Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Mengunjungi Nadia


__ADS_3

1 bulan setelah Will sadar dari komanya. Kini ia pun sudah di izinkan pulang. Will tidak pulang ke rumahnya melainkan ia pulang ke rumah Cinta dan juga Taufiq. Cinta tak memberikan izin kepada Will untuk tinggal sendiri. Walaupun di sana sudah ada pembantu tapi mereka tak akan bisa merawat Will seperti keluarganya.


Will hanya bisa pasrah tinggal di mana aja. Will kini juga sudah sehat, tak lagi merasa pusing..Luka lukanya pun juga sudah sembuh. Kini Will akan fokus mencari istrinya. Ia akan menghabiskan tabungannya untuk bisa mencari istrinya dengan menyewa orang orang untuk membantu mencari keberadaan Aisyah.


Satu minggu setelah Will cuma makan tidur di rumah Cinta. Kini Cinta dan Taufiq pun memperbolehkan Will untuk keluar. Pram dan Jay ingin menemaninya namun Will mencoba untuk terus menolaknya hingga Pram dan Jaypun hanya bisa menghela nafas. Mereka pun memutuskan untuk tidak menemani Will tapi Pram sudah menyuruh dua orang untuk mengikuti Will secara diam diam dan melaporkan apa yang  ia lakukan di luar sana.


Sebelum ke tempat kejadian di mana kecelakaan itu terjadi, Wiil memutuskan untuk pergi ke kantor polisi menemui Nadia. Polisi memberikan waktu 15 menit untuk Will dan Nadia mengobrol

__ADS_1


"Sudah puas kamu Nad menghancurkan keluargaku?" tanya Will sinis.


"Maaf." Ucap Nadia menunduk karena ia gak berani menatap wajah Will.


"Aku gak tau kesalahanku dimana sampai kau tega menghancurkan keluargaku dan membuatku koma. Andai dulu kau gak menyiksa istriku, aku juga tak akan memecatmu dari rumah sakitku. Walaupun kamu menyakiti istriku di belakangku, aku hanya bisa diam berharap istriku bisa melawan perlakuanmu namun istriku hanya bisa diam dan mencoba untuk terus bersabar menghadapi sikapmu. Tak pernah sekalipun istriku mencoba untuk melawanmu ataupun membalas kejahatanmu padahal kalau ia mau, ia bisa saja menggunakan kekuasaanku untuk bisa membalas kejahatanmu tapi istriku hanya bisa sabar dan terus saja diam. Walaupun kamu menyiksa fisiknya bahkan melukai hatinya, tak pernah sekalipun ia mengeluh dan mengadu kepadaku. Aku pun selalu pura pura tak tau padahal aku bisa melihat jelas apa yang kamu lakukan terhadap istriku. Jangan bilang aku gak tau karena di rumah sakit itu, setiap ruangan dan setiap pojok ada CCTV jadi apapun yang kamu lakukan kepada istriku, aku bisa tau.  Tapi apa aku pernah sekalipun membentakmu dan memperlakukan kamu kasar seperti apa yang telah kamu lakukan kepada istriku? Apakah pernah sekali aja istriku menyakitimu ataupun menganggu kehidupanmu. Enggak kan? Jika pun aku dan dia berjodoh, itu karena aku yang memilihnya. Bukan salahnya menjadi istriku, tapi ini semua adalah takdir. Bukankah orang baik itu untuk orang yang baik. Bagaimana kamu bisa menjadi istriku jika sikp kamu aja begitu sangat kejam. Semua orang juga pasti akan berfikir ulang untuk menjalin hubungan denganmu. Kamu emang cantik tapi jika hatimu jahat maka tak akan ada laki laki yang mau mendekatimu selain laki laki yang juga sama brengseknya seperti dirimu.


Kau juga harus menghabiskan sisa umurmu di dalam penjara. Apakah kini kau sudah menyesal atas apa yang telah kamu lakukan terhadap aku dan keluargaku bahkan terhadap keluargamu juga? Jika memang iya, bertaubatlah sebelum semuanya terlambat. Walaupu kau tak lagi bisa menghirup udara bebas tapi paling tidak kau bisa menghabiskan waktumu untuk bisa mendekatkan diri kepada tuhan." Ucap Will mencoba untuk menahan emosinya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku menyesal." Ucap Nadia dengan air mata yang mengalir.


"Walau kau menyesal sekalipun, kau tak akan bisa mengembalikan istriku. Aku cuman berharap dia masih hidup sampaii sekarang." Ujar Will. Nadia berdiri dan berjalan mendekati Will dan berlutut di kaki Will.


"Maafkan aku. Aku benar benar minta maaf." Ucap Nadia.


"Sudahlah, nasi sudah jadi bubur. Walaupun aku memukulmu dan membunuhmu itu tak akan mengembalikan istriku lagi. Bangunlah." Ucap Will. Nadia pun berdiri dan duduk di kursi.

__ADS_1


"Aku akan pulang, aku tak membencimu. AKu hanya membeci setan yang ada pada dirimu. Jika kau ingin menebus kesalahanmu, bertaubatlah. Dan doakan aku agar aku bisa segera menemukan istriku." Ucap Will lalu ia pun pergi meninggalkan Nadia yang masih menatap dirinya dengan wajah yang sangat sedih dn rasa bersalah yang begitu luar biasa.


__ADS_2