Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Arsha Merindukan Ana


__ADS_3


Setelah menjemur di samping rumah selama 15 menit. Arsha membawa Arshi masuk ke dalam. Arsha membawa Arshi ke kamarnya. Di kamar itu ada banyak foto dirinya bersama sang istri. Sedangkan foto Arshi masih belum ada, mungkin nanti Arsha akan membuat foto sebanyak mungkin dan akan di pajang di samping foto dirinya dan sang istri.


Arsha duduk di kasur sambil memegang foto almarhum istrinya. Tiba-tiba ia menitikkan air mata. Ia inget bagaimana pertemuan dirinya dengan Ana saat pertama kali. Semua itu berawal saat Nadia mencelakai Aisyah. Hingga Aisyah jatuh ke jurang. Dan Arsha bersama Rachel mencoba untuk menolongnya dan siapa sangka kalau ternyata Aisyah adalah adik kandung Rachel yang selama ini Rachel cari.


Hingga akhirnya, dirinya dan juga Rachel pergi ke rumah Aisyah dan bertemu Ana. Dan sejak saat itulah mereka saling jatuh cinta.


Dan setelah itu mereka lamaran dan nikah. Sejak nikah, Arsha dan Ana selalu pergi berdua. Karena mereka berdua mengelola resto bersama.


Arsha dan Ana selalu kompak pakai baju yang sama, kerja berdua, kemana-mana berdua, makan berdua, sholat berjamaah, mandi berdua, tidur berdua. Melakukan aktivitas pun selalu berdua hingga apa yang di makan oleh Arsha, Ana pun juga memakannya. Jadi gizi yang masuk ke dalam tubuh mereka juga sama.


Walaupun itu adalah resto milik Ana dan kekayaan yang ia miliki saat ini sepenuhnya adalah milik istrinya tapi tak pernah sekalipun Ana mengungkit ungkit masalah itu, masalah harta. Bahkan tak pernah sekalipun Ana menginjak harga dirinya. Ana selalu menghormati dan menghargainya. Ana juga pintar menjaga perasaan dirinya.

__ADS_1


Uang yang masuk ke dalam rekening sebagian besar masuk ke rekening suaminya sedangkan Ana hanya mengambilnya sedikit saja buat jaga-jaga.


Ana selalu bisa membuat hari-hari nya bahagia dan menyenangkan. Arsha sangat bersyukur karena Allah memberikan istri seperti dia. Walaupun pertemuan itu sangatlah singkat tapi Ana memberikan dirinya sang buah hati sebagai tanda bukti cinta mereka berdua. Cinta yang tak kan pernah bisa di lupakan oleh Arsha seumur hidupnya.


"Sayang, aku kangen sama kamu. Biasanya kamu akan selalu ada di dekat aku tapi sekarang kamu sudah gak ada. Kini hanya tinggal aku dan putri kita. Sayang, kenapa kamu harus meninggalkan kami secepat ini? Tapi aku tau, kamu juga sebenarnya tak menginginkan ini terjadi tapi takdirlah yang membuat kita harus berpisah seperti ini.


Sayang, aku sangat menyayangi dan mencintai kamu dan saat ini aku sangat merindukanmu. Biasanya kita akan mandi bersama, tidur bersama dan makan bersama. Tapi sekarang aku harus melakukannya seorang diri.


Andai kamu ada di sini, kita pasti bahagia dengan adanya putri kecil kita di tengah-tengah keluarga kita tapi takdir memang kadang begitu kejam.


Kita yang katanya akan keliling keluar negeri bersama putri kita, juga hanya tinggal kenangan.


Bahkan kamu meninggal sebelum melihat Putri kecil kita. Tapi jika nanti putri kita sudah besar, aku akan menceritakan kalau dia punya ibu yang baik, cantik, Sholehah, sabar, kuat, dan juga sangat baik.

__ADS_1


Aku akan menceritakan bagaimana kita dulu bertemu hingga kamu meninggalkan aku bersama putri kita. Aku tak ingin putri kita tak tau menau tentang ibunya yang sudah rela memberikan kehidupannya demi kehidupan putrinya." ujar Arsha sambil mencium foto pernikahan dirinya dan sang istri.


Saat Arsha larut dengan kesedihannya, tiba-tiba Arshi menangis. Arsha pun segera mengambil Arshi dari kereta dorong bayi.



Arsha menggendong Arshi, lalu ia mencoba menenangkan nya. Namun Arshi tetap aja menangis.


"Kamu pasti haus ya sayang. Bentar ya, papa akan bikinin kamu susu." ucap Arsha sambil pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk putri kecilnya.


Sekarang Arsha sudah sangat lihai membuat susu buat Arshi berkat Cinta yang selalu mengajarinya.


Setelah memberikan susu buat Arshi, Arshi pun meminum susu itu dengan lahap. Arsha senang melihat Arshi yang gak rewel seperti bayi yang lainnya.

__ADS_1


Ya walaupun tidak di pungkiri ada rasa sedih yang menghantui perasaan Arsha melihat Putri kecilnya yang minum susu pakai dot. Seharusnya bayi seperti Arshi minum susu Asi bukan susu bayi yang di jual di toko-toko.


__ADS_2