
Setelah pulang dari rumah Cinta dan Taufiq. Jay mengajak istri dan anaknya untuk mengunjungi pesta temannya. Dan pesta itu di mulai dari jam 6 sore sampai jam 23.30 alias jam setengah 12 malam.
Namun di pagi harinya, saat Ila ingin membangunkan Alina. Ila sangat kaget karena badan Alina sangat panas.
"Mas...Mas Jay.." teriak Ila panik. Jay waktu itu sedang menghangatkan mobilnya untuk berangkat kerja.
Jay yang merasa ada yang aneh segera lari karena tak biasanya sang istri berteriak seperti itu.
"Ada apa yank?" tanya Jay yang melihat istrinya sangat panik.
"Alina mas, dia badanya panas banget." ucap Ila sambil menitikkan air mata.
"Kamu kompres aja dulu, nanti kalau masih belum membaik. Kita bawa ke rumah sakit." ujar Jay berusaha untuk tenang.
Karena sejak Alina lahir sampai sekarang, sudah 4x dia demam kayak gitu. Jadi Jay tak terlalu cemas beda saat pertama kali Alina terkena demam rasanya dunia seperti mau runtuh.
Mungkin Alina demam karena kemaren Alina seharian main di rumah Cinta dan Taufiq lalu setelah itu pergi ke pesta sampai tengah malam. Mungkin Alina kelelahan jadi paginya langsung demam.
__ADS_1
Ila menyiapkan air hangat dan juga kain buat kompres Alina.
"Mas, aku minta tolong. Kamu kompres Alina ya, aku mau bikin bubur dulu buat Alina biar dia bisa minum obat." ucap Ila
"Iya sayang." jawab Jay.
Jay pun terpaksa mengirim pesan kepada seseorang untuk membatalkan semua meeting hari ini. Sedangkan meeting yang gak bisa di batalkan, Jay meminta tolong kepada Pram untuk menggantikan posisinya dan untunglah Pram mau membantu dirinya.
Jay mengompres sang buah hati dengan telaten. Setengah jam kemudian, Ila sudah selesai memasak buburnya. Ia juga mengambil fitamin buat Alina.
Saat Ila ingin membangunkan Alina, Alina tak bangun bangun.
Jay pun mencoba membangun putrii tapi tak ada hasil. Tubuh nya panas namun kakinya saat di pegang sangat dingin. Dan tak lama kemudian, Alina kejang kejang hingga membuat Ila dan Jay semakin panik.
Jay langsung menggendong Alina dan masuk ke dalam mobil. Ila juga masuk ke dalam mobil untuk memangku putri nya sedangkan Jay menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.
15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit Wil. Wil yang melihat Jay menggotong putri nya langsung menghampiri.
__ADS_1
"Jay ada apa?" tanya Will cemas.
"Will, putriku sakit. Tolong kamu sembuhin dia." jawab Jay, suaranya gemetar menandakan ia bener bener dan takut dan gelisah.
"Ayo segera bawa ke ruanganku." ucap Will.
Jay pun membawa Alina ke ruangan Will. Dan Will pun memeriksanya.
"Jay, anakmu kritis kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Will marah.
"Aku..." Jay tak mampu bicara, ia merasa bersalah kepada putrinya. Andai tadi malem ia gak membawa putrinya ke pesta hingga pulang tengah malam, mungkin keadaan nya tak akan seperti ini.
"Kamu dan istrimu keluar dulu ya. Aku dan beberapa dokter akan berusaha semaksimal mungkin agar Alina bisa sembuh." ucap Will. Jaypun mengangguk, ia menunggu di luar bersama Ila.
Jay menelvon Taufiq ( ayahnya) dan juga Angga ( papa mertuanya) untuk memberi tau keadaan cucunya.
Taufiqpun yang mendengar kabar bahwa Alina ada di rumah sakit langsung berangkat bersama sang istri, Aisyah dan juga Khaleed yang di gendong oleh Cinta karena tak mau di gendong oleh Aisyah. Maunya hanya di gendong oleh Cinta dan Cintapun tak mersa keberatan.
__ADS_1
Aisyah juga diam diam menghubungi Ani, Ana dan juga Ica untuk memberitahu mereka bahwa Alina sekarang masuk rumah sakit. Bagaimana pun mereka juga harus tau tentang kabar ini.