
Setelah kemaren Jay mengantarkan Salsa ke pondok. Hari ini Jay membawa Nadia ke taman bersama Afnan. Sejak Afnan lahir, Afnan belum pernah di ajak jalan jalan keluar rumah. Dan ini untuk pertama kalinya, Jay membawa istri dan buah hatinya jalan-jalan.
Nadia sangat bahagia sekali, karena sejak ia lahir. Ia hanya diam di rumah mengurus suami dan buah hatinya. Nadia hanya keluar di taman belakang rumah, samping rumah dan di depan rumah, duduk santai sambil menunggu suami pulang kerja.
Jay membelikan kursi roda bayi untuk Afnan. Sehingga Nadia tak perlu lagi menggendongnya melainkan cukup mendorong kursi roda itu sedangkan Afnan tidur di kursi roda itu dengan sangat nyenyak.
"Sayang kita duduk di situ yuk." ujar Jay
"Iya mas." jawab Nadia tersenyum.
__ADS_1
Nadia menuju kursi yang ada di taman. Kebetulan di taman itu ada yang jualan bubur kacang hijau dan bubur ketan hitam. Nadia pun membelinya, ia beli dua mangkog. Satu mangkok untuk dirinya sendiri dan satu mangkog untuk sang suami.
Nadia dan Jay sangat bahagia bisa ke taman bersama keluarga yang lengkap.
Jay tiba-tiba teringat dengan istri pertamanya, Ila yang sudah lama Meninggalkan dirinya bersama Alina, buat hati mereka berdua.
Dulu Nadia begitu jahat, dia tega mencelakai saudara kembarnya dan juga saudara iparnya. Hingga Nadia masuk penjara dan kehilangan kedua orang tuanya. Bahkan kedua adiknya sampai menderita karena ulah Nadia.
Nadia yang tadinya di penjara akhirnya bisa bebas berkat bantuan Aisyah. Dan tak lama kemudian Nadia malah menjalin hubungan dengan Jay hingga akhirnya menikah dan punya anak.
Bukankah ini semua adalah takdir. Jika Alina tak meninggal dunia, mungkin Ila tak mungkin bunuh diri. Dan Jay tak mungkin menikah dengan Nadia hingga mempunyai Afnan, laki laki tampan yang hampir mirip dengannya.
__ADS_1
Takdir memang tak ada yang mengetahui. Bahkan Jay juga tak tau apa yang akan terjadi esok hari ataupun satu jam ke depan. Tapi yang jelas, Jay ingin mencintai semua keluarganya terutama anak dan istrinya serta kedua orang tuanya dan juga saudaranya.
Karena kita gak pernah tau kapan orang yang kita cintai itu akan meninggalkan kita untuk selamanya. Kematian tidak ada yang tau, kematian datang tanpa bisa kita cegah. Entah itu mati karena sakit, bunuh diri, kecelakaan ataupun karena sesuatu yang lain. Tapi yang jelas seseorang pasti akan meninggal jika sudah tiba waktunya. Untuk itu Jay ingin menjaga dan mencintai keluarganya dengan setulus hati. Jay tak ingin menyianyiakan waktu bersama anak dan istrinya dan Jay juga akan menjaga keluarga kecilnya untuk datang ke rumah orang tua dan saudaranya.
Jay tak mau hanya fokus mencari uang sampai lupa bahwa keluarganya juga butuh dirinya.
"Mas, kenapa bengong?" tanya Nadia.
"Gak papa, kita jalan-jalan yuk. Mumpung masig pagi." ujar Jay.
"Ayo." Nadia memberikan dua mangkog ke penjual bubur. Dan setelah itu mereka jalan-jalan mengelilingi taman. Kali ini Jay lah yang mendorong kursi roda bayi itu sedangkan Nadia memegang tang sang suami. Yah mereka yerlihat seperti keluarga yang sangat bahagia.
__ADS_1
Dan setelah puas berada di taman, merekapun segera pulang.