Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Tinggal di Singapure.


__ADS_3

Sungguh saat Will di vonis mengidap penyakit Leukimia rasanya rangit seperti runtuh. Dadanya Cinta terasa sesak, ia tidak menyangka jika Will harus merasakan rasa sakit di saat usianya masih kecil. Taufiq dan Cinta memutuskan untuk tinggal di Singapure agar Will bisa menjalani pengobatan intensif. Setiap seminggu sekali, Wil harus menjalani kemoterapi  setiap seminggu sekali. Walaupun Wil masih kecil tapi ia mempunyai fikiran seperti orang dewasa, Will sangat pintar dan ia sangat kuat. Walau dalam keadaan sakitpun, Will masih tersenyum di depan kedua orang tuanya.


10 hari di Singapure, Taufiq dan Cinta sudah mengeluarkan uang sebanyak 500 juta. Itu baru 10 hari saja, belum lagi jika Will  harus menjalani kemoterapi yang setiap kali kemoterapi Taufiq harus merogoh uang sebesar 65 juta. Dan Will harus menjalani kemoterapi seminggu sekali selama 6 bulan lamannya. Beruntunglah Taufiq dan Cinta termasuk kalangan atas sehingga masalah uang, tidak terlalu jadi beban. Bahkan jika perlu Taufiq rela menghabiskan uang tabungannya agar sang buah hati bisa sembuh total dan tak perlu merasakan rasa sakit lagi. Uang masih bisa di cari, tapi jika anak sakit sungguh rasanya itu sangat menyakitkan untuk Cinta dan juga Taufiq bahkan jika di suruh memilih, biarlah  mereka berdua yang sakit asalkan jangan buah hatinya.


Setelah 3 bulan mereka ada di Singapure, mama dan papanya datang membawa Pram dan Jay. Cinta memeluk mereka erat karena sudah 3 bulan lamanya mereka tidak bertemu dengan buah hati merekat. Begitupun dengan Taufiq, ia juga memeluk Pram dan Jay dan mencium kening mereka dengan sangat lama.


"Kenapa bunda dan ayah gak pulang?" tanya Pram sedih.


"Aku gak mau tinggal sama omma dan oppa. Aku mau tinggal sama ayah dan bunda." Ucap Jay.

__ADS_1


"Sayang, dengarkan bunda ya. Sekarang saudara kalian sedang sakit jadi bunda dan ayah harus ada untuk dia." Ucap Cinta.


"Kenapa ayah dan bunda pilih kasih. Kenapa hanya Wil saja yang di perhatikan sedangkan kami berdua harus jauh dari ayah dan bunda?" tanya Pram.


"Bukan gitu sayang. Saudara kalian sekarang sangat membutuhkan ayah dan bunda. Kami gak bisa jauh jauh dari dia." Ucap Cinta.


"Kalau gitu mending Jay aja yang sakit asal bisa di perhatikan sama ayah dan bunda." Ujar Jay menangis.


"Kalau gitu izinkan kami tinggal sama ayah dan bunda." Ucap Pram.

__ADS_1


Setelah berfikir sejennak akhirnya mereka bersepakat untuk mengizinkan kedua putranya tinggal bersama mereka. Taufiq mengborol dnegan mama dan papanyaa sebentar sebelum mereka pulang meninggalkan Taufiq dan Cinta beserta anak anaknya.


"Bun, Will sakit apa?" tanya Pram.


"Sakit Leukimia sayang." Jawab Cinta tersenyum.


"Apakah itu sakit?" tnaya Jay.


"Iya itu sangat sakit. Untuk itu Pram dan Jay harus jaga kesehatan biar gak sakit seperti Will. Pram dan Jay juga harus mendoakan agar Will bisa segera sembuh dan kita semua bisa pulang lagi. Kalian mau kan mendoakan adik kalian?" tanya Cinta. Dan mereka hanya menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


"Pram akan selalu mendoakan Wil bun." Ucap Pram.


"Jay juga. Jay akan selalu doakan adik Jay biar dia bisa main lagi sama aku." Ucap Jay tersenyum, ia mencium pipi  Cinta. Cinta memeluk mereka berdua dengan erat sedangkan Taufiq menemani Will di ruangan.


__ADS_2