
Setelah Aisyah tau semuanya, ia mulai mencoba untuk mendekati suaminya. Sebenarnya ia ragu apakah suaminya akan menerimanya lagi setelah ia melihat wajahnya yang kini telah berubah. Apakah cinta dan kasih sayangnya masih sama seperti dulu. Entahlah, Aisyah tak peduli itu. Yang penting ia akan mendatangi suaminya dan mencoba untuk mendekatinya hingga mereka akrab dan setelah itu ia akan memberitau siapa dia sebenarnya.
Rachel juga mengizinkan Aisyah untuk mengenal lebih dekat suaminya karena ia tau Aisyah sudah lupa seperti apa suaminya dulu dan kini ia akan pura pura kenalan dengan menggunakan identitas lain.
Aisyah sudah berada di rumah sakit tepat jam makan siang tiba. Ia yakin saat ini suaminya lagi duduk santai di ruangannya.
Aisyah sudah meminta izin untuk bertemu dengan Will dan ingin konsultasi tentang penyakitkan dan mereka pun memberikan izin.
Aisyah mengetok pintu ruangan Will.
"Assalamu'alaikum." Ucap Aisyah.
"Waalaikumsalam masuk." Ujar Will.
Aisyah pun masuk dan betapa kagetnya Will melihat Aisyah ada di depannya
"Duduk." Ucap Will.
Aisyah duduk di kursi yang ada di depannya Will.
"Kamu yang kemaren pingsan itu kan?" tanya Will.
"Iya." Jawab Aisyah walau ia gak tau apa yang sebenarnya terjadi kemaren. Karena pas saat ia di bawa ke rumah sakit, ia dalam keadaan tidak sadar.
"Ada apa?" tanya Will.
"Gak ada. Hanya saja saya ingin berkenalan dengan bapak. Apakah boleh?" tanya Aisyah.
"Boleh. Tapi jangan panggil saya dengan sebutan bapak." Jawab Will seramah mungkin.
"Lalu saya harus memanggil Anda dengan sebutan siapa?" tanya Aisyah.
"Mas aja." Ucap Will.
"Oke." Ujar Aisyah tersenyum.
__ADS_1
"Nama Anda siapa?" tanya Will yang belum tau nama wanita yang kini ada di hadapannya.
"Aila." Jawab Aisyah tersenyum. Entah kenapa Will merasa saat ini ia sedang bersama dengan istrinya.
"Bolehkah saya mengajak mas untuk makan siang di luar?" tanya Aisyah.
"Boleh." Jawb Will karena ini memang waktunya makan siang. Jadi Will bisa keluar untuk makan.
Aisyah dan Will pun pergi keluar dan makan di resto milik bunda Cinta yang ada di deket rumah sakit.
"Kamu mau pesen apa?" tanya Will.
"Aku pengen nasi goreng, minumannya jus semangka ya." Ujar Aisyah.
"Baiklah." Jawab Will. Ia jadi inget istrinya dulu yang suka banget makan nasi goreng dengan jus semangka. Padahal menurut Will itu tidak cocok. Tapi karena itu kesukaan istrinya jadi ia tidak pernah melarang istrinya dulu memesan nasi goreng dengan juz semangka.
Will pun memean makanan dan minuman yang sama degnannya.
Setelah makanan datang, Aisyah melihat ada udang di nasi gorengnya. Will yang melihat Aisyah hanya menatapnya tanpa mau memakannya pun seolah ia mengerti. Will mengambil setiap udang yang ada di nasi goreng Aisyah dan menaruhnya di piringnya.
"Kamu gak suka udang?" tanya Will.
Saat mereka selesai makan, Aisyah meminum juz itu tapi ia tersedak. Will segera mengambil air putih dan memberikannya.
"Kenapa?" tanya Will.
"Terlalu manis. Aku gak suka manis manis." Jawab Aisyah dan lagi lagi Will di buat terpana. "Sebenarnya siapa dirimu Aila. Kenapa aku merasa saat ini aku sedang bersama dengan istriku?" tanya Will dalam hati.
Selesai makan, Aisyah mengajak Will ke taman dan duduk di bawah pohon.
"Apakah kamu sudah punya istri?" tanya Aisyah.
"Iya." Jawab Will.
"Dimana dia sekarang?" tanya Aisyah pura pura.
__ADS_1
"Entahlah. Aku juga tidak tau." Jawab Will sayu.
"Kog bisa gak tau?" tanya Aisyah.
"Satu setengah tahun yang lalu kami kecelakaan. Dan sejak kecelakaan itu aku koma. Setelah aku sadar, istriku sudah gak ada dan kata keluargaku. Dia hilang dan sampai sekarang belum ketemu. Aku sudah mencoba mencarinya selama ini tapi hasilnya nihil. Tapi aku akan terus mencari, aku yakin istriku masih hidup." Jawab Will.
"Semoga kamu segera bertemu dengan istrimu Mas." Ujar Aisyah.
"Terima kasih. Aku juga yakin kelak tuhan pasti akan mempertemukan aku dengannya." Ucap Will tersenyum.
"Jika tuhan tak mempertemukan kalian kembali. Apakah kamu akan mencari istri lagi?" tanya Aisyah.
"Entahlah. Tapi yang pasti aku sangat menyayangi dan mencintainya. Dan aku harap dia adalah istri pertama dan terakhirku. Aku ingin dia selalu menjadi istriku di dunia maupun di akhirat kelak." jawab Will.
"Dia sangat beruntung mendapat kan kamu." Ucap Aisyah.
"Bukan dia yang beruntung. Tapi akulah yang beruntung." Ujar Will
"Kalian ketemu di mana?" tanya Aisyah.
"Dulu dia seorang dokter juga sama seperti aku. Dia kerja di sini. Aku dan dia sering bertemu hingga aku jatuh cinta dengannya dan melamarnya." Jawab Will.
"Hemmm istri kamu pasti cantik." Ujar Aisyah.
"Yah, dia memang sangat cantik. Di dunia ini dialah paling cantik setelah ibuku." Ucap Will.
"Hemmm kamu adalah laki laki baik dan setia. Aku yakin cepat atau lambat, kamu pasti akan bertemu dengan istrimu." Ujar Aisyah.
"Iya semoga aja karena itu adalah harapan dan doaku. Bertemu dengan istriku, orang yang sangat aku cintai. Oh ya jam istirahatku udah habis. Aku harus balek ke rumah sakit. Kamu mau di siini atau gimana?" tanya Will setelah ia melihat jam tangannya.
"Aku langsung pulang aja. Aku senang bisa ngobrol lama denganmu." Ucap Aisyah.
"Aku juga senang bisa ngobrol denganmu. Entah kenapa berada di dekatmu. Aku merasa seperti ada di dekat istriku aja. Hehe......Tapi itu tidak mungkin karena kamu bukanlah istriku." Ujar Will.
"Iya.....ya sudah, aku pamit pulang dulu." Ucap Aisyah.
__ADS_1
"Iya hati hati........." Ujar Will.
Aisyah hanya membalasnya dengan senyuman. Setelah itu la pergi sedangkan Will hanya tersenyum melihat kepergiannya.