Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Mengunjungi sang bunda


__ADS_3

Keesokan harinya Elsa berangkat kuliah pagi pagi sekali karena ia ada janjian bertemu dengan Angga di kantin. Yah, setelah tadi malam Elsa chatan dengan Angga. Iapun jadi semangat kuliah untuk bisa bertemu dengan Angga. Bahkan kini Elsa membawa bekal untuk di makan mereka berdua. Jika dulu ia masak pagi karena ingin membawakan bekal untuk Taufiq tapi sekarang beda karena Elsa akan memasak dan membawakan bekal untuk calon suaminya. Iya, Elsa menganggap bahwa Angga adalah calon suaminya karena seminggu lagi Angga akan melamar dirinya dan mengikatnya dalam ikatan yang sah. Elsa tidak ingin tunangan terlebih dahulu melainkan langsung nikah aja. Toh Elsa sudah tau betuli sifat baik buruknya Angga begitupun dengan Angga,ia sudah tau betul sifat baik buruknya Elsa jadi mereka tidak butuh waktu lagi untuk saling mengenal satu sama lain. Persahabatan mereka selama satu tahun stengah sudah cukup untuk mereka mengetahui sifat masing masing.


Beda dengan Cinta dan juga Taufiq yang saat ini mereka sedang asyik di tempat tidur setelah semalaman mereka lagi lagi harus olah raga karena Taufiq tidak mengizinkan ia tidur walau hanya sekejab saja. Bahkan jam setengah 4 mereka baru saja mandi lalu ngaji menunggu adzan shubuh tiba. Selesai sholat shubuh lagi lagi Taufiq meminta jatah setelah sebelumnya Taufiq memeluk dan menciumnya berulang ulang. Sungguh kadang Cinta merasa lelah, sangat lelah sekali karena ia harus menyetarakan Taufiq yang nafsunya sungguh sangat tinggi. Ingin rasanya Cinta menolak keinginan suaminya tapi apalah daya, ia tidak berani karena ia tau betul dosa yang akan di tanggung olehnya jika ia sampai ia menolak keinginan suaminya.


Cinta juga tidak terlalu mempermasalahkannya karena jika ia ingat masa lalu, sudah banyak penderitaan sang suami karena dirinya. Apalagi suami harus berpuasa selama kurang lebih satu tahun setengah gara gara dirinya yang kecelakaan, koma dan hilang ingatan. Jadi jika sekarang sang suami meminta jatah siang malam, apalah daya toh Cinta juga menikmatinya..............hehe.

__ADS_1


Oke, kembali ke topik.


Cinta dan Taufiq baru bisa tidur jam 8 pagi dan bangun jam 1 siang. Setelah bangun mereka langsung mandi dan lagi lagi di tempat mandipun Taufiq masih sempat sempatnya minta jatah dan akhirnya mereka selesai mandi jam 2 siang. Selesai mandi, Taufiq dan Cinta segera makan karena perut mereka yang sudah keroncongan. Selesai makan, Cinta menemani Taufiq untuk nonton tivi liat sebuah berita sampai satu jam. Setelah itu mereka segera ambil wudhu untuk sholat ashar karena memang adzan asha berkumandang. Setiap mereka sholat di rumah, Taufiq selalu berusaha untuk sholat berjamaah dengan istrinya. Selesai sholat ashar, mereka duduk di taman sambil bercanda smapai jam 4 sore.


"Sayang, sekrang kita mau ngapain ya. Bosen nih di rumah terus." Ucap Cinta.

__ADS_1


"Kita ke RESTO yuk sekalian aku pengen jenguk bunda." Jawab Cinta


"Oke deh. Ayo, sekarang kamu pakek kerudungmu dan aku akan menunggumu di mobil. Jangan lama lama ya."


"Oke sayang." Cinta segera mengambil kerudung, tak butuh waktu lama. Ia segera pergi menghampiri sang suami yang sudah menunggunya di mobil. Setelah itu mereka pun berangkat.

__ADS_1


Sesampai di RESTO, Cinta dan Taufiq langsung menghampiri sang bunda. Oh ya sampai sekarang ibu angkat Cinta masih belum tau ya kalau Cinta sudah ingat masa lalunya. Cinta emang sengaja belum mengatakannya karena takut jika sang bunda sedih sehingga ia msih terus berpura pura jadi Naila. Cinta dan bunda bercakap cakap sampai 1 jam lebih sedangkan Taufiq memilih untuk meninggalkan mereka karena Taufiq ingin memberikan Cinta kesempatan untuk duduk ngobrol berdua dengan ibu angkatnya sedangkan Taufiq mencoba berkeliling RESTO milik istrinya dari RESTO yang pertama kali buka dari lantai satu sampai lantai atas dan setelah puas, ia pergi ke RESTO sebelahnya yang isinya serba kue. Segala macam kue dari yang bentuknya kecil sampai besar dari yang harganya 2 ribu sampai lima juta semua lengkap. Demi sang istri, Taufiq rela menggunakan uang tabungannya agar istrinya bisa segera melunasi hutangnya kepada sahabatnya dan bisa memajukan RESTO nya dan alhamudlillah, sekarag RESTO itu sudah maju dan berkembang. Sang istri memang bakat dalam dunia bisnis bahkan ia lebih bakar dari dirinya. Setelah puaas, ia menghampiri sang istri yang lagi asyik ngobrol dengan sang bunda membahas rumah barunya yang telah di tempati sang bunda dan juga membahas RESTO yang kini maju pesat.


Setelah selesai Cinta dan Taufiq pun memutuskan untuk segera pulang karna hari sudah mulai malam. Mereka memutuskan untuk sholat maghrib di masjid karena ia gak mungkin sholat di rumah jika di perjalanan adzan maghrib sudah memanggil untuk segera menunaikan sholat.


__ADS_2