
Keesokan harinya, setelah selesai sholat. Will membantu sang ayah untuk menyiram tanamannya sedangkan Aisyah dan Cinta memasak untuk sarapan pagi. Khaleed memilih tidur kembali setelah sholat shubuh.
Memang tadi pagi, Will membangun Khaleed untuk ikut sholat shubuh walaupun Khaleed hanya diam menahan rasa ngantuk.
Dan setelah selesai Khaleed pun tertidur lagi. Will dan Aisyah membiarkan saja karena mereka kasihan jika memaksa Khaleed bangun di saat dirinya masih sangat mengantuk sekali.
Toh yang penting tadi sudah bangun saat waktunya sudah sholat shubuh.
Setelah selesai membantu ayahnya menyiram tanaman nya, Will pun pamit mandi untuk bersiap-siap untuk berangkat kerja.
Begitupun Taufiq, walaupun ia gak kerja. Ia tetep mandi pagi agar tubuhnya segar dan harum.
Aisyah dan Cintapun juga sudah selesai masak. Mereka segera mandi. Selesai mandi merekapun berkumpul di ruang makan.
"Khaleed belum bangun nak?" tanya Cinta.
"Belum bun." jawab Aisyah.
Setelah itu mereka pun makan bersama. Setelah selesai, Aisyah mengantarkan sang suami sampai depan pintu.
"Mas berangkat kerja dulu ya, kalau ada apa apa silahkan telfon mas. Atau kamu juga bisa pergi ke rumah sakit dan seperti biasa, kamu nunggu mas di ruangan mas." ucap Will lembut.
"Kayaknya aku gak kesana lagi, kan di sini aku sudah ada ayah dan bunda yang nemenin aku.* jawab Aisyah tersenyum.
"Iya sudah kalau gitu, mas berangkat dulu ya. Soalnya mas ada jadwal operasi pagi ini." ucap Will.
"Iya, mas hati hati ya di jalan. Gak usah ngebut ngebut." ujar Aisyah.
__ADS_1
"Iya sayang. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah kepergian suaminya, Aisyah pun langsung masuk ke dalam dan tak lupa mengunci pintu takut ada orang luar masuk tanpa izin.
"Suaminya sudah berangkat nak?" tanya Taufiq.
"Sudah yah." jawab Aisyah.
"Aku ke kamar dulu yah, takut Khaleed udah bangun tidur." ujar Aisyah.
"Iya nak."
Aisyah pergi ke kamar nya dan benar saja, Khaleed dah bangun. Ia duduk sambil menunduk. Mungkin ia masih belum sadar sepenuhnya.
"Hemm anaknya umy yang tampan sudah bangun ya." ucap Aisyah sambil memencet hidung Khaleed yang langsung dapat tatapan dari putra nya itu.
Selesai mandi, Aisyah memakaikan baju untuk Khaleed dan memberikan sedikit bedak di wajahnya.
"Hemm anaknya umy udah tampan dan wangi. Sekarang waktunya makan." ucap Aisyah. Ia menggendong putranya menuju ruang keluarga dimana ada Taufiq dan Cinta sedang duduk santai sambil nonton berita.
"Upin ipin." ucap Khaleed.
"Khaleed mau nonton Upin Ipin?" tanya Taufiq.
"Iya oppa." jawab Khaleed.
Taufiq tersenyum, ia pun mengubah channel tivinya.
__ADS_1
"Yah titip Khaleed ya, aku mau ambil nasi dulu buat Khaleed." ujar Aisyah.
"Iya nak." jawab Taufiq yang tak merasa keberatan untuk menjaga cucu nya sendiri.
Setelah mengambil nasi, Aisyah pun kembali ke ruang keluarga.
"Ayo makan sayang." ujar Aisyah.
"Olid au aem ama omma." ucap Khaleed cemberut.
Cinta pun tersenyum mendengar ucapan cucu nya itu.
"Sayang gak boleh ngerepotin omma, oke." ucap Aisyah lembut.
"Olid au aem ama omma." ujar Khaleed dengan suara tingginya.
"Iya sudah gak papa nak, biar bunda yang menyuapi Khaleed." ucap Cinta yang melihat cucunya itu bersikeras ingin di suapi oleh dirinya.
"Tapi ma..."
"Gak papa sayang, bunda gak merasa di repotkan. Malah bunda senang bisa menyuapi cucu bunda yang tampan ini." ucap Cinta sambil mnegambik Baskom di tangan Aisyah yang berisi nasi dan lauk pauk. Cinta menyuapi Khaleed dengan sangat lembut.
"Nanti kamu seharian mau kemana nak?" tanya Taufiq.
"Gak kemana mana yah, di rumah aja." jawab Aisyah tersenyum.
"Kalau gitu nanti bantuin bunda ya bikin kue." ucap Cinta.
"Iya bunda tapi Khaleed gimana?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Khaleed biar ayah yang jaga." jawab Taufiq, Aisyah pun hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala pertanda ia setuju.
Setelah Khaleed selesai makan, Aisyah dan Cinta pun langsung beraksi di dapur sedangkan Taufiq membawa Khaleed ke kolam ikan. Taufiq menjaga ketat Khaleed, takutnya Khaleed jatuh ke kolam ikan mengingat kolamnya agak dalam. Jadi jika Taufiq mau ambil apa apa, ia akan mengajak Khaleed dan tak berani membiarkan cucunya itu sendirian di pinggir kolam kecuali ada yang jaga.