Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Akhirnya Fani Bisa Bekerja


__ADS_3

Malam harinya, setelah selesai makan malam. Ica duduk santai di depan tivi bersama bersama sang suami. Sedangkan Angel lagi belajar di ruang belajar. Angel gak boleh nonton tivi sebelum pekerjaan sekolah nya selesai.


"Mas?" panggil Ica.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Pram yang asyik nonton tivi.


"Di perusahaan mas, masih ada kan lowongan pekerjaan?" tanya Ica.


"Masih ada. Emangnya kenapa?" tanya balek Pram.


"Boleh gak jika lowongan pekerjaan itu untuk temanku?" tanya Ica.


"Boleh. Tapi sebagai staff biasa ya, dia mau?" tanya Pram.


"Iya, InsyaAllah dia sangat mau mas. Kapan dia boleh masuk kerja?" tanya Ica.


"Besok juga boleh sekalian bawa surat lamaran kerjanya." jawab Pram.


"Iya mas, makasih ya mas." ucap Ica tersenyum bahagia.


"Hemmm." jawab Pram.


Ica pun segera mengambil Hpnya untuk mengirim pesan kepada Fani.


"Assalamualaikum, Fan." ucap Ica lewat pesan chat nya.


"Waalaikumsalam." jawab Fani.


"Fan, besok kamu sudah boleh kerja di Perusahaan Xx. Taukan perusaahaan itu, jangan lupa besok sekalian bawa surat lamaran pekerjaannya ya."


"Ini beneran kan? bukan mimpi?"


"Iya beneran, besok kamu sudah bisa masuk kerja."


"Alhamdulillah makasih ya, Ica."


"Iya sama-sama. Tapi kata suamiku hanya sebagai staf biasa."


"Gak papa yang penting aku ada pemasukan tiap bulannya."


"Iya, ya udah ya. Kamu belum tidur?" tanya Ica.


"Belum, ini lagi nemenin anakku main sekalian belajar."


"Oh gitu, iya udah juga mau nemenin anakku belajar Dah dulu ya, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Setelah selesai chatan dengan Fina, Ica pun segera menaruh hp nya.


"Aku ke ruang belajar nya Ica dulu ya mas, mau ngajarin dia belajar." ujar Ica.


"Iya."


Setelah itu, Icapun segera pergi menemui putri kecilnya.


"Bagaimana sayang, sudah selesai belajar nya?" tanya Ica.


"Belum ma, soalnya ada beberapa yang gak aku mengerti."


"Iya udah sini mama ajarin." ujar Ica


Setelah itu, Ica pun mengajari putrinya untuk mengisi semua soal yang gak bisa di fahami. Setelah Angel mengerti dan semua pekerjaan sekolahnya sudah selesai, Angel pun merasa ngantuk dan ingin bobok.


"Ma, aku langsung tidur aja ya. Ngantuk."


"Iya sayang. Tapi jangan lupa sikat gigi dulu sebelum tidur."


"Iya ma."


Angel pun segera pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi, cuci muka lalu ambil wudhu. Setelah selesai, ia pun segera pergi ke tempat tidurnya dan tak lama kemudian, ia langsung terlelap karena sangking ngantuknya.


Sedangkan Ica membereskan buku-buku yang sedikit berantakan hingga terlihat sangat rapi kembali. Setelah selesai, Ica pun menghampirinya suaminya lagi.


"Sudah mas." jawab Ica lalu duduk di samping sang suami. Ica mengambil hpnya kembali dan membuka aplikasi WhatsApp.


Ica mengirim pesan kepada Ani.


"Assalamualaikum An, sudah tidur belum?" tanya Ica dan tak lama kemudian pesanannya di bales karena kebetulan Ani sedang online.


"Waalaikumsalam, belum." jawab Ani.


"An, ada salam dari Fani. Katanya dia sangat berterimakasih kasih sama kamu karena akhirnya dia bebas dari suaminya itu."


"Iya salam balek buat dia, syukur Alhamdulillah jika dia sudah merasa bebas dan sudah bisa bahagia kembali."


"Iya An, sekarang dia juga sedang mengajukan surat cerai dan besok dia juga sudah mulai bekerja kembali di perusahaan suamiku."


"Syukur Alhamdulillah, aku ikut senang mendengarnya."


"Kamu, gimana di sana? betah?"


"Hehe iya kak, betah.. Sangat betah."


"Syukurlah.. Bagaimana kehamilanmu?"

__ADS_1


"Alhamdulillah baik-baik saja. Doakan ya kak,. semoga lahiran nanti aku di berikan kelancaran."


"Aamiin."


"Kira-kira kapan kamu akan melahirkan?" tanya Ica.


"Masih kurang satu bulan setengah kak."


"Masih lama ya?"


"Iya kak."


"Iya dah, An. Kita udahin dulu ya chatnya."


"Iya kak."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah itu Ica pun menaruh kembali hpnya.


"Chatan sama siapa yank?" tanya Pram.


"Sama Ani mas." jawab Ica.


"Oh, gimana kabar dia?" tanyaa Pram.


"Alhamdulillah baik mas, katanya satu setengah bulan lagi, dia mau melahirkan."


"Semoga aja ibu dan dede bayinya selamat."


"Aamin. Kita kapan mas pergi ke rumah Arsha? Sejak Ana meninggal, kita jarang ke sana?" tanya Ica.


"Besok setelah aku pulang kerja kita ke sana, kebetulan aku pulang lebih awal sekitar jam 3 sore "


"Oke,mas. Berarti aku harus siap-siap dulu ya."


"He'em. Iya udah tidur yuk, sudah malam."


"Ayo mas."


Setelah itu, Ica dan Pram pun pergi ke kamarnya untuk tidur.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa Like, Komen dan Votenya ya 😊

__ADS_1


__ADS_2