
Satu jam kemudian, mereka sudah sampai di rumah sangat sederhana yang sejuk dan asri.
Rachel dan Ani keluar dari mobil begitupun Denis dan Dimas.
Rachel membantu Ibu Fatma untuk duduk di kursi roda. Dan setelah itu, mereka memasuki rumah yang sangat sederhana.
Denis mendorong kursi roda Ibunya. Sedangkan dua kursi roda yang belum di pakai di bawa Rachel. Sedangkan Baju yang sempat beli di Mall di bawa oleh Ani dan baksonya di bawa oleh Dimas.
"Apakh menurut kalian rumah ini terlalu kecil? Jika iya, aku bisa membawa Ibu Fatma dan kedua anak ibu ke tempat lain karena aku masih punya satu lagi yang gak kepakai selain rumah ini." ucap Rachel.
"Rumah ini sudah sangat bagus. Terimakasih nak, karena kalian berdua sudah mau memberikan rumah ini secara cuma-cuma." ucap Ibu Fatma terharu.
__ADS_1
"Iya sudah jika ibu suka. Ayo Denis, Dimas. Kaljan bisa pilih kamar kalian masing-masing. Ibu juga. Kebetulan di rumah ini ada kamar tidur 3, ruang tamu, dapur dan kamar mandi satu.." ujar Rachel.
"Biar ibu di kamar belakang. Dimas kamar depan, dan aku kamar tengah." ucap Denis.
"Baiklah terserah kalian." ujar Rachel
Mereka duduk di kursi yang ada di ruang tamu
"Untuk merayakan ini semua, aku akan pesan makanan. Bentar ya." Rachel pun memesan makanan secara online. Sambil menunggu makanan datang, mereka pun ngobrol bersama.
Fatma juga menabung sedikit demi sedikit untuk bisa beli rumah sendiri. Namun kecelakaan itu merubah semuanya.
Suaminya meninggal sedangkan Fatma lumpuh. Sejak saat itu, Fatma membuka tabungannya untuk bertahan hidup, membayar kontrakan dan untuk makan sehari-hari. Fatma mencoba jualan gorengan di depan rumah namun tak ada yang beli, jangankan untung. Modal pun tak ada yang kembali.
Hingga akhirnya uang mereka bener bener habis. Fatma dan kedua putranya di usir dari kontrakan hingga mereka tinggal di kubuk itu.
Fatma tak lagi bisa jualan karena tak ada modal lagi, sedangkan dirinya juga gak bisa bekerja karena lumpuh yang akhirnya membuat dirinya gak bisa kemana-mana.
__ADS_1
Denis anak pertama mereka yang gak tega dengan ibunya dan adiknya yang seringkali kelaparan, memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih jualan koran. Walaupun dapat uang yang kadang gak seberapa namun cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari hari.
Ibu Fatma sangat bersyukur, di saat Allah mengujinya dengan begitu beratnya, tapi Allah memberikan anak yang sholeh.
Anak yang bisa membuat Ibu Fatma bahagia. Dia memang tak punya harta, tapi Ibu Fatma mempunyai dua putra yang sangat sayang padanya, sangat berbakti dan menghormati dirinya.
Mereka berdua tak pernah mengeluh karena p
mereka percaya, Allah memberikan ujian sesuai kemampuan mereka.
Ibu Fatma juga seringkali mendengar putranya mendoakan dirinya dan juga ayah mereka yang sudah tiada. Apalagi harta yang paling berharga selain mempunyai anak yang Sholeh dan berbakti kepada orang tuanya.
Banyak di luar sana yang hidupnya berlimpah dengan banyak harta namun juga hidupnya belum tentu bahagia.
Karena setiap manusia tak akan luput dari ujian dan cobaan yang akan menerpanya. Dan Ibu Fatma di uji dengan kemiskinan.
Namun sekarang, Ibu Fatma dan kedua putranya sudah bisa mulai hidup enak kembali dan itu berkat pertolongan Allah melalui perantaranya yaitu Rachel dan Ani. Dan mungkin ini adalah doa-doa Denis dan Dimas yang di ijabah oleh Allah.
__ADS_1