
Seorang pria mendekat dan membisikan sesuatu pada pria di depan Lily, dia mengangguk faham. Pria itu kembali menjauh.
"Oke, jangan lama-lama, dan hati-hati. Ini bukan tempat buat anak kecil kayak kamu!" ucap penjaga itu.
Lily merasa kesal karena di sebut anak kecil. Hei kemarin malam umur Lily dua puluh empat, loh! Rasanya Lily ingin mengeluarkan protes seperti itu. Tapi Sudahlah!!
Lily mengangguk setelah mengucapkan terimakasih dia masuk ke dalam.
Baru saja dua langkah Lily melewati pintu, rasanya sangat tidak nyaman. Bau alkohol dan asap rokok dimana-mana. Dada Lily rasanya sesak. Telinga Lily juga berdengung karena suara musik yang terdengar kencang.
Lily berjalan ke depan. Banyak mata yang memandangnya penuh minat dengan seringaian yang menakutkan.
Keadaan di dalam sini sangat ramai membuat Lily pusing dan tidak tahu harus mencari Bima kemana. Lily memutuskan untuk menghampiri meja bartender.
"Minum apa, whisky? vodka?" tanya seorang pria, saat Lily tiba di depannya. Lily melongo tidak mengerti. Pria itu menunggu.
"Eh, enggak..."
"Jus juga ada!" tawarnya lagi. Karena melihat sepertinya Lily baru pertama kali datang ke klub. Terlihat dari wajah Lily yang polos, dan pakaian Lily yang sama sekali tidak cocok disini. Pria itu tersenyum manis.
"Saya cari Leon. Eh siapa ya tadi?" Lily memukul kepalanya sendiri karena lupa dengan orang yang nelfonnya tadi.
"Saya Leon!" ucap Pria itu tersenyum sambil menyodorkan tangannya.
__ADS_1
"Kamu yang tadi angkat telfon?"
"eh? iya!" seru Lily sambil menyambut uluran tangan pria pemilik senyum manis di depannya ini.
"Mana mas Bima?" tanya Lily setelah mendapatkan kesadarannya.
Leon menunjuk, Lily mengikuti arah pandang Leon ke suatu tempat. Terlihat Bima yang sedang tidur tengkurap dengan satu kaki terjulur ka bawah di atas sofa panjang masih dengan pakaian kerjanya. Di lantai terdapat botol yang berceceran.
"Makasih mas Leon. Saya pergi dulu." Lily segera menghampiri Bima. Dia memandang Bima dengan iba.
'Ya ampun, ternyata kehidupan bos begini ya!' batin Lily seraya menggelengkan kepalanya.
Lily menggoyangkan lengan Bima. Bima terbangun mengangkat kepalanya.
"Sini sayang, temenin aku minum." racau Bima tidak jelas.
"Ayo pulang mas!" Lily menarik tangan Bima agar bangun, tapi Bima menarik tangan Lily hingga Lily jatuh di pangkuan Bima. Bima memeluk erat pinggang Lily. Lily berontak meminta di lepaskan tapi Bima tidak mendengarkan.
"Hei sayang, kenapa pulang hem? Kita belum senang-senang!" Wajah Lily memerah, dadanya berdentum keras saat Bima mendekatkan wajahnya. Bima terus mendekat dengan bibir yang maju beberapa senti. Lalu sedetik kemudian kepalanya terkulai lemas di bahu Lily, begitu juga dengan kedua tangan Bima yang terjatuh di kedua sisi tubuhnya.
Lily dengan susah payah mengangkat tubuh Bima. Dia merasa kesal. Karena tidak satu orang pun yang menolongnya. Mereka hanya melihat Lily yang kesusahan sekilas, lalu kembali pada kegiatannya. Benar-benar tidak punya hati nurani!
'Ini juga badan kayak Kingkong mabuk lagi!' dengus Lily.
__ADS_1
"Mau saya bantu?" Lily menoleh, lalu tersenyum saat melihat pemuda pemilik senyuman manis itu menawarkan diri.
Tanpa di minta pun Leon membantu membawa Bima keluar dari sana. Kedua tangan Bima berada di pundak keduanya. Lily di kanan sedangkan Leon di sebelah kiri Bima.
Sampai di mobil Bima segera di masukan ke kursi belakang.
"Makasih mas Leon, udah bantu bawa mas Bima." ucap Lily setengah membungkuk.
"Sama-sama umm..." Leon mengerutkan keningnya. seperti menanyakan nama.
"Lily." Lily menyodorkan tangannya. Leon tersenyum sambil menyambut uluran tangan Lily dan mengangkatnya. Mencium punggung tangan Lily dengan lembut.
"Senang ketemu kamu, Lily!" ucap Leon.
Lily terkejut dengan perlakuan manis Leon, lalu menarik tangannya saat terdengar Bima kembali meracau di dalam mobil.
"Sekali lagi makasih ya mas Leon atas bantuannya."
"Lain kali kalau kamu datang lagi akan aku traktir." Lily tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya. Leon menunggu mobil Lily hingga menghilang.
"Lily.." ucapnya sambil mencium tangannya sendiri seakan wangi Lily masih tercium disana.
Leon (25)
__ADS_1