
1 tahun kemudian..........
Setelah kematian Cinta, Taufiq selalu saja menyibukkan diri dengan bekerja di perusahaan papanya. Taufiq bahkan seperti robot karena ia bekerja hampir 24 jam. Elsa, sahabat Cinta ia selalu berusaha untuk selalu ada di dekat Taufiq. Bukan karena Elsa mencintai suami dari sahabatnya tapi karena ia ingin membantu Taufiq lepas dari masa lalu, ia tidak boleh terpuruk dalam kesedihan karena Cinta pasti akan sedih jika mengetahui suaminya masih belum bisa melepaskan Cinta sepenuhnya.
"Ka, makan siang dulu ya. Tadi aku sudah masakin masakan kesukaan mas." Ucap Elsa yang kini berada di ruangan kerja Taufiq. Elsa emang tidak pernah absen untuk selalu membawakan makan siang untuk Taufiq.
"Iya entar lagi aku makan, sekarang aku masih banyak pekerjaan." Ujar Taufiq yang masih saja sibuk dengan berkas berkas yang ada di tangannya bahkan sedikitpun ia tidak menoleh kepada Elsa maupun makanan yang kini telah siap di atas meja.
"Pekerjaan kan masih bisa di kerjakan nanti Ka. Sekarang sudah waktunya istirahat, jadi kaka harus makan dulu ya. Karyawan kaka juga sudah istirahat sejak tadi, di ruangan bawah sudah pada kosong karena mereka pergi ke kantin semua. Masak kaka yang bos nya malah sibuk terus. Ayo dong makan, mumpung masih hangat. Plis......" Pinta Elsa dengan nada sedih berharap Taufiq berhenti dengen berkas berkas yang tak penting itu.
"Baikllah, aku akan makan sekarang." Taufiq pun mematikan laptopnya dan menata berkas berkas sehingga berkas yang tadi berserakan kini telah terlihat rapi. Setelah selesai menatanya, Taufiq menghampiri Elsa yang sudah menunggunya.
__ADS_1
"Banyak banget makanannya?" tanya Taufiq.
"Iya ka, aku ingin makan bareng kaka. Jadi aku membawa makanan lebih banyak dari biasanya. Gak papa kan jika aku makan bareng kaka. Soalnya tadi aku gak sempat makan, sibuk banget. Dari kampus, aku langsung pulang ke rumah untuk masak lalu pergi ke sini. Tapi jika kaka keberatan, aku bisa makan di luar." Jawab Elsa dengan tersenyum.
"Kamu gak perlu makan di luar, kita makan bareng di sini aja. Lagian jarang jarang kita makan bareng." Ujar Taufiq.
Elsa hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala. Elsa pun mengambil kan nasi serta lauk pauk untuk Taufiq lalu ia mengambil nasi dan lauk pauknya untuk diri sendiri. Mereka makan dengan lahap. Tidak ada yang bicara satupun selagi mereka makan. Selesai makan, barulah Elsa menata tempat makannya untuk di bawa pulang lagi.
"Terima kasih." Taufiq mengambil botol air itu dan meminumnya sampai tinggal setengah.
"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Taufiq.
__ADS_1
"Aku langsung pergi ke perpus ka karena masih ada jam kuliah." Jawab Elsa, sejak Cinta meninggal. Elsa tidak lagi menyebut Taufiq dengan sebutan mas melainkan kaka karena mas hanya boleh di sebut oleh Cinta. Elsa sudah menganggap Taufiq sebagai kakaknya sendiri.
"Emang kamu sudah sholat dhuhur?" tanya Taufiq.
"Belum ka. Mungkin nanti aku sholat di kampus aja. Kebetulan di sana juga ada mushollahnya." Jawab Elsa.
"Gimana kalau kita sholat di sini aja bareng aku?" tawar Taufiq. Kebetulan di ruangannya ada kamar kecil untuk Taufiq jika ia lembur sampai tengah malam bahkan sampai dini hari. Selain kamar kecil juga ada kamar mandi serta musholla yang cukup untuk 4 orang. Taufiq jarang pulang ke rumah, Taufiq lebih suka di kantor, bahkan Taufiq dalam 24 jam hanya tidur selama 2 jam saja. Bukan apa karena jika Taufiq hanya berdiam diri saja, ia akan mengingat almarhum istrinya. Orang yang amat sangat ia cintai bahkan sampai detik ini, Taufiq masih merasa jika Cinta ada di dekatnya. Taufiq tidak pernah dekat dekat dengan cewek lain selain ibunya dan juga Elsa. Ia dekat dengan Elsa karena Elsa adalah sahabat istrinya dan Taufiq juga sudah menganggap Elsa sebagai adiknya sendiri. Taufiq tidak akan menikah sampai ia bertemu dengan sosok yang sama seperti istrinya.
"Boleh ka. Iya sudah aku ambil wudhu dulu ya." Elsa segera pergi ke kamar mandi untuk ambil wudhu lalu ia mengambil mukenah yang ada di tasnya. Taufiq juga sudah selesai ambil wudhu dan kini ia sudah siap untuk sholat dhuhur bareng Elsa.
10 menit kemudian setelah selesai sholat dan dzikir sebentar. Elsa pamit untuk pergi ke kampus. Taufiq tidak bisa mengantarkannya karena ia bentar lagi ia ada meeting dengan client.
__ADS_1