
Siang jam 1 siang, sehabis dari ruangan dokter Taufiq langsung pergi musholla untuk sholat dhuhur setelah itu ia langsung pergi ke ruangan di mana Will di rawat. Di sana ia melihat sang istri yang terus mengaji di samping Will yang lagi tertidur nyenyak sedangkan Pram dan Jay sudah sudah tidur di sova. Yah ruangan itu adalah ruangan VVIP jadi setiap malam Cinta dan Taufiq tidur di ruangan itu karena memang ruangan itu sangat luas dan ada beberapa sofa yang bisa di buat untuk istirahat selain itu, juga di lengkapi dengan kamar mandi dan toilet.
"Sayang, kita makan siang dulu yuk." ucap Taufiq menghampiri sang istri. Melihat Taufiq, Cinta menutup Al qur'annya dan langsung menaruhnya di meja dekat Will tidur.
"Aku masih kenyang mas." Jawab Cinta tersenyum.
"Kamu bohong sayang. Gimana mungkin kamu bilang jika kamu kenyang sedangkan aku tau, terakhir kamu makan adalah kemaren siang jam 3 itupun hanya 2 sendok." Ucap Taufiq.
"Tapi aku benaran masih kenyang sayang. Aku juga males makan, aku gak bisa makan melihat kondisi anak kita seperti ini." Cinta mulai mengeluarkan air mata
"Sayang, dengerin aku ya. Jika kamu gak makan, kamu bisa sakit. Jika kamu sakit, siapa yang akan menjaga Will, siapa yang akan menjaga Pram dan juga Jay sedangkan mereka selalu ingin bersama kamu. Kamu mau bikin Will, Pram dan Jay sedih melihat ibunya jatuh sakit. Gak kan? Ayolah kita gak boleh terpuruk seperti ini. Kita harus kuat demi anak anak kita. Kita gak boleh sedih dan kita gak boleh sampai sakit karena sekarang yang di butuhkan anak kita adalah kita ayah dan bundannya. Kita harus kuat untuk mereka. Kita harus ceria di depan mereka. Aku tau betul apa yang kamu rasakan karena aku juga merasakan hal yang sama. Tapi kita gak boleh sedih dan kita gak boleh jatuh sakit. Sekarang ayo kita makan, kita akan pergi ke RESTO deket sini biar nanti anak anak kita akan di jaga oleh suster. Aku sudah meminta beberapa suster untuk menjaga mereka sampai kita kembali." Ajak Taufiq tersenyum, ia menghapus air mata istrinya lalu memeluknya dengan erat.
"Baiklah, aku akan makan demi kamu dan juga ketiga putra kita."
"Nah gitu dong. Iya sudah ayo."
Mereka berdua turun ke lantai bawah dan pergi menuju RESTO yang ada di dekat rumah sakit. Di sana Taufiq memesan makanan kesukaan istrinya. Walau sebenarnya Cinta gak nafsu untuk makan tapi ia berusaha untuk memasukkan makanan ke dalam perutnya. Taufiq juga sesekali menyuapi sang istri. Selesai makan, Taufiq mengajak Cinta ke taman rumah sakit untuk istirahat sejennak.
"Sayang apa anak kita akan segera sembuh?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Iya sayang, aku sudah berkonsultasi dengan dokter dan harapan anak kita untuk sembuh itu sangat besar bahkan dokter itu memastikan bahwa anak kita akan segera sehat kembali." Jawab Taufiq tersenyum.
"Syukurlah aku senang mendengarnya. Semoga setelah ini, gak ada lagi ujian yang berat seperti ini. Aku gak sanggup." Ucap Cinta.
"Sayang, kamu tau. Selama kita hidup di dunia cobaan itu pasti ada. Tapi Allah Tidak Akan Memberikan Suatu Cobaan di Luar Batas Kemampuan Manusia. Jadi jika kita di beri cobaan seperti ini karena Allah tau kita bisa melaluinnya dan aku yakin pasti ada hikmah di balik semua ini." Ujar Taufiq tersenyum, ia mengecup sang istri 3 kali.
"Iya sayang kamu benar, aku gak boleh ngeluh lagi. Aku yakin Allah memberikan ujian ini karena Allah sayang sama kita. Buktinya sejak kita di beri ujian, kita merasa semakin dekat dengan tuhan. Kita jadi lebih rajin ibadah, puasa senin kamis, rajin sedekah dan kita juga semakin kuat dalam menghadapi ujian."
"Tapi aku harap setelah ujian ini sudah selesai, bukan berarti kita kembali seperti dulu. Kita harus terus meningkatkan ibadah kita sayang dan kita juga harus mengajarkan anak anak kita untuk menjadi anak yang sholeh karena mereka harta berharga kita. Jika kita sudah tiada, anak anak kitalah yang akan terus mendoakan kita."
"Iya sayang." Ucap Cinta tersenyum.
"Apa sayang?" tanya balek Cinta.
"Kita hidup di dunia ini adalah ladang akhirat, dan selama kita masih hidup di dunia ini Allah pasti akan menguji kita untuk menilai sekuat apa iman kita dan seberapa tingginya derajat kita di sisi Allah.
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
__ADS_1
Dari ayat tadi dapat kita pahami bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan ini merupakan janji Allah, jadi sesungguhnya tidak mungkin Allah membebani kita dengan ujian yang tidak kita sanggup.
Kemudian Allah akan memberikan pahala kebaikan jika seseorang yang sedang diuji tersebut bersabar dan melakukan kebaikan dan mencari jalan keluar dengan cara yang diridhai Allah, dan sebaliknya Allah akan memberikan dosa jika ia tidak bersabar dan mencari jalan keluar dengan cara yang tidak diridhai Allah.
Sebagai contoh orang yang diuji tapi ia malah mencari jalan keluar dengan maksiat seperti mabuk-mabukan, berfoya-foya atau bahkan na’uzubillah bunuh diri, itu semua adalah hal yang dimurkai Allah.
Kemudian Allah juga berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6 :
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Allah selalu memberikan kemudahan bagi hambanya dalam setiap ujian dalam ayat tersebut terdapat taukid atau penegasan dengan sebutan sesungguhnya jadi maknya sangat tegas Allah memberikan kemudahan setelah kesulitan, bahkan sampai dua kali Allah menyebutkannya.
Jadi kita harus yakin bahwa kita sebetulnya mampu untuk melewati semua ujian yang Allah berikan pada kita." Ucap Taufiq menjelaskan panjang lebar.
"Iya sayang, aku faham sekarang. Makasih ya karena kamu selalu mengingatkanku." Ujar Cinta, ia memeluk sang suami sebentar dan langsung melepaskannya karena ia takut ada seseorang yang melhatnya.
"Sekarang ayo kita masuk, nanti anak anak kita bangun dan mencari kita." Ajak Taufiq.
"Iya siang."
__ADS_1
Merekapun meninggalkan taman dan langsung pergi menuju ruangan dimana Will di rawat. Di sana ruangan itu, ia melihat kalau Will, Pram dan Jay masih tidur dengan nyenyak.