Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Melihat RUKO


__ADS_3

Sepulang kuliah, Elsa membawa Naila untuk melihat RUKO yang sudah beberapa tahun gak di tempati. Hanya dalam waktu 45 menit akhirnya merekapun sampai di halaman RUKO. Elsa dan Naila turun dari mobil.


“El, beneran ini RUKO nya?” tanya Naila, RUKO itu terlihat sangat mewah hanya saja cat temboknya sudah agak buram mungkin karena sudah lama gak di tempati. Tapi jika di cat ulang bisa di pastikan kalau RUKO ini akan terlihat lebih indah apalagi halamannya sangat luas bisa di buat tempat parkir.


“Iya, benar. Maaf ya jelek soalnya mama dan papa sudah lama tidak mengurus RUKO ini malah rencananya RUKO ini akan di jual dengan harga murah yang penting laku.”


“Ini mah gak jelek El. Kita cukup sedikit merenovasi aja pasti nanti hasilnya akan sangat bagus. Jika memang RUKO ini mau di jual, gimana jika  RUKO ini aku yang beli tapi aku gak bisa bayar sekarang mungkin aku akan menyicilnya tiap bulan. Itu sih jika kamu mau.”


“Baiklah, aku setuju. Aku akan jual RUKO ini untuk kamu dan masalah harga RUKO nya jangan di ambil pusing, kamu bisa bayar kapan aja sesuai kemampuan kamu.”


“Makasih ya El. Aku sangat bersyukur bisa kenal sama kamu, kamu terlalu baik buat aku. Aku janji, aku gak akan pernah melupakan kebaikan kamu.”


“Aku cuman berharap selamanya kita akan menjadi teman baik dan kita tidak boleh bermusuhan apapun yang terjadi. Aku sudah menganggap kamu sebagai teman dekatku, sebagai sahabatku dan sebagai saudaraku. Jadi apapun yang kamu butuhkan, aku akan membantunya sebisaku dan semampuku. Ayo kita masuk, kamu pasti penasaran kan isinya gimana?” ajak Elsa. Ia melangkah menuju pintu masuk, tak lupa ia mengambil kunci di dalam tas. Setelah ia menemukan kuncinya, iapun segera membuka pintu masuk. Dan tara….

__ADS_1


Naila benar benar di buat kaget dengan isi yang semuanya masih utuh hanya saja semua fasilitasnya di tutup pakai plastik agar tidak kotor.


“Aku gak nyangka loh El, aku fikir RUKO ini gak ada isinya masih kosong plong tapi ternyata semuanya lengkap. Kamu yakin mau jual RUKO ini beserta isinya dengan harga yang sangat murah. Apa kamu dan kedua orang tuamu tidak rugi El?”


“Enggaklah, kami gak rugi kog. Dari pada RUKO ini di biarkan kosong selamanya mendingan di jual dengan harga murah dan berhubung kamu ingin membelinya jadi kamu termasuk orang yang beruntung. Iya sudah gimana jika hari ini kita bersih bersih dulu. Aku akan menelvon seseorang untuk membantu kita membereskan RUKO ini. Bentar ya.” Elsa mengambil Hp dan menelvon seseorang untuk datang ke RUKOnya. Sebenarnya RUKO ini memang mau di jual tapi harganya tentu tidaklah murah. Karena mama dan papanya menawarkan RUKO ini dengan harga 2 miliar lebih tapi berhubung Naila membutuhkannya, Elsa terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan menjual RUKO dengan harga yang sangat murah bahkan ia hanya menjualnya dengan harga 150 juta beserta


perlengkapannya yang masih bagus dan utuh. Semuanya lengkap, tinggal ngecat ulang temboknya dan membuka semua kursi lemari dan semua peralatannya lainnya yang masih terbungkus plastik dengan sangat rapi.


“El, kog kamu gak bilang sih kalau kamu menyewa tukang sampai 20 orang?” tanya Naila heran.


“Kalau aku bilang, pasti kamu akan menolaknya. Santai aja, tukannya aku yang bayar kog. Mumpung aku lagi baik hati nih. Lagian jika aku Cuma menyewa 1 atau dua orang saja, pasti lama sedangkan aku lihat kamu sudah pengen banget buka restoran secepat mungkin jadi aku akan bantu untuk mempercepat semuanya. Aku pastikan nanti malam RUKO ini sudah selesai dan besok kita tinggal menyiapkan pegawainya aja. By the way, kamu


sudah nemu belum siapa pelayan yang akan membantu kamu membangun sebuah restoran.” Tanya Elsa.

__ADS_1


“Belum, aku kan baru lihat RUKO nya sekarang. Jadi mana mungkin aku sempat membuka lowongan kerja.” Jawab Naila. Naila berfikir bahwa hari ini ia akan melihar RUKO nya dulu dan jika cocok keesokan harinya ia akan membersihkan RUKO serta mencari beberapa tukang untuk membantu dirinya membuat RUKO nya semenarik mungkin. Baru setelah selesai semua, Naila akan membuka lowongan kerja untuk bekerja di restorannya tapi semuanya tidak sesuai rencana karena Elsa dengan sigap langsung membersihkan RUKO ini saat ini juga dan langsung menghubungi para tukang bahkan tukang yang ia sewa pun gak nanggung nanggu langsung 20 tukang sekaligus dan ia memastikan jika para tukang itu akan menyelesaikan pekerjaanya malam ini juga. Jika di lihat lihat para tukang itu bukan tukang abal abal melainkan tukang yang sudah professional semua. Naila benar benar tidak habis fikir kenapa Elsa mau membantu dirinya sampai sejauh ini dan Naila juga tidak percaya jika Elsa mau menjual RUKO dengan harga yang teramat sangat murah bahkan Naila bisa memperkirakan berapa harga RUKO ini


beserta perlengkapannya. Tapi Naila harus pura pura percaya tapi jika suatu saat ia berhasil, ia akan mengganti semua uang yang sudah di keluarkan oleh Elsa. Ia juga tidak akan melupakan semua kebaikan Elsa kepadanya.


Walaupun mereka baru ketemu beberapa hari yang lalu tapi Elsa dan Naila sudah sangat akrab hanya saja Elsa merasa sedikit hawatir jika Taufiq bertemu dengan Naila, Taufiq akan jatuh cinta kepada Naila dan jika sampai Naila juga mempunyai perasaan yang sama mungkin Elsa akan memilih mundur dan mencoba untuk mengikhlaskan mereka. Tapi untuk saat ini, ia belum siap jadi ia akan berusaha semaksimal mungkin agar Taufiq dan Naila tidak


bertemu sampai Elsa siap menerima kenyataan yang pahit.


Setelah jam 8 malam. RUKO  akhirnya selesai di chat semua dan perlengkapan sudah di tata sedemikian rupa hingga semuanya terlihat indah dan menarik dan bisa di pastikan siapapun yang makan di sini akan betah. Setelah


semua tukang pamit pulang, Elsa dan Naila pun segera menutup RUKO dan langsung pulang menuju rumah. Sesampai di rumah, Naila hampir saja kena di omelin oleh sang bunda karena ia tidak sempat menelvon bunda untuk memberi tahu kalau dirinya pulang telat tapi untunglah ada Elsa yang membantu dirinya menjelaskan


kepada sang bunda sehingga bunda tidak marah marah lagi.

__ADS_1


__ADS_2