Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Foto mereka


__ADS_3

Foto Pram, Jay dan Wil


 


 



 


 


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


Foto Brian



 


--------------------------------------------------


Foto RACHEL



 


------------------------------------------------------------------------------------


Foto Arsha



 


--------------------------------------------------------------------------------------


Foto Ani dan Ana jika gak pakai hijab........ Ani dan Ana gak pakai hijab hanya saat mereka di dalam rumah ya. Tapi jika keluar rumah, mereka selalu menggunakan hijab. Dan inilah foto saat Ani dan Ana tidak menggunakan hijab. Cantik kan................Makhlum umurnya masih 13 tahun lebih dikit jadi masih suka selfi selfi tapi walau sebagus apapun, fotonya gak pernah di upload di medsos. Mereka hanya menyimpannya di memori hp sebagai kenang kenangan.


 


 



--------------------------------------------------------------


Foto Ica dan Ila



 


------------------------------------------------------------------------


Foto Aisyah



----------------------------------------------------------------------

__ADS_1


Foto Nadia



--------------------------------------------------


Sepulang kulyah, Jay menjemput kedua adik kembarnya.


"Kak Jay." ucap Ani.


"Ada apa dek?" tanya Jay.


"Boleh gak kalau Kak Ila dan Kak Ica numpang mobil Kak Jay? Soalnya mereka mau main ke rumah bunda. Mereka juga gak bawa mobil, tadi pagi mereka di antar oleh sopir." Ucap Ani.


"Boleh kog. Iya usah sana masuk." Jawab Jay.


"Kak Ila duduk di depan aja ya, soalnya di belakang gak cukup jika di isi 4 orang. Jadi harus ada yang ngalah satu. Gak papa kan ka jika duduk di depan?" tanya Ani kepada Ila.


"Iya gak papa kog." Jawab Ila tersenyum.


 


Ila pun duduk di samping Jay, sedangkan Ani, Ana dan juga Ica duduk di kursi belakang.


"Kita langsung pulang atau mau mampir dulu?" tanya Jay


"Emang mau mampir ke mana?" tanya Ila gugup.


"Ya biasanya kan kalau cewek itu pulang kuliah langsung pergi ke Mall, ke resto, ke tempat hiburan. Ya gitu deh atau kumpul ma teman temannya di tempat tongkrongannya." Jawab Jay tersenyum.


"Aku langsung pulang ke rumah bunda aja deh." Jawab Ila.


"Iya aku juga." Ucap Ani dan Ana bersamaan.


"Aku ikut mereka aja Mas." Jawab Ica sambil  menatap ke layar  hp nya.


"Iya sudah, berarti sepakat ya kalau kita langsung pulang." Ucap Jay.


"Iya." Jawab mereka kompak


 


 


 


 


Sesampai di rumah, mereka semua turun dari mobil.


"Assalamu'alaikum bunda." Ucap Ani sambil membuka pintu utama lalu ia pun masuk dengan di ikuti oleh Ana, Ila, Ica dan juga Jay.


"Waalaikumsalam." Jawab Cinta sambil menghampiri putra dan putrinya.


Mereka semua mencium tangan Cinta lalu duduk di sofa. Cinta pun segera mengambilkan juz yang sudah ia buat untuk lima orang yang kini duduk di sofa sambil bercanda ini dan itu. Cinta tersenyum melihat mereka yang begitu sangat akrab dan kompak.


Cinta menaruh juz itu di meja dan tanpa di persilahkan minum Ani, Ana dan juga Ica pun langsung menghabiskan satu gelas. Sedangkan Ila dan Jay hanya diam curi curi pandang hingga membuat Cinta menjadi kikuk. Cinta seperti faham akan tatapan kedua manusia itu. Pengalaman hidup yang Cinta jalani seakan akan membuat ia peka bahwa kini putranya sudah mulai jatuh cinta kepada seorang wanita dan wanita itu adalah Ila, anak dari sahabatnya.


"Kalau sudah jatuh cinta, hanya menatap orang yang ia sukapun bisa menghilangkan rasa haus dan lapar. Bahkan dunia seakan milik mereka berdua, tak lagi memperdulikan orang orang di sekitarnya. Lirik sana, Lirik sini. Duh bikin yang melihat jadi iri. Kalau emang suka, langsung bilang sebelum di embat oleh orang lain." Sindir Cinta membuat Ani, Anda dan Ica langsung menoleh ke arah Cinta lalu melihat ke arah Ila dan Jay.


"Kak Jay suka sama Kak Ila?" tanya Ani terus terang. Jay yang mendapatkan pertanyaan itu langsung melototkan matanya ke arah Ani.

__ADS_1


"Apaan sih dek?" tanya Jay sambil mengambil hp di saku bajunya dan pura pura ngecek sesuatu sedangkan Ila menunduk malau karena ketahuan melirik Jay dari tadi.


"Sok sibuk sama Hp nya padahal cuma mau ngilangin gengsi" Sindri Ana membuat Ani dan Cinta tertawa sedangkan Ila semakin malu di buatnya. Ica sendiri masih tak faham dengan apa yang mereka bicarakan.


 


"Kakak bukan sok sibuk tapi emang sibuk." Ucap Jay lalu pergi ke kamarnya.


"Ada apa sih?" tanya Ica bingung.


"Gak ada apa apa. Tadi hanya ada dua orang yang saling curi curi pandang." Jawab Cinta.


"Siapa? Kog aku gak tau? Apa jangan jangan Ila dan Mas Jay ya?" Tanya Ica.


"Nah tu tau." Jawab Ani.


"Emang sejak kapan Ila suka sama Mas Jay? Kog aku gak pernah tau ya?" tanya Ica.


"Hadddechh emang apa sih yang kamu tau dari saudara kembarmu itu? Heran daku. Kami yang orang luar ngerti. Eh kamu yang saudara kembarnya malah gak tau apa apa." Ucap Ana.


"Gimana mau tau, dianya aja gak pernah cerita." Ucap Ica membela diri.


"Walau gak cerita, paling tidak peka dikit dong." Sindir Ana.


"Iya iya aku salah. Maaf karena aku gak peka." Jawab Ica kesal.


"Idddddddiihhhhhhhhhhh gitu aja ngambek." Ucap Ani tersenyum melihat wajah Ica yang cembertu.


"Ada apa nih?" tanya Pram yang baru saja pulang kerja dan duduk di samping Ica membuat Ica jadi salting (salah tingkah).


"Itu loh ada saudara yang gak peka kalau saudara kembarnya lagi jatuh cinta." Jawab Ani sambil melirik ke arah Ila.


"Siapa? Kog aku gak tau?" tanya Pram


"Mana mungkin kakak tau. Kakak kan cowok super sibuk dan gak pernah kepo masalah orang lain. " Jawab Ana.


"Karena kakak gak pernah kepo makanya sekarang kakak mau belajar untuk menjadi orang yang selalu kepoin hidupnya orang." Jawab Pram sambil mengambil gelas yang isinya sudah tinggal setengah.


"Kog Mas Pram minum juz punyaku sih?" tanya Ica.


"Maaf, aku gak tau. Aku haus jadi aku minum apa yang ada di depanku." Jawab Pram tersenyum.


"Tapi kan seharusnya nanya dulu. Jangan langsung ambil dan minum gitu aja." Ucap Ica pura pura marah.


"Iya sudah nanti tak ganti juz nya. Mau yang rasa apa?" goda Pram.


"Rasa Cinta." Jawab Ica keceplosan lalu menutup mulutnya dengan tangannya.


"Wah kayaknya juga ada yang lagi jatuh cinta nih." Ucap Cinta tertawa.


"Iya ya bunda. Ternyata saudara kembar pada saling jatuh cinta. Apa emang musimnya orang lagi jatuh cinta ya bun?" tanya Ani.


"Entahlah." Ucap Cinta tersenyum.


"Maksudku Rasa Melon." Jawab Ica gugup sedangkan Ila tersenyum melihat saudaranya yang juga salah tingkah sama seperti dirinya.


"Iya sudah nanti tak buatin." Jawab Pram tanpa memperdulikan apa yang di ucapakan oleh sang bunda dan juga adiknya.


"Kog nanti, sekarang dong." Ucap Ica.


"Sekarang Mas capek, nanti aja ya." Pinta Pram dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Ica.

__ADS_1


"Kayaknya bunda akan segera mempunya menantu dua sekaligus nih." Sindir Cinta.


"Apaan sih bun." Jawab Pram yang langsung masuk kamar menaruh tas kerjanya dan mengganti baju dengan baju biasa lalu pergi ke dapur dan membuatkan juz melon untuk Ica.


__ADS_2