Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pergi Kuliah


__ADS_3

Setelah


Cinta di perbolehkan pulang, mereka langsung pergi ke rumah mama dan papanya


Taufiq. Di sana mama dan papanya Taufiq menyambut kedangan sang besan beserta


anak dan cucunya. Mamanya Taufiq juga sudah memasak super banyak untuk mereka


semua. Mama dan papanya Taufiq emang sengaja tidak ikut pergi ke rumah sakit


karena ingin memberi kesempatan dan waktu buat sang besan bertemu dan tatap


muka dengan sang buah hati.


Setelah


selesai makan, Taufiq memberi tahu mama dan papanya bahwa ia dan sang istri


akan pergi untuk tinggal bersama ayah dan bundannya Cinta. Mama dan papanya


Taufiq tidak bisa melarang mereka karena bagaimanapun Cinta dan kedua orang


tuanya butuh waktu untuk bersama setelah sekian lama gak bertemu.


Setelah


berpamitan mereka langsung pulang ke tempat rumahnya dulu yang pernah ia


tinggali, yaitu rumah Cinta dengan kedua orang tuanya. Rumah itu emang di jual


tapi sampai sekarang masih belum ada yang membelinya sehingga Cinta dan kedua


orang tuanya bisa tinggal di tempat itu sampai sekarang.


Setelah


berada di rumah itu, mereka berempat langsung bersih bersih karena mereka belum


mencari asisten rumah tangga. Sehingga mau gak mau Cinta, Taufiq dan juga kedua


orang tua cinta harus gotong royong apalagi rumah ini sudah lama sekali gak di


tempati membuat mereka benar benar kelelahan.


Hampir lima


jam mereka bersih bersih, setelah selesai barulah mereka mandi dan langsung


istirahat. Kedua orang tua cinta tidur di kamar lantai bawah sedangkan Cinta


dan Taufiq tidur di kamar lantai atas, kamar yang pernah di tempati oleh Cinta


dulu. Kamar itu cukup luas bahkan lebih luas dari kamar Taufiq. Kedua orang tua


Cinta emang sengaja memperluas kamar itu sesuai permintaan Cinta. Sebenarnya itu


kamar 3 tapi di rombak menjadi satu kamar.


Di lantai


atas semuanya milik Cinta. Kamar pertama merupakan kamar pribadi Cinta. Kamar


kedua khusus kamar buku dan koleksi novel novel  yang selalu Cinta beli. Bukan sekedar buku


novel tapi juga ada berbagai macam buku agama. Sedangkan kamar ke tiga khusus


kamar boneka karena Cinta juga suka mengkoleksi berbagai macam boneka yang


menurutnya imut.


Tengah


malam saat Naila tertidur dengan pulas, Taufiq terbangun karna kedinginan. Ia


memeluk Naila dengan sangat erat. Taufiq memerhatikan wajah sang istri yang


terlihat sangat imut dan menggemaskan. Ia tidak menyangka bahwa pernikahan yang


dulu sempat terhenti sekarang bisa di jalanin dengan kebahagiaan yang tiada


tara apalagi dengan kembalinya ingatan sang istri membuat Taufiq merasa

__ADS_1


bersyukur.


Karena


Taufiq gak bisa tidur lagi, akhirnya ia pun memutuskan untuk bangun. Ia mandi


malam, selesai mandi tak lupa ia mengambil wudhu. Taufiq segera pakai baju,


selesai pakai baju koko warna putih di tambah sarung yang di tata rapi dan juga


peci warna putih. Taufiq segera melaksanakan sholat tahajjud dan juga sholat


witir. Selesai sholat ia langsung berdzikir selama satu jam lebih. Selesai


berdzikir barulah ia melanjutkan dengan membaca Al qur’an.


Setelah


selesai membaca Al Qur’an, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 4


pagi. Ia pun segera membangunkan sang istri.


“Sayang


bangun yuk, udah jam setengah 4. Kamu belum sholat tahajjud. Ayo bangun, sholat


dulu. Biar hidup kita jadi berkah. Jangan tidur terus…” Ucap Taufiq sambil terus


membangunkan istrinya, sesekali ia mencium pipi dan kening sang istri.


“Iya


sayang, aku udah bangun kog.” Ucap Cinta, ia membuka matanya dan langsung


tersenyum melihat suaminya yang begitu tampan. Setelah Cinta sadar 100%,


barulah ia segera pergi ke kamar mandi. Ia segera mencuci wajahnya lalu


menggosok gigi. Setelah seleesai ia mengambil wudhu dan langsung melaksanakan


sholat tahajjud.


Sedangkan Taufiq sambil menunggu sang istri, ia


Setelah


mereka selesai sholat shubuh, Taufiq dan Naila memutuskan untuk olah raga pagi


sekalian pergi ke pasar dngan jalan kaki, mereka belanja untuk masak hari ini.


Mereka kan baru pindah kemaren jadi di kulkas belum ada sayur mayur, beras dan


bahan bahan lainnya yang akan di masak.


Setelah


selesai belanja, mereka pulang dengan naik taxi karena mereka membawa belanjaan


yang begitu sangat banyak. Sesampai di rumah mereka langsung di sambut oleh


ayah dan juga sang bunda.


“Wau kamu


belanja banyak banget sayang.” Ucap sang bunda.


“Aku


belanja untuk satu bulan ke depan bun.” Jawab Cinta tersenyum.


“Sayang,


aku dan bunda ke dapur dulu ya untuk masak. Kamu temenin ayah aja. Oke.” Ucap


Cinta kepada sang suami. Taufiq pun tersenyum lalu menganggukkan kepala. Taufiq


mendekati sang ayah mertua sedangkan Cinta dan bunda pergi ke dapur untuk


masak. Di sana Cinta bercerita tentang ia dan bunda angkatnya serta RESTO yang


ia bangun. Bunda mendengarkan dengan seksama, sesekali ia bertanya kepada

__ADS_1


putrinya.


Tak terasa


satu jam sudah mereka memasak. Kini semua masakan sudah tersaji di atas meja. Cinta


memanggil sang suami dan juga ayahnya untuk sarapan pagi.


Di meja


makan mereka tidak hanya makan saja melainkan mereka bercerita, ngobrol dan


bercanda sehingga Taufiq tidak canggung lagi berhadapan dengan sang mertua.


“Oh ya


sayang, nanti kamu kuliah?” tanya sang ayah.


“Iya yah.”


“Terus


gimana dngan identitas kamu. Apakah kamu akan segera menggantinya?” tanya


bunda.


“Entahlah


bun. Aku gak tau caranya dan aku bingung gimana cara menjelaskan kepada pihak


kampus lagian aku juga gak tau gimana cara mengurusnya.” Ucap Cinta sedih.


“Biar nanti


semuanya aku yang urus sayang.” Ujar Taufiq tersenyum.


“Benarkah?”


tanya Cinta bahagia.


“Iya. Itu


masalah gampang, jadi tidak perlu di fikir terlalu pusing. Oke” ucap Taufiq


“Oke.”


Selesai makan,


Cinta segera pergi mandi dan bersiap siap untuk berangkat kuliah. Taufiq pun


juga segera bersiap siap untuk mengantarkan istrinya kuliah serta mau mengurus


identitas istrinya di kampus karena dulu ia menggunakan nama naila dan ijazah


yang ia berikan adalah ijazah palsu, entahlah kenapa pihak kampus gak menaruh


curiga atau dulu ayah angkat Cinta yang mengatur semuanya sehingga sang istri


bisa masuk kuliah dan saat ia pindah kampus bersama Elsapun seakan akan pihak


kampus bungkam kadang Taufiq benar benar tidak mengerti kenapa bisa terjadi


padahal menurut dirinya ini sangatlah ganjal. Tapi Taufiq tidak mau berfikir


terlalu sulit, yang penting saat ini ia harus mengurus semuanya sehingga sang


istri bisa kuliah dengan tenang dan nyaman. Setelah itu ia akan pergi ke


kantor. Yah, ngapain Taufiq di rumah jika sang istri pergi ke kampus. Mending


ia habiskan waktunya di kantor untuk mengurus pekerjaannya. Ia akan pulang jika


istrinya pulang karena ia harus mengantar jemput istrinya. Ia tak akan


membiarkan istrinya berangkat dan pulang sendirian. Ia tak ingin sang istri


kenapa napa lagi. Taufiq juga memasang mata mata untuk terus memperhatikan


istrinya tanpa sepengetahuan istrinya sehingga Taufiq bisa tau apa saja yang di


lakukan oelh sang istri. Bukan Taufiq menaruh rasa curiga kepada sang istri

__ADS_1


tapi melainkan Taufiq ingin menjaga sang istri, ia tak akan membiarkan istrinya


terluka sedikitpun.


__ADS_2