Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Di rumah Jay dan Ila


__ADS_3

"Sayang, ayo makan. Aku sudah masak nih." Teriak Ila dari dapur sedangkan Jay ada di kamar. Karena jarak yang agak jauh membuat Jay tidak bisa mendengar teriakan sang istri. Tapi untunglah salah satu pelayan datang untuk memberitahu Jay.


tok tok tok


Salah satu asisten rumah tangga Jay mengetuk kamar Jay. Jay pun segera membuka pintu kamarnya.


"Ada apa?" tanya Jay.


"Nyonya sudah selesai memasak. Nyonya menyuruh tuan untuk segera datang ke ruang makan." Jawab asisten itu gugup.


"Baiklah, saya akan segera turun." Jawab Jay lalu menutup pintunya. Asisten itu pun segera turun dan melanjutkan pekerjaannya.


Mulai hari ini semua asisten rumah tangga Pram, Jay dan Will sepakat untuk memangil tuannya dengan sebutan Tuan dan Nyonya. Bukan lagi Tuan muda ataupun Nona.............


Jay turun setelah ia selesai memakai baju untuk segera bersiap pergi ke kantor. Jay memeluk Ila dari belakang.


"Sayang kog lama sih turunnya?" tanya Ila.


"Maaf sayang, aku kan harus mandi dulu, terus pakai baju. Baru deh turun." Jawab Jay mencium rambut istrinya.


"Jangan peluk peluk gini dong. Gerah tau. Sana duduk, aku sudah selesai masak. Ayo kita sarapan bareng." ucap Ila. Jay pun melepaskan tangannya dari tubuh sang istri lalu duduk di kursi makan. Ila segera mencuci tangan lalu pergi menyiapkan piring. Ila menuangkan dua centong nasi ke piring Jay.


"Mau makan sama apa?" tanya Ila.


"Sama sambel, telur mata sapi, lalapan timun, ikan bakar sama ayam goreng yang di masak merah." Jawab Jay.


"Banyak banget lauk pauknya. Yakin di habisin semuanya?" tanya Ila.


"Yakin dong." Jawab Jay.


"Iya sudah kalau yakin, tak ambilkan." Ucap Ila. Ia pun mengambil lauk pauk sesuai keinginan Jay. Setelah selesai, ia menaruh piring itu di depan meja Jay. Setelah itu gantian Ila mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk. Mereka pun makan bareng bersama. Selesai makan, Ila menyiapkan bekal untuk suaminya.


"Bi, saya minta tolong bereskan ini semua ya. Oh ya ini nasi dan lauk pauknya masih banyak. Nanti bibi sama yang lainnya makan ini aja ya biar gak terbuang sia sia. Tapi kalau masih kurang, nanti bibi bisa masak lagi." Ucap Ila tersenyum.


"Iya nyonya." Jawab bibi itu menganggukkan kepala.


Setelah selesai, Jay dan Ila kembali ke kamar.


"Sayang, kamu mau berangkat sendiri apa mau di anterin?" tanya Jay lembut.


"Berangkat sendiri sayang. Aku kan belum mandi. Nanti kalau kamu nungguin aku, kamu bisa telat. Bukannya kamu bilang, kamu ada rapat penting pagi ini." Jawab Ila.

__ADS_1


"Baiklah, kalau gitu hati hati ya. Nyetirnya gak usah ngebut ngebut. Kalau ada apa apa langsung kabari aku. Nanti juga kalau udah sampai di kampus segera chat aku. OKe." Ucap Jay.


"Iya sayang. Ya sudah kamu berangkat gih. Jangan lupa bekal nya di bawa." Ujar Ila


"Iya." Jay pun segera berangkat ke kantor dan tak lupa membawa bekal yang di siapkan oleh sang istri tercinta.


Setelah suaminya berangkat, Ila pun segera mandi dan siap siap berangkat kuliah.


Namun baru ia melepas bajunya, hp nya berbunyi. Ila segera mengambil hp itu dan melihat pesan yang masuk dari Ica, saudara kembarnya.


"Il, kamu masuk kuliah gak hari ini?" tanya Ica lewat chat WA.


"Iya." Jawab Ica.


"Naik mobil sendiri apa di anterin sama Kak Jay?" (Ica)


"Naik mobil sendiri. Suamikku sudah berangkat kerja karene ia ada meeting pagi ini. Kamu sendiri naik mobil apa di anterin sama Kak Pram?" (Ila)


"Aku di anterin sama Kak Pram. Nanti pulang nya aku nebeng sama kamu ya?" (Ica)


"Oke." (Ila)


"Mau mandi." (Ila)


"Eh ini udah jam berapa? Kog masih mau mandi. Emang dari tadi ngapain?" (Ica)


"Lagi masak terus makan. Dah dulu ya. Sampai jumpa di kampus." (Ila)


"Oke." (Ica)


Setelah selesai membalas chat dari Ica, Ila pun langsung masuk ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama, hanya dalam waktu 15 menit ia pun sudah selesai mandi. Ila mengambil salah satu baju dalam lemari dan memakainya. Setelah semua siap, Ila pun segera menuju ke garasi untuk mengambil salah satu mobilnya. Namun baru aja ia membuka pintu mobil, lagi lagi ada chat masuk. Kali ini dari Ani.


"Ka, katanya Kak Ica, kakak hari ini naik mobil sendiri ya. Ka, jemput aku dan Ana dong. Aku males nih di antar ma sopir. Mau ya ka?" (Ani)


"Iya, aku OTW ke sana." (Ila)


"Sip." (Ani)


Ila mematikan Hp nya dan langsung pergi ke rumah Ani dan Ana alias rumah mertuanya. Karena Ani dan Ana tinggal sama Bunda Cinta. Mau gak mau, Ila pun harus bertemu dengan mama dan papa mertua terlebih dahulu.


Ila menyertir mobil dengan kecepatan sedang sambil dengerin musik. Tak butuh waktu lama, ia pun sudah sampai di rumah Cinta. Ila memarkirkan mobilnya di depan rumah sang mertua. Lalu ia pun turun dari mobil dan masuk ke rumah besar itu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." Ucap Ila.


"Waalaikumsalam. Loh Ila, sama siapa ke sini?" tanya Cinta yang keluar dari kamar tengah. Ila segera menghampiri dan mencium tangan mertuanya.


"Sendiri bun." Jawab Ila tersenyum.


"Jay sudah berangkat kerja?" tanya Cinta.


"Iya bun. Soalnya ia ada meeting pagi ini. Aku juga ke sini karena Ani tadi meminta aku untuk menjemputnya." Jawab Ila memberitahu tujuan ia datang ke rumah mertuanya.


"Iya sudah, duduk dulu. Bunda akan panggil mereka berdua." ucap Cinta lembut. Ila pun duduk di kursi sambil main hp liat akun Facebook, Twitter dan Instagram.


Tak lama kemudian Ani dan Ana datang bersama Cinta.


"Ayo kak." Ajak Ani.


"Ayo. Bun, aku berangkat dulu ya." Ucap Ila.


"Gak makan dulu nak?" tanya Cinta.


"Sudah tadi bun sama Kak Jay." Jawab Ila.


"Iya sudah kalau gitu hati hati ya nak." Ucap Ila.


"Iya bun." Jawab Ila. Mereka bertiga pun mencium tangan / bersalaman ke Cinta satu persatu. Setelah selesai Ila, Ani dan Ana segera masuk ke dalam mobil karena hari sudah siang.


"Kak Ica udah berangkat ka?" tanya Ana ketika mobil sudah melaju.


"Iya, dia di antar ma Kak Pram. Tapi nanti dia nenbek sama kakak kog. Jadi kita bisa kumpul bareng lagi." Jawab Ila tersenyum.


"Kita ke rumah sakit nanti yuk ka?" Ajak Ani


"Ngapain?" tanya Ila.


"Aku pengen bertemu Kak Aisyah. Selama ini aku aku hampir gak pernah ngobrol berdua dengannya. Paling cuma ngomong kalau ada hal hal penting, itupun kalau ketemu." Jawab Ani.


"Iya, aku juga. Kak Aisyah kan sekarang juga sudah jadi kakak ipar kita. Jadi kita harus akrab dengannya." Jawab Ana tersenyum.


"Iya sudah nanti, kita pulang kulyah ke sana." Jawab Ila.


"Makasih ya ka." Ucap Ani dan Ana senang.

__ADS_1


__ADS_2