
Elsa benar
benar tidak habis fikir dengan apa sikap Taufiq. Ia datang tiap hari di cuekin
dan sekarang 1 bulan full ia gak datang malah marah marah. Kadang Elsa ingin
menyerah saja tapi ia juga tidak mungkin menyerah sebelum berperang. Elsa akan
berusaha membuat Taufiq jatuh cinta kepadanya tapi jika suatu saat Taufiq
menemukan orang yang ia cintai dan itu bukanlah Elsa maka Elsa akan merelakan
dirinya dengan orang lain tapi sebelum itu Elsa akan berusaha sekeras mungkin
untuk mendapatkan cinta dan kasih sayangnya.
Elsa
mengemudi mobilnya dengan sangat kenyang untunglah jalanan begitu sepi sehingga
ia bisa selamat sampai tujuan. Elsa tidak pergi ke kampus melainkan ia pergi ke
RESTO lagian jika ia ke kampus jam
segini mau ngapain sedangkan ia ada mata pelajaran jam 10 dari pada di sana
mending ia membantu sahabatnya sekaligus menghilangkan rasa kesalnya terhadap
Taufiq.
Di RESTO
ini Elsa selalu saja di sambut hangat oleh Naila, bunda dan juga pegawai RESTO. Kini Elsa tidak lagi memanggil Inah
dengan sebutan bibi karena bi Inah bukan lagi pembantunya melainkan ibu dari
sahabatnya dan Elsa pun memanggil Inah dengan sebutan bunda sama seperti Naila.
Di RESTO itu Elsa membantu melayani pelanggan kadang membantu di bagian kasir
bahkan kadang ia juga membantu di bagian dapur, tergantung mana yang lebih
membutuhkan tenagannya. Tapi untuk urusan keuangan dan berkas berkas penting
Elsa tidak ikut campur karena itu bukan haknya bahkan Elsa juga tidak pernah
sekalipun masuk ke ruangan Naila kecuali jika Nailah yang memintanya untuk
datang ke ruangannya. Jika Elsa sampai di minta datang itu berarti Naila
__ADS_1
sedang ada dalam masalah dan Elsa dengan
sepenuh hati akan memberikan saran dan juga solusi untuknya tak jarang Elsa
juga memberikan kritik jika memang ada yang salah dengan arahan dari Naila dan
Naila menerima kritikan itu dengan tersenyum. Naila memang tidak pernah
mengacuhkan siapapun yang memberikan kritikan dan masukan entah itu dari sang
bunda, dari sahabatnya , dari pegawainya sendiri bahkan dari pelanggan dan
sampai sejauh ini kritikannya hanya ada dua. Jika kemaren pelayanannya kurang
sehingga mereka harus ngantri lama dan sekarang masalah itu sudah terselesaikan
sejak Naila menambah karyawan baru dan kemaren ada kritikan lagi kalau
tempatnya kurang luas padahal menurut Naila itu sudah luas. Akhirnya lantai dua
yang jadi ruangan pribadi Naila di pindah ke lantai tiga bersama dengan tempat
istirahatnya sehingga lantai dua full untuk pelanggan yang datang ke RESTO.
Setelah
Ia berfikir ingin menyewa RUKO di sebelahnya yang juga kosong. Tapi boro boro
ingin menyewa RUKO lagi, RUKO yang ia pakai sekarang aja belum ia bayar kepada
Elsa. Mungkin Naila akan menunggu beberapa bulan lagi. Paling tidak Naila harus
mengumpulkan uang satu M untuk bayar ke Elsa. Walaupun Elsa menjualnya dengan
harga 150 juta tapi Naila tidak mau karena ia tau betul bahwa RUKO dan isinya
itu bisa di jual 2M lebih jadi mana mungkin Naila hanya membayar dengan harga
150 juta. Paling tidak Naila akan membayar setengahnyalah yaitu 1 M. Uang yang terkumpul sampai detik ini
baru 80 juta. Masih banyak kekurangannya. Jadi Naila harus bersabar sedikit
lagi. Naila hanya perlu menambah parkir sepeda motor dan juga parkir mobil
karena kemaren ada sedikit masalah. Orang yang makan di RESTO miliknya
memarkirkan mobilnya di pinggir jalan raya karena parkiran di halaman RESTO
sudah pada penuh semua sehingga mengganggu pengguna lainnya dan itu tidak baik
__ADS_1
jika di biarkan berlarut larut.
Elsa
membantu dirinya dengan membongkar tembok samping RESTO. Di sana masih ada
sedikit halaman yang bisa di pakai untuk parkir sepeda motor dan Naila sangat
terbantu dengan ide Elsa itu.
Setelah
bantu bantu hampir 2 jam akhirnya Elsa dan juga Naila pun pergi meninggalkan
RESTO untuk ke kampus. Akhir akhir ini Naila sudah hampir tidak pernah masuk
kuliah karena mengurusi RESTO miliknya
tapi sekarang ia bisa kuliah seperti biasa karena RESTO kini sudah berjalan
dengan lancar. Ia tidak lagi sebingung seperti saat awal buka RESTO, jika dulu
ia benar benar menguras tenaga dan fikiran bahkan bukan hanya dirinya tapi juga
sang bunda dan Naila serta Angga. Tapi sekarang al hamdulillah semuanya sesuai
dengan apa yang di inginkan oleh Naila. Apalagi bawahannya sangat menghargai
dan menghormatinya dan Naila rasa mereka sangat nyaman bekerja di RESTO
miliknya, Naila memang tidak pernah marah marah kepada siapapun jikapun
pegawainya melakukan kesalahan, Naila hanya tersenyum dan menasehatinya. Jadi
tidak ada yang perlu di takutkan saat berhadapan dengan Naila karena Naila
benar benar bisa bersahabat dengan siapapun walaupun itu adalah bawahannya
sendiri bahkan jika ada pegawainya yang sakit Naila akan membantu dia untuk
pergi berobat dan semua tanggungan rumah sakit di bayar sendiri oleh Naila
dengan memakai uang pribadi.
Lalu jika
sampai ada yang tidak suka dengan Naila, itu sungguh keterlaluan namun sejauh
ini mereka sangat nyaman dan senang bisa dekat dan mengenal Naila.
__ADS_1