Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Sidang


__ADS_3

Saat ini Taufiq sudah cukup mengumpulkan semua bukti untuk menjerat Nadia ke dalam sel tahanan. Apalagi ketika papanya Taufiq memberi bukti kejahatan Nadia selama ini.


Papanya Taufiq mengambil CCTV rumah sakit di mana Nadia menyiksa Aisyah beberapa kali dan juga menukan dua orang yang nantinya akan menjadi saksi. Kebetulan pas Nadia membawa mobil untuk mencelakai Will dan Aisyah, saat itu Nadia bersama dengan kedua adiknya yang masih SMA dan SMP. Papanya Taufiq sudah memberikan pengertian kepada kedua adiknya untuk berbicara jujur jika di tanya oleh pak polisi. Sedangkan Taufiq mengambil vidio rekaman pas kecelakaan, kebetulan saat kecelakaan itu terjadi, ada CCTV sehingga kecelakaan itu terlihat jelas bahwa ada satu mobil yang dengan sengaja menabrak mobil yang berjalan dengan kecepatan sedang hingga membuat mobil yang di kendarai oleh Will jatuh ke jurang.


Tak hanya itu saja, Taufiq juga membeli mobil Nadia tanpa sepengetahuan Nadia. Kebetulan Nadia ingin menjual mobilnya untuk menghilangkan barang bukti. Dan Taufiq menyuruh orang bawahannya untuk membeli mobil Nadia karena barang itu yang akan menjadi salah satu bukti untuk memperberat hukuman Nadia karena Nadia mencoba menghilangkan barang bukti.


Taufiq juga sudah mengeprint chat yang berupa ancaman Nadia kepada Aisyah. Untunglah Taufiq bisa membobol pasword Aisyah. Sehingga Taufiq dengan mudahnya bisa mencari tau apa aja yang di bicarakan Nabila dan Aisyah


Setelah merasa cukup, Taufiq membawa barang bukti itu ke kantor polisi. Dan polisi pun segera memproses apa yang di ajukan oleh Taufiq. Dan saat itu juga beberapa polisi langsung menangkap Nadia di rumahnya. Tak ada yang percaya jika Nadia melakukan hal rendah itu bahkan mamanya yang kebetulan punya penyakit jantung langsung meninggal saat itu juga ketika polisi menangkah Nadia dan memberitahu kasus yang menimpa Nadia bahkan papanya juga sangat kecewa terhadap Nadia. Walaupun Nadia adalah putrinya tapi papanya Nadia hanya bisa pasrah karena apa yang di lakukan oleh putrinya memang sudah sangat keterlaluan. Bahkan Papanya Nadia tidak mau tau tentang apa yang terjadi dengan putrinya itu. Papanya Nadia hanya fokus sama istrinya yang kini sudah tiada akibat ulah dari putri yang sangat di cintainya.


 


--------------------------------------------------------

__ADS_1


 


Setelah satu bulan penangkapan Nadia. Kini Taufiq, Cinta, Pram, Jay, Ila, Ica, Ani dan Ana serta kedua orang tua Cinta dan Taufiq berada di ruang sidang. Banyak media yang ingin meliput acara ini dan Taufiq tidak melarang mereka. Biarlah mereka meliput acara ini biar seluruh dunia tau siapa Nadia sebenarnya agar tak ada lagi yang tertipu dengan wajah polosnya itu.


Saat ini Nadia sudah duduk di kursi tersangka, ia hanya di temani pengacara yang di kirim oleh papanya. Walaupun papanya gak mau tau lagi tentang nasib putrinya tapi paling tidak, papanya masih punya hati untuk mengirim pengacara untuk menemani Nadia saat persidangan.


"Berdasarkan undang undang ...... ayat ...... tahun......... tentang pembunuhan berencana dan menghilangkan barang bukti. Maka dengan ini pihak pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada tersangka."


 


Taufiq dan Cinta hanya bisa bernafas lega karena kini pelakunya akan masuk ke dalam sel penjara selama seumur hidupnya dan itu adalah hukuman yang pantas buat seseorang yang mendahulukan emosi ketimbang akal fikriannya.


Sebelum Nadia di bawa masuk ke dalam, Cinta meminta waktu kepada pihak yang berwajib untuk mengobrol dengan Nadia sebentar. Dan mereka pun memberikan waktu 15 menit untuk Cinta mengobrol dengan Nadia.

__ADS_1


"Aku tak menyangka jika kamu tega melakukan hal ini kepada keluarga kami." Ucap Cinta dengan nada sedih bahkan air mata terus mengalir di pipinya.


"Aku yang mengandung dia, melahirkan dia dengan menaruhkan nyawaku, menyusuinya siang malam, tak peduli seberapa lelahnya diriku hanya untuk bisa melihat dia tenang dan tak lagi menangis. Aku mendidik dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, tak pernah sekalipun aku membentaknya apapun kesalahan dia apalagi sampai melukai fisiknya. Aku sangat menyayangi dan mencintainya. Aku rela melakukan apapun demi melihat ia tersenyum, kebahagiaan dia adalah kebahagiaanku. Bagiku dia adalah harta terindah yang aku miliki. Tapi kamu dengan sekejab menghancurkan semuanya. Kamu tega menyakiti menantu kami dan membuat anakku terbaring koma. Bahkan kini anakku sedang memperjuangkan hidupnya. Kamu tau, hatiku rasanya sangat hancur. Hancur sehancur hancurnya. Ibu mana yang tega melihat anaknya yang kini terbaring koma. Entah apakah ia masih bertahan atau malah meninggalkan kami untuk selama lamanya. Nak, kau masih muda dan sangat cantik, bahkan wajahmu begitu polos tapi kenapa hatimu begitu busuk. Kenapa kamu dengan kejamnya membuat anakku seperti itu dan sekarang menantuku hilang entah kemana.


Jikapun kamu mencintai putraku tak seharusnya kamu tega melakukan hal keji seperti ini. Cinta tak harus memiliki. Kau masih muda dan aku yakin banyak pemuda di luaran sana yang mengantri untuk bisa mendapatkan hatimu tapi kenapa kau terus saja mengganggu ketenangan putraku dan menantuku bahkan beberapa kali kau dengan kejamnya menyiksa menantuku. Apakah kau tak punya hati.


Dari kecil kau di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya tapi menantuku, dari kecil ia sudah tinggal di panti asuhan. Tak pernah sekalipun ia merasakan cinta dan kasih sayang. Saat ia masuk ke keluarga kami, aku sangat bahagia. AKu ingin ia merasakan bagaimana mempunyai seorang ibu dan ayah, bagaimana rasanya ia mempunyai keluarga lengkap. Keluarga yang sebelumnya belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.


Apa susahnya engkau mengalah demi dia. Dia dari dulu hidupnya begitu menderita dan sekarag, baru saja ia merasakan kebahagiaan dan kau dengan kejamnya membuat ia menderita dan sekarang tak ada satupun yang tau di mana ia berada. Apakah dia masih hidup atau sudah meninggal.


Kenapa sayang, kenapa kau tega menghancurkan keluarga kami seperti ini. Hanya karena cinta kau berubah menjadi wanita yang sangat kejam. Bahkan karena kelakuanmu itu, ibumu meninggal. Apakah kini kau sudah puas nak. Kau sudah membuat putraku koma,, membuat menantuku hilang entah kemana dan kau juga sudah membuat ibumu meninggal bahkan papa dan kedua adikmu harus menanggung kelakuanmu yang tak manusiawi itu. Kini kedua adikmu harus berhenti sekolah karena mereka tak sanggup di bully oleh teman temannya karena ulahmu bahkan ayahmu juga hampir gila karena ia di pecat dari kantor karena perusahaan gak mau menampung seorang ayah yang anaknya seorang pembunuh. Apakah kau sudah puas menghancurkan keluargaku dan keluargamu sendiri. Ingat nak, kasusmu itu di lihat oleh berjuta juta orang. AKu emang tak bisa memaksa mereka untuk tidak meliputmu karena aku ingin semua orang tau siapa dirimu yang sesungguhnya.


Wanita yang sangat cantik namun hatinya tak secantik wajahnya. Bahkan kini kau harus menghabiskn sisa umurmu di sel penjara. Semoga dengan kejadiain ini kau bisa mengambil hikmahnya. Jangan suka merebut sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain. Jangan suka iri dengan kebahagiaan orang lain dan jangan sampai kau di butakan oleh cinta hinga kau melakukan cara apapun untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Sayang sekali, kau kulyah tinggi tinggi tapi kini kau hanya mendekam di penjara. Tak akan ada lagi yang peduli terhadapmu, tak akan ada lagi rasa kasihan untukmu. Karena mulai detik ini semua orang akan menatapmu dengan penuh kebencian. Dan saya harap, penyesalanmu akan menjadikan hukuman tersendiri buatmu. Tapi jika kau tak merasa menyesal, aku cuman bisa berdoa agar tuhan bisa membalas rasa sakitku ini." Ucap Cinta. Ia menghapus air matanya dan pergi begitus saja meninggalkan Nadia yang dari tadi bungkam seribu bahasa. Entah apa yang di rasakan oleh wanita itu, tapi air mata mengalir begitu derasnya hingga akhirnya Nadia pingsan saat itu juga.

__ADS_1


Cinta keluar dari ruangan dengan hati yang sangat hancur, sebenarnya ia tak tega berbicara seperti itu tapi mengingat apa yang sudah ia lakukan kepada anak dan menantunya membuat rasa kasihan itu berubah menjadi rasa benci.


Kini Cinta dan keluarga besarnya menuju rumah sakit dimana Will terbaring koma.


__ADS_2