkan loyang itu ke dekat wastafel.


"Aku mau bikin kue coklat buat kamu."


"Tapi lihat ini, ya ampun semua kacau! Kalau mama sampai lihat mama pasti akan marah!" Bima hanya menyengir ria mendapati omelan Lily. Lily menjadi super sexy saat mengomel seperti itu.

__ADS_1


"Hehe. Maaf. Tadinya mau bikin kamu terkesan tapi malah kue coklatnya gak jadi. Gosong! Nanti aku beliin deh ya!"


Dapur terlihat sangat berantakan. Terigu dan telur berceceran dimana-mana. Belum lagi wadah-wadah yang tadi di gunakan Bima masih menumpuk kotor di dalam wastafel. Oven dengan bau gosong. Dan Bima jangan di tanya, pria itu sudah belepotan dengan terigu dan adonan yang mulai mengering di wajahnya. Lily sampai memijit pangkal hidungnya melihat kekacauan ini.


__ADS_2