
"Cin, nanti temenin aku ya ke Mall?" Ucap Ivan..
"Ngapain?" Tanya Cinta
"Aku mau beliin hadiah untuk orang yang sangat aku sepesial." Ucap Ivan.."Oh ya El, kamu juga ikut ya." tambahnya
"Maaf, Van aku gak bisa. Aku nanti ada janji sama mama mau pulang cepat karena mama mau ngajak aku ke rumah temannya yang lagi ulang tahun. Sekali lagi maaf ya."
"Iya El, gak papa. Aku ngerti kog." Ucap Ivan tersenyum. Di dalam hati ia bersyukur Elsa gak ikut. Karena sebenarnya ia gak ingin ngajak Elsa tapi ia juga gak enak hati kalau cuma Cinta yang di ajak sedangkan di sampingnya ada Elsa.
"Tapi Cin, kamu mau kan nemenin aku. Aku mohon." Ucap Ivan dengan wajah memelas.
Setelah berfikir lama, Cintapun mengiyakan. Padahal sebenarnya sepulang sekolah, ia ingij ke Panti tapi ya sudahlah, mungkin Ivan lebih membutuhkan dirinya.
Perbincangan mereka segera di akhiri setelah guru masuk di tengah tengah mereka.
Cinta, Elsa dan Ivanpun mulai fokus mendengarkan keterangan guru yang menerangkan pelajaran di depan. Hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 09.00...Pelajaran usai. Cinta segera ke musholla sedangkan Elsa memilih ke kantin. Ivan sendiri memilih untuk pergi ke perpus.
Jam 09.30 mereka berkumpul di taman belakang. "Cin?" Panggil Elsa
"Iya, El." jawab Cinta
"Besok mama sama papa ke Bandung. Kamu nginep di rumahku ya." Pinta Elsa, karena sejujurnya ia merasa takut sendirian di rumahnya. Yah walaupun ada pembantu tapi tetep saja takut, ia juga sangat kesepian.
"Aku ijin dulu ya sama bunda." Jawab Cinta
"Aku boleh ikut gak?" ucap Ivan.
"Boleh sih tapi jangan nginep ya. Pulang sekolah, kamu boleh ke rumahku tapi jam 5 sore kamu harus pulang. Bukan maksudku untuk ngusir tapi mama dan papa ngelarang aku bawa teman laki laki ke rumah jika malam hari. Kalok siang gak papa. Tapi kalau temen cewek, mama gak masalah. Iya setuju setuju aja." Elsa mencoba menjelaskan panjang lebar. takut ada salah faham.
"Oke deh, besok aku ke rumahmu bareng Cinta dan aku janji jam 5 sore aku pulang." Jawab Ivan sambil melirik ke arah Cinta.
"Van, gimana kalau kamu berangkat duluan ke rumah Elsa. Jam 4 aku nyusul soalnya aku masih harus bantuin papa di kantor. Gak papakan?"
"Iya cin, gak papa. Tapi nanti tetep jadi kan, nemenin aku." tanya Ivan.
"Iya jadi kog." jawab Cinta
"Oke deh, sekarang kita masuk yuk. Bell udah bunyi tuh." Elsa segera menyela. Entah kenapa setiap melihat Ivan selalu melirik ke arah Cinta, hati Elsa sakit. Ia merasa begitu cemburu. Tapi ia tak ingin menampakkan itu semua. Karena ia gak mau menghancurkan persahabatan hanya karena rasa yang ia pendam.
---------
__ADS_1
Sepulang sekolah, Ivan dan Cinta langsung pergi ke Mall. Mereka naik sepeda motor. Cinta menaruh tas nya di tengah biar mereka gak bersentuhan. Ivan juga memberikan jaketnya agar Cinta gak kedinginan pas di jalan.
"Pelan pelan ya Van." Pinta Cinta dengan suara agak keras takut Ivan gak denger.
"Iya Cin. Maaf ya seharusnya aku tadi pagi naik mobil biar kamu gak kedinginan kayak gini."
"Gak papa Van, aku juga seneng kog naik sepeda motor. Lagian aku juga udah lama banget gak pernah naik sepeda motor. Kamu jangan hawatir, aku gak merasa kedinginan sedikitpun. Jaket kamu tebel dan bisa menghangatkan tubuhku. Iya sudah, kamu fokus aja nyetir."
"Oke."
Dalam waktu 45 menit mereka sudah sampai di Mall. Ivan segera memarkirkan sepeda motornya dan mengajak Cinta ke lantai 3.
"Kita mau kemana, Van?" tanya Cinta
"Kamu ikut aja ya. Nanti kamu juga pasti tahu kog."
"Oke deh." Cinta gak membantah. Ia berjalan di samping Ivan. Ingin rasanya Ivan memegang tangan Cinta tapi ia takut, takut jika Cinta marah dan menuduhnya yang enggak enggak. Padahal Ivan cuma ingin memegangnya, gak lebih. Tapi ya sudahlah, jalan seperti ini sudah membuat Ivan merasa bahagia.
Ivan dan Cinta berhenti di salah satu toko yang berisi banyak boneka.
"Kamu mau belli boneka, Van?" tanya Cinta.
"Tergantung, Van. Ada sebagian yang suka tapi ada sebagian lagi yang kurang suka."
"Kalo kamu sendiri, suka gak?
" Aku sih suka, Van. Ngomong ngomong katanya kamu mau ngasih hadiah untuk orang yang spesial. Apa itu cewek?"
"Iya Cin. Makanya aku ngajak kamu. Soalnya aku gak tau seleranya apa."
"Tapi gimana jika seleraku ma dia beda. Kan setiap wanita seleranya gak selalu sama, Van."
"Aku yakin, apapun yang kamu pilih. Dia pasti suka."
"Baiklah."
Cinta memilih boneka paling gede berwarna pink. "Ah, rasanya kalau boneka ini jadi milikku. Betapa bahagiaanya aku. Bisa meluk boneka ini tiap malam." Ucap Cinta dalam hati sambil memeluk boneka itu.
Ivan hanya memerhatikannnya. "Kamu suka itu?" tanya Ivan..mengagetkan Cinta. "Aku sih suka tapi gimana dengan orang yang mau kamu kasih hadiah. Apakah dia juga suka dengan pilihanku. Ini terlalu besar dan harganyapun pasti mahal. Apa kita pilih yang kecil aja ya?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Jika kamu suka itu, aku mau pilih itu aja." Ivan mengambil boneka besar itu. Bahkan boneka itu hampir sama tingginya dengan dirinya dan lebih gemuk tentunya. Ivan segera ke kasir, Cinta mengikutinya dari belakang.
"Berapa mbak?" tanya Ivan ke mbak kasirnya.
"Tiga juta tujuh ratus mas." Jawab kasir itu.
Ivan segera mengambil kartu dan memberikannya kepada kasir itu. Setelah transaksi selesai, Ivan membawa Cinta ke Cafe yang tak jauh dari tempat itu.
"Kamu duduk sini ya." Ivan menarik kurai ke belakang dan menyuruh Cinta untuk duduk. Setelah Cinta duduk, barulah ia ikutan duduk di samping Cinta.
"Kamu mau makan apa?"
"Aku masih kenyang, Van."
"Hemmz."
"Beli minuman aja deh, kalau gak mau makan."
"Aku gak haus, Van. Aku ingin pulang aja."
Ivan merasa kecewa mendengar jawaban Cinta. Padahal ia ingin lama lama di samping Cinta. Tapi apalah daya, Ivan gak bisa maksa. Mau gak mau Ivan dan Cintapun pulang.
"Bonekanya taruh di tengah ya Cin, gak sempit kan?" tanya Ivan hati hati."
"Enggak, Van. Enggak sempit kog."
Ivan segera melajukan sepeda motor dengan kecepatana sedang. 1 jam kemudian mereka sampai di depan rumah Cin.
"Makasih ya Van, udah nganterin aku pulang."
"Iya sama sama. Ni buat kamu." Ivan memberikan boneka itu kepada Cinta.
"Tapi, Van. Katanya ini buat orang spesial."
"Iya dan orang yang spesial itu kamu."
"Benarkah?" Cinta tak sadar pipinya sudah memerah. Ah tadi, ia fikir boneka itu buat cewek lain ternyata untuk dirinya. Sia sia deh dari tadi ia merasa cemburu yang gak jelas. "Tuhan....kenapa aku sebahagia ini. Jangan tumbuhkan rasa Sayang ini jika pada akhirnya akan membuat hatiku terluka." Doa Cinta dalam hati.
"Kenapa bengong?" Tanya Ivan.
"Gak, gak papa. Emmmz makasih ya bonekannya. Sampai ketemu besok." Cinta segera lari masuk ke dalam rumahnya. Ia merasa malu dan juga deg degan. Ah, kenapa aku salah tingkah seperti dan kenapa aku harus lari? tanya cinta pada dirinya sendiri. Cinta membawa boneka itu ke lantai atas dan Cinta merasa lelah banget karena boneka yang ia peluk besar banget dan juga berat. Hingga sampai di kamar, ia langsung menjatuhkan dirinya ke kasur. Cinta senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi. "Apa aku sedang jatuh cinta. Tapi aku tak ingin mencintai orang lain selain suamiku. Aku harus gimana?" Saat itu juga Cinta merasa dirinya benar benar galau.
__ADS_1