
Nadia dan Jay sudah pulang dari kantor. Sebelum pulang mereka memesan makanan di resto. Karena lagi-lagi Nadia bilang dirinya dan lapar. Jay pun mau gak mau ikutan makan karena di paksa oleh Nadia. Mereka makan dengan sangat nikmat sekali.
Selesai makan, mereka langsung pulang. Namun baru sampai rumah, ia melihat Salsa menangis.
"Dek, ada apa?" tanya Nadia panik.
"Ka, Kak Putri. Dia pingsan di kamar mandi." jawab Salsa di tengah-tengah tangisannya.
"Kenapa sampai pingsan?" tanya Nadia heran.
"Aku juga gak tau kak." jawab Salsa.
"Iya udah ayo ke kamar Putri." ucap Jay.
Merekapun pergi ke kamar Putri. Jay langsung menggotong Putri ke atas tempat tidur. Setelah itu Jay menelvon Will untuk memeriksa Putri marena Jay tau, jam segini Will pasti lagi santai dan gak ada jadwal operasi.
Tak lama kemudian, Will pun datang.
__ADS_1
"Assalamualaikum." ucap Will.
"Waalaikumsalam." ujar Jay.
"Ada apa?" tanya Will karena tadi Jay gak menjelaskan apapun dan hanya menyuruhnya untik segera datang.
"Adik iparku tadi jatuh pingsan di kamar mandi. Aku ingin kamu memeriksanya." ujar Jay.
Will pun mengangguk, ia gak bertanya ini dan itu. Will langsung sigap memeriksa Putri. Namun betapa kagetnya Will, karena ternyata Putri hamil.
"Kenapa Will?" tanya Jay melihat mimik wajah Will yang berubah drastis.
"Sebenarnya apa?" tanya Nadia gak sabaran.
"Putri hamil." jawab Will ragu-ragu.
"Apa?" mereka bertiga kaget dan tak menyangka Putri bisa hamil di saat usianya yang sangat muda.
"Kamu serius?" tanya Jay tak percaya.
"Iya, dia hamil 2 minggu. Dan kandungannya sangat lemah, mungkin karena Putri akhir-akhir ini sering banyak fikiran sehingga menyebabkan kandungannya sangat lemah." jawab Will.
__ADS_1
"Astagfirullah.. aku gak menyangka, Putri adikku bisa hamil di luar nikah. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi." ujar Nadia menangis histeris karena sebagai kakak, ia merasa gagal telah mendidik adiknya.
"Salsa, kamu pasti tau kan apa yang terjadi sama Kak Putri, kamu pasti tau semuanya kan? Putri pasti pernah cerita sama kamu kan masalah ini?" tanya Jay sedangkan Nadia hanya bisa menangis. Jay sampai harus memeluknya dan berusaha menenangkannya. Karena bagaimanapun Nadia kini sedang hamil buah hatinya dan Jay gak mau Nadia dan calon bayinya kenapa-napa.
"Kak, sebenarnya ini tidak sepenuhnya salah Kak Putri." ujar Salsa.
"Apa maksudmu Sa?" tanya Nadia.
"Kak Putri pernah cerita ke aku. Katanya dia di jebak oleh teman-temannya. Waktu itu kak Putri sedang kumpul sama teman-temannya. Namun ternyata di antara mereka ada yang tidak menyukai Kak Putri. Dan mereka menaruh obat tidur di minuman Kak Putri dengan dosis yang sangat tinggi. Lalu Kak Putri setelah itu hilang kesadarannya. Tau-tau, saat Kak Putri bangun. Dia sudah ada di salah satu kamar tanpa memakai sehelai baju yang melekat di tubuhnya. Bahkan Kak Putri merasa itunya sangat sakit dan perih. Kak Putri juga melihat ada sebercak darah di seprainya. Dan sejak saat itu Kak Putri menangis, namun ia berusaha kuat dan terlihat biasa-biasa di depan kita semua karena Kak Putri gak mau aib ini sampai di dengar oleh orang lain." ujar Salsa sambil menangis.
"Astagfirullah... kenapa bisa jadi seperti ini? Kenapa Putri gak cerita apapun ke aku padahal aku ini kakakknya." ujar Nadia menangis.
"Kak Putri gak mau menjadi beban buat kakak apalagi saat ini Kak Nadia lagi hamil. Kak Putri takut jika Kak Nadia tau, itu akan membuat Kak Nadia stres memikirkan dirinya dan bisa berakibat fatal. Kak Putri gak mau kehilangan calon keponakannya. Makanya Kak Putri berusaha menutup semua ini rapat-rapat. Kak, aku mohon jangan memarahi Kak Putri, karena di sini Kak Putri adalah korban. Sebenarnya Kak Putri ingin sekali memenjarakan temannya itu tapi ia gak punya bukti." ucap Salsa menangis.
"Aku gak mungkin marah sama Kak Putri, dek. Kalau Kak Putri mau menceritakan semuanya sama kakak. Dan kakak pasti akan bantu untuk memenjarakan orang yang sudah menjebak Kak Putri." ujar Nadia.
"Maafkan kami kak, karena gak cerita sama kakak sedari awal." ucap Salsa.
"Sudahlah, nasi sudah jadi bubur. Sekarang kita harus fokus dengan kesehatan Putri. Dan masalah temannya yang telah menjebaknya, aku akan pastikan dia akan menerima hukumannya." ucap Jay, karena ia juga merasa gagal menjaga adik iparnya.
"Terima kasih kak." ujar Salsa merasa tenang karena kakak dan kakak iparnya ternyata gak marah dan mereka mau membantu Putri untuk memberikan pelajaran kepada seseorang yang sudah menjebak Kak Putri hingga menjadi seperti ini.
__ADS_1