Istri Kedua Bima

Istri Kedua Bima
bab 266


__ADS_3

Seperti yang di janjikan, pagi ini mereka ikut dengan mas Umar, seorang pekerja yang sudah beberapa tahun bekerja pada Pakde Yudha untuk mengurusi beberapa sapi miliknya.


Bulan juga ikut untuk menjaga keempat anak Lily.


Bulan selalu senang jika berdekatan dengan Umar. Pria itu terlihat tampan meski kulitnya kecoklatan. Otot di tubuhnya terbentuk secara alami, tanpa gym dan alat olahraga, setiap hari Umar hanya bergelut dengan sapi dan parang. Setelah mencari rumput biasanya dia pergi ke sawah. Hanya saja khusus untuk hari ini sapi akan di lepas saja di lapangan karena ketiga anak Lily sangat ingin sekali menaiki sapi. Mereka juga ditemani satu orang lagi yang menggiring sapi di belakang, hanya mengantar dan memastikan sapi itu tidak kabur.


Bulan juga membawa bekal dari rumah, cemilan dan juga minuman.


Di depan si kembar sudah mengejar-ngejar anak sapi yang baru berusia tiga bulan sedangkan Syifa dan Yumna menaiki sapi yang di pegangi oleh Umar.


Mereka sudah sampai di padang rumput. Setelah mengikat sapi-sapi itu seorang yang tadi pamit untuk lanjut ke sawah. Arkhan dan Azkhan bergantian memberi makan sapi-sapi itu. Mereka berebut dan berdebat sapi mereka lah yang paling besar.


Yumna dan Syifa mencari bunga-bunga di tepi lapangan. Bulan dan Umar duduk di bawah pohon yang rindang.


Bulan terlihat malu-malu duduk dengan jarak dekat dengan Umar. Sudah lama Bulan menyukai Umar. Hanya saja Bulan tidak berani meskipun hanya untuk menatap Umar. Tatapan Umar sering kali membuat hatinya meleleh.


Di rumah.


Lily selesai membantu membereskan dapur lalu kembali ke kamar, Bima sedikit merasa nyeri di punggungnya dan memutuskan untuk istirahat lagi setelah sarapan tadi.

__ADS_1


"Makannya mas. Jangan keterlaluan! Orang kalau nyangkul aja ada istirahatnya. Lah ini udah nyetir mobil seharian malemnya masih aja naik turun gunung!" ucap Lily kesal sambil mengurut pinggang suaminya dengan kayu putih.


Semalam bukan hanya sekali saja, tapi tadi pagi sebelum subuh Bima juga kembali membuka jalan yang sudah tanpa hambatan. Untung saja saat Azkhan bangun Bima baru selesai keluar dari jalan tol yang sudah kebanjiran. Dan berpura-pura tidur saat Azkhan memanggil ibunya.


Bima hanya terkekeh.


"Habis kamu enak, sekarang udah pinter ngimbangin tarian aku!"


"Tari apa?" tanya Lily bingung.


"Tarian ular! Lagi yuk!" ucap Bima dengan kekehan. Lily memukul Bima tepat di pinggangnya.


"Sakit tapi kalau main kuda-kudaan aja lincah banget!"


"Justru itu obatnya yang!" Bima terkekeh.


"Sana, bantuin pakdhe nyangkul aja di sawah biar ada bukti nya. Lumayan kan kalau nyangkul sampe satu lahan. Pinggang juga gak akan sakit kalau di gerakin!


"Enggak ah. Mending nyangkul kamu aja. Meskipun cuma nyangkul di tempat dan gak ada buktinya, tapi kan puas kalau denger 'aaaahhh massss, lagiiih masss...!! ouhhh, mannntaaabb'." Bima mempraktekan suara horor istrinya setiap malam, dan juga gerakkan tangannya yang mengelus-elus area dada dan wajahnya. Lily malu, wajahnya bersemu merah, tapi juga tidak menyangkal karena memang seperti itu lah kenyataannya. Tapi siapa juga kan yang membuat Lily seperti ini? Bima lah! Pengaruh dari BIMA SATRIA MAHENDRA!

__ADS_1


Sumpah ni laki kesambet apa. Dulu aja cuek banget sekarang...ihhhh. Lily bergidik geli.


"Napa sih kayak kucing? Mau jadi cat woman yang nangkring di atas tower ya..." Bima menaik turunkan alisnya.


"Mau dong..." goda Bima lagi sambil menowel dagu Lily.


Lily tersenyum dan bangkit lalu mendorong suaminya ke kasur.


"Meoowww!" Lily bersuara, tidak lupa dia juga seperti kucing di atas tubuh majikannya. Jari-jari tangannya ia bentuk seperti kucing yang akan mencakar. Bima mendesis mendapati perlakuan liar istrinya yang masih mencumbui lehernya.


"Cepattt. Ahhh, masukkan aku udah gak kuat!!" bisik Bima, Lily tersenyum melihat wajah suaminya yang menahan hasrat. Lily mengangkat wajahnya dan berbisik.


"Aku juga..." Lily menjilat cuping telinga Bima membuat Bima menggelinjang di bawah tubuhnya.


"...sudah di tunggu budhe mau ke pasar!" seketika Bima melotot saat Lily dengan cepat menjauhkan dirinya. Lily tertawa lalu dengan cepat pula menghilang di balik pintu.


Bima yang sudah terduduk kembali menjatuhkan punggungnya dengan keras ke kasur.


"Aaahh di tipu lagi!!!!" teriak Bima. Lalu mengambil bantal guling dan memeluknya erat. Tapi tetap saja, tidak sama seperti bantal guling pribadinya yang hangat, dan bisa mengeluarkan suara sopran seperti istrinya saat mendes.... Aaahh sudah lah!

__ADS_1


Bima pun mandi agak lama, sambil berfantasi ria.


__ADS_2