Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Kebaikan Naila


__ADS_3

Elsa benar


benar tidak habis fikir dengan apa sikap Taufiq. Ia datang tiap hari di cuekin


dan sekarang 1 bulan full ia gak datang malah marah marah. Kadang Elsa ingin


menyerah saja tapi ia juga tidak mungkin menyerah sebelum berperang. Elsa akan


berusaha membuat Taufiq jatuh cinta kepadanya tapi jika suatu saat Taufiq


menemukan orang yang ia cintai dan itu bukanlah Elsa maka Elsa akan merelakan


dirinya dengan orang lain tapi sebelum itu Elsa akan berusaha sekeras mungkin


untuk mendapatkan cinta dan kasih sayangnya.


Elsa


mengemudi mobilnya dengan sangat kenyang untunglah jalanan begitu sepi sehingga


ia bisa selamat sampai tujuan. Elsa tidak pergi ke kampus melainkan ia pergi ke


RESTO  lagian jika ia ke kampus jam


segini mau ngapain sedangkan ia ada mata pelajaran jam 10 dari pada di sana


mending ia membantu sahabatnya sekaligus menghilangkan rasa kesalnya terhadap


Taufiq.


Di RESTO


ini Elsa selalu saja di sambut hangat oleh Naila, bunda dan juga pegawai  RESTO. Kini Elsa tidak lagi memanggil Inah


dengan sebutan bibi karena bi Inah bukan lagi pembantunya melainkan ibu dari


sahabatnya dan Elsa pun memanggil Inah dengan sebutan bunda sama seperti Naila.


Di RESTO itu Elsa membantu melayani pelanggan kadang membantu di bagian kasir


bahkan kadang ia juga membantu di bagian dapur, tergantung mana yang lebih


membutuhkan tenagannya. Tapi untuk urusan keuangan dan berkas berkas penting


Elsa tidak ikut campur karena itu bukan haknya bahkan Elsa juga tidak pernah


sekalipun masuk ke ruangan Naila kecuali jika Nailah yang memintanya untuk


datang ke ruangannya. Jika Elsa sampai di minta datang itu berarti Naila

__ADS_1


sedang  ada dalam masalah dan Elsa dengan


sepenuh hati akan memberikan saran dan juga solusi untuknya tak jarang Elsa


juga memberikan kritik jika memang ada yang salah dengan arahan dari Naila dan


Naila menerima kritikan itu dengan tersenyum. Naila memang tidak pernah


mengacuhkan siapapun yang memberikan kritikan dan masukan entah itu dari sang


bunda, dari sahabatnya , dari pegawainya sendiri bahkan dari pelanggan dan


sampai sejauh ini kritikannya hanya ada dua. Jika kemaren pelayanannya kurang


sehingga mereka harus ngantri lama dan sekarang masalah itu sudah terselesaikan


sejak Naila menambah karyawan baru dan kemaren ada kritikan lagi kalau


tempatnya kurang luas padahal menurut Naila itu sudah luas. Akhirnya lantai dua


yang jadi ruangan pribadi Naila di pindah ke lantai tiga bersama dengan tempat


istirahatnya sehingga lantai dua full untuk pelanggan yang datang ke RESTO.


Setelah


Ia berfikir ingin menyewa RUKO di sebelahnya yang juga kosong. Tapi boro boro


ingin menyewa RUKO lagi, RUKO yang ia pakai sekarang aja belum ia bayar kepada


Elsa. Mungkin Naila akan menunggu beberapa bulan lagi. Paling tidak Naila harus


mengumpulkan uang satu M untuk bayar ke Elsa. Walaupun Elsa menjualnya dengan


harga 150 juta tapi Naila tidak mau karena ia tau betul bahwa RUKO dan isinya


itu bisa di jual 2M lebih jadi mana mungkin Naila hanya membayar dengan harga


150 juta. Paling tidak Naila akan  membayar setengahnyalah yaitu 1 M. Uang yang terkumpul sampai detik ini


baru 80 juta. Masih banyak kekurangannya. Jadi Naila harus bersabar sedikit


lagi. Naila hanya perlu menambah parkir sepeda motor dan juga parkir mobil


karena kemaren ada sedikit masalah. Orang yang makan di RESTO miliknya


memarkirkan mobilnya di pinggir jalan raya karena parkiran di halaman RESTO


sudah pada penuh semua sehingga mengganggu pengguna lainnya dan itu tidak baik

__ADS_1


jika di biarkan berlarut larut.


Elsa


membantu dirinya dengan membongkar tembok samping RESTO. Di sana masih ada


sedikit halaman yang bisa di pakai untuk parkir sepeda motor dan Naila sangat


terbantu dengan ide Elsa itu.


Setelah


bantu bantu hampir 2 jam akhirnya Elsa dan juga Naila pun pergi meninggalkan


RESTO untuk ke kampus. Akhir akhir ini Naila sudah hampir tidak pernah masuk


kuliah karena mengurusi RESTO  miliknya


tapi sekarang ia bisa kuliah seperti biasa karena RESTO kini sudah berjalan


dengan lancar. Ia tidak lagi sebingung seperti saat awal buka RESTO, jika dulu


ia benar benar menguras tenaga dan fikiran bahkan bukan hanya dirinya tapi juga


sang bunda dan Naila serta Angga. Tapi sekarang al hamdulillah semuanya sesuai


dengan apa yang di inginkan oleh Naila. Apalagi bawahannya sangat menghargai


dan menghormatinya dan Naila rasa mereka sangat nyaman bekerja di RESTO


miliknya, Naila memang tidak pernah marah marah kepada siapapun jikapun


pegawainya melakukan kesalahan, Naila hanya tersenyum dan menasehatinya. Jadi


tidak ada yang perlu di takutkan saat berhadapan dengan Naila karena Naila


benar benar bisa bersahabat dengan siapapun walaupun itu adalah bawahannya


sendiri bahkan jika ada pegawainya yang sakit Naila akan membantu dia untuk


pergi berobat dan semua tanggungan rumah sakit di bayar sendiri oleh Naila


dengan memakai uang pribadi.


Lalu jika


sampai ada yang tidak suka dengan Naila, itu sungguh keterlaluan namun sejauh


ini mereka sangat nyaman dan senang bisa dekat dan mengenal Naila.

__ADS_1


__ADS_2