
Aisyah tidak langsung pulang melainkan pergi ke kantor kakaknya. Namun saat ia bertanya kepada resepsionis tentang di mana ruangan kakaknya. Ia malah di usir.
Resepsionis adalah orang yang bertugas sebagai penerima tamu disuatu perusahaan, kantor, hotel. Area kerja Receptionist/ Front Desk Agent (FDA) adalah front desk atau meja depan.
"Maaf apakah Anda ada janji dengan Pak Rachel?" tanya resepsionis itu.
"Dia kakak saya." Jawab Aisyah tegas.
"Jangan bohong. Pak Rachel itu gak punya saudara. Lebih baik kamu pulang atau saya akan memanggil satpam dan menyuruhnya untuk menyeret kamu keluar dari kantor ini." Ucap Resepsionis itu sinis.
"Aku gak suka dengan nada bicaramu yang seakan akan meremehkan seseorang. Dan aku pastikan setelah itu kamu di pecat." Ujar Aisyah lalu iapun segera menghubungi kakaknya. Tak lama kemudian Rachel dan Arshapun datang menjemput Aisyah.
"Ada apa dek? Kenapa gak langsung masuk aja?" tanya Rachel lembut.
"Bagaimana mungkin aku bisa masuk jika orang itu menyuruhku pergi bahkan mengancamku untuk melaporkan satpan dan akan menyeretku keluar. Aku gak suka caranya dia berbicara kepada ku ataupun kepada orang lain. Mentang mentang dia kerja di sini, dia bisa seenaknya bersikap kayak gitu. Gak punya sopan santun dan etika. Pecat dia dan carilah karyawan yang bisa menghormati dan menghargai banyak orang, tak peduli apapun statusnya. Entah itu orang kaya ataupun orang miskin, mereka layak untuk kita hormati dan hargai. Aku gak mau dia masih ada di kantor kaka." Ucap Aisyah meninggikan suaranya hingga resepsionis itu mendengar semua ucapan Aisyah. Bukan hanya resepsionis itu tapi beberapa pegawai yang ada di sana mendengar semua ucapan Aisyah. Aisyah pergi keluar dengan di susul oleh Rachel.
"Arsha, tolong kamu urus dia. Pecat dia sekarang juga. Aku tak ingin liat wajah dia lagi." Ucap Rachel lalu ia lari menyusul adiknya yang sudah masuk ke dalam mobil.
Arsha langsung memecat karyawan itu saat itu juga dan memberitahu kepada semua karyawan kalau Aisyah itu adalah adik kandung Rachel. Dan itu tandanya Aisyah juga merupakann bos di sana. Dan tak ada yang boleh menghina Aisyah setelah ini. Kurang lebih itulah yang di ucapkan oleh Arsha di depan pegawainya.
Sedangkan Rachel ia berhasil masuk ke dalam mobil sebelum mobil itu di jalankan.
"Adek jangan marah dong." Rayu Rachel.
"Aku gak marah ka. Hanya kesal." Ucap Aisyah sambil fokus menyetir mobil.
__ADS_1
"Iya sudah maafin kakak ya. Karyawan itu sudah di pecat kog. Dan setelah ini tak akan ada lagi yang berani hina kamu. Jikapun ada maka mereka akan berhadapan dengan kakak." Ujar Rachel.
"Aku percaya sama kaka." Ucap Aisyah tersenyum.
"Kita mau ke mana sekarang?" tanya Rachel.
"Kita akan beli es krim setelah itu aku akan mengantar kakak kembali ke kantor." Ucap Aisyah.
"Baiklah, aku akan menuruti keinginan kamu." Ucap Rachel tersenyum.
Tibalah mereka di resto es krim.
Aisyah dan Rachel memesan ruangan VVIP.
Aisyah memesan beberapa es krim kesukaannya. Dan tak lama kemudian es krim pun datang.
__ADS_1
"Kenapa mesenn banyak banget dek?" tanya Rachel.
"Cuma 4 kog ka." Jawab Aisyah tersenyum.
"Nanti kalau gak habis gimana?" tanya Rachel.
"Pasti habis kog ka. Percaya deh. Kaka pilih yang mana?" tanya Asiyahh.
"Yang ini aja deh." Ucap Rachel sambil mengambil salah satu es krim yang ada di atas meja.
Setelah puas makan es krim. Aisyah pun mengantarkan Rachel ke kantornya.
"Adek gak mau ke ruangan kakak dulu. Adek kan belum pernah tau bagaimana kantor kakak di sini?" tanya Rachel.
"Gak ka. Lain kali aja deh aku ke sini lagi."
"Janji ya." Ucap Rachel.
"Iya kakakku sayang. Aku janji. Sana gih masuk."
"Oke, kamu hati hati ya di jalan. Nanti kalau udah sampai rumah, langsung chat kaka biar kakak gak hawatir."
"Oke. Aku pulang dulu ya.."
__ADS_1
"Iya."
Aisyah pun melajukan mobilnya menuju rumah sedangkan Rachel masuk ke kantornya dan langsung pergi ke ruangannya tanpa mau peduli dengan pegawai yang menatap dirinya sekarang.