Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Liburan ke rumah Taufiq dan Cinta


__ADS_3

Di rumah Will dan Aisyah.


Setelah pulang dari rumah sakit, Will langsung menghampiri istrinya yang masih duduk santai di ruang tengah sambil nonton film korea.


"Kog sudah pulang sayang?" tanya Aisyah.


"Iya karena sudah selesai." Jawab Will tersenyum lalu mencium pipi istrinya dan duduk di sampingnya sambil mengambil cemilan yang ada di pangkuan istrinya.


"Oh....gimana keadaan mereka?" tanya Aisyah.


"Tadi sebelum mendapatkan perawatan, keadaannya sangat memprihatinkan. Tapi setelah aku bawa ke rumah sakit dan mendatangkan dokter spesialih yang memang ahlinya, keadaan mereka sudah mulai agak membaik. Dan aku akan terus memantau keadaan mereka. Aku juga menempatkan mereka ke ruang VVIP. Dan masalah administrasi dan semuanya, akan di tanggung oleh rumah sakit." Jawab Will.


"Suamiku emang is the best deh. Makin cinta aku sama suamiku yang super baik hati ini." Ucap Aisyah sambil memeluk suaminya.


"Oh ya gimana kalau kita sekarang ke rumah Ayah dan Bunda. Kita kan udah lama gak main main ke sana." Ucap Will.


"Boleh juga. Kalau gitu, aku akan ganti baju dulu ya. Kamu juga siap siap gih. Gak mungkin kan kita ke sana pakai baju rumahan gini." Ucap Aisyah.


"Oke buk bos." Ucap Will. Ia menggendong sang istri menuju kamarnya.


"Emang aku gak berat ya?" tanya Aisyah.


"Enggak tuh." Jawab Will.


"Masak?" tanya Aisyah.


"Iya."


"Tapi kog keringetan gitu?" tanya Aisyah sambil menyeka keringat suaminya yang mengalir di dahinya.


"Keringetan itu tanda sehat." Jawab Will terssenyum. Will menggendog istrinya sampai kamarnya dan menurunkannya di kasur yang sangat empuk.


"Siapa yang mandi duluan?" tanya Will.


"Kita mandi bareng yuk." Ajak Aisyah.


"Ayo siapa takut." Ucap Will tersenyum.

__ADS_1


Willl membantu sang istri membuka bajunya begitupun dengan Aisyah, ia juga membuka baju suaminya. Setelah selesai mereka masuk kamar mandi bareng.


Setelah 30 menit, akhirnya mereka selesais mandi juga. Merekapun segera memakai baju dan bersiap siap untuk pergi ke rumah Taufiq dan Cinta.


Sesampai di rumah Taufiq dan Cinta, mereka di sambut hangat oleh Cinta.


"Assalamu'alaikum bunda." Ucap Aisyah sambil bersalaman (mencium tangan sang bunda.)


"Waalaikum salam sayang." Ucap Cinta sambil memeluk menantu kesayangannya itu. Sedangkan Will memutusksan untuk langsung duduk di sofa.


"Ayah mana bun?" tanya Will.


"Ada tuh di belakang. Lagi liat ikan masnya di kolam belakang." Ucap Cinta yang memang akhir akhir ini suaminya suka banget memelihara ikan mas. Bahkan suaminya membuatkan kolam khusus buat ikan kesayangannya.


"Kalau gitu aku ke ayah dulu bun." Ucap Will sambil pergi menemui ayahnya. Sedankan Aisyah dan Cinta duduk di sofa


"Gimana sayang, hidup sama Will. Apakah Willl sering nyakitin kamu nak?" tanya Cinta.


"Gak kog bun. Tidak pernah sekalipun Mas nyakitin aku. Yang ada dia selalu membuat hari hariku bahagia. Aku bersyukur mempunyai suami seperti Mas Will. Dia sangat baik, perhatian, pengertian dan selalu memanjakanku." Jawab Aisyah tersenyum.


"Iya bunda, aku akan selalu mengingat semua nasihat bunda." Ucap Aisyah sambil memeluk mertuanya.


"Oh ya, kamu gak menggunakan pil kontrasepsi kan sayang?" tanya Cinta.


Pil kontrasepsi (biasa disebut pil KB) adalah pil yang dikonsumsi harian yang mengandung hormon untuk mengubah cara kerja tubuh dan mencegah kehamilan.


"Gak bun. Malah aku pakai pil penyubur kandungan biar bisa segera hamil. Aku pengen bisa segera memberikan cucu buat ayah dan bunda." Ucap Aisyah.


"Sip, bunda seneng dengernya." Ujar Cinta senang karena ternyata menantunya tidak menggunakan Pil Kontrasepsi.


-------------------------------------------------------


"Ayah lagi apa?" tanya Will yang langsung duduk di samping ayahnya.


"Ini lagi ngasih makan ikan. Kamu sendiri sama siapa ke sini?" tanya Taufiq.


"Sama Aisyah yah." Jawab Will.

__ADS_1


"Oh...Pram dan Jay gak ikut?" tanya Taufiq.


"Enggak yah." Jawb Will.


"Ikannya besar besar ya yah?" tanya Will



I


"Iya dong. Kan setiap pagi dan sore, selalu di kasih makan sama ayah." Jawab Taufiq.


"Sudah ada berpa ekor yah?" tanya Will.


"Udah ada sekitar 115 kalau gak salah. Ayo ikut ayah, kita liat ikan ayah yang satunya." Ucap Taufiq mengajak putranya untuk melihat ikan di tempat yang satunya lagi.


"Nah ini ikan ayah. Bagus baguskan?" tanya Taufiq.



"Iya bagus yah, tapi kog tempatnya di buat gelap gini yah?" tanya Wil.


"Biar terliat bagus dong. Jadi cahayannya cuman samar samar dong." Jawab Taufiq.


"Oh...jadi sekarang kalau ayah di rumah, ayah sibuk ngurus ikan ini ya?" tanya Will.


"Iya, kadang ayah sama bunda seringkali duduk di pinggir kolam sambil liat ikan. Jawab Taufiq.


"Wah romantis banget yah. Oh ya Ani dan Ana kemana. Kog dari tadi aku gak liat mereka berdua?" tanya Wil.


"Mereka pergi ke rumah Oppa dad Ommanya." Jawab Taufiq.


"Pantes, mereka gak ada." Ujar Taufiq.


"Yuk ke ruang tamu. Kasihan istrimu di sana. Ayah juga udah selesai ngasih  makan ikannya." Ucap Taufiq.


Taufiq dan Will pun pergi ke ruang tamu menemui Cinta dan Aisyah yang lagi asyik ngobrol.

__ADS_1


__ADS_2