Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Mengadakan Resepsi Pernikahan


__ADS_3


 


 


Setelah Angel, berumur 1 tahun (12 bulan), Khaleed berumur 20 bulan (1 tahun bulan), dan Alina berumur 28 bulan ( 2 tahun 4 bulan). Cinta dan Taufiq ingin mengadakan resepsi pernikahan mereka bertiga. Karena dulu, mereka gak sempat mengadakan resepsi pernikahannya karena Aisyah kecelakaan dan menghilang.


Jadi sekarang, Cinta dan Taufiq ingin mengadakan resepsi untuk Jay, Will, Pram. Dan juga untuk kedua putri mereka Ani dan Ana. Jadi resepni ini untuk lima orang sekaligus. Jay dan Ila, Pram dan Ica, Will dan Aisyah, Ani dan Rachel, Arsha dan Ana.


Saat ini keluarga besar Taufiq dan Cinta mengadakan meeting untuk merencanakan kapan acara yang tepa untuk resepsi.


Ani dan Ana ngotot minta tanggal 10 bulan 10


"Bunda, aku ingin resepsinya itu tanggal 10, bulan 10." ujar Ani.


"Iya aku juga setuju dengan Ani, bunda. Dulu kan aku sama Ani tunangan tanggal 8 bulan 8. Terus nikahnya tanggal 9 bulan 9. Jadi aku resepsinya ingin tanggal 10 bulan 10." ucap Ana membela Ani karena pemikiran Ani dan Ana sama. Jadi mereka saling mendukung satu sama lain.


Sedangkan Rachel dan Arsha suami Ani dan Ana memilih untuk diam karen mereka gak mau ikut ikutan. Rachel dan Arsha memilih pasrah aja, kapanpun dan dimanapun. Lagian sebenarnya Arsha dan Rachel gak terlalu suka pesta namun karena semua keluarga setuju, mau gak mau. Mereka harus mengikuti suara terbanyak.


"Aku gak setuju, aku lebih suka tanggal satu bulan satu. Jadi tepat tahun baru. Tahun baru kan bertepatan hari Libur jadi semua orang bisa datang. Terus setiap kita merayakan tahun baru, kita akan selalu ingat bahwa di tahu baru itu, kita pernah mengadakan resepsi besar besaran di keluaga kita." ujar Ila yang menginginkan resepsi pernikahannya jatuh pada tahun baru.


"Aku juga sependapat dengan Ila, mending pas tahun baru aja biar harinya spesial. Jadi tiap ganti tahun, kita pasti akan selalu ingat itu adalah hari resepsi pernikahan yang sudah lama tertunda.


"Nunggu tahun baru lama banget kak, mending tanggal 10 bulan 10 aja, selain lebih cepat, tanggal bulan itu juga biar urut dengan pertunangan dan pernikahan kami." ucap Ana.


"Tapi gak bisa gitu dong An. Yang mau mengadakan resepsi kan bukan cuma kalian berdua, ada aku, Ila dan juga Aisyah." ujar Ica yang bersi keras ingin acaranya itu bertepatan dengan tahun baru aja. Sedangkan Aisyah yang namanya di sebut sebut, seolah tak peduli. Ia bermain dengan putranya, Khaleed. Sedangkan Alina di pegang oleh Jay dan Angel di pegang oleh Pram. Hanya Khaleed yang di pegang oleh Aisyah.. Will sendiri bergabung dengan Rachel dan juga Arsha membahas yang lain karena mereka gak mau berdebat masalah tanggal dan bulan. Biar semua itu di tentukan oleh yang lebih tua, dan itu adalah Taufiq dan juga Cinta. Elsa dan Angga gak bisa datang karena lagi lagi mereka bulan madu yang entah keberapa kalinya.


"Tapi kalian harus mengalah dong kak sama yang lebih muda. Aku dan Ana kan masih muda banget dan biasanya yang tua akan mengalah demi yang muda." ujar Ani yang mengungkit ungkit masalah umur.


"Walaupun kami udah tua dan udah punya anak, tapi kan kalian juga sudah berumah tangga yang artinya kalian sudah dewasa dan bisa mengambil keputusan. Pokoknya aku maunya tepat tahun baru." ujar Ila yang  memang, kedua putri Elsa dan Angga yaitu Ila dan Ica terkenal sangat keras kepala dan gak suka jika keinginannya di bantah. Sedangkan untuk Ani dan Ana, sebenarnya mereka bukan type wanita yang keras kepala tapi untuk kali ini Ani dan Ana tak mau mengalah. Mereka ingin acara di adakan tanggal 10 bulan 10. Biar bergilir, jadikan terlihat unik dan bagus.


08-08 Tunangan


09-09 Nikah

__ADS_1


10-10 Resepsi pernikahan.


Bagus kan kalau di urut gitu....


"Aisyah, kamu menginginkan tanggal dan bulan apa nak?" tanya Cinta lembut karena Aisyah dari tadi gak ikut debat dan memilih bermain dengan putranya.


"Aku terserah apa kata mereka bunda, tanggal dan bulan apa aja, Aisyah terima." jawab Aisyah lembut. Ya Aisyah memang beda dengan gadis yang lain, Aisyah sangat lembut dan tutur katanya selalu sopan, ia juga jarang dan hampir gak pernah menggunakan nada tinggi. Aisyah juga tak suka debat dan memilih untuk mengalah. Will sangat beruntung mendapatkan istri seperti Aisyah, sholehah dan pandai menutup auratnya..


 


"Tuh kan, Kak Aisyah bilang, terserah kita yang artinya bisa jadi Kak Aisyah mendukung kita." ujar Ana tersenyum.


"Gak bisa gitu dong, dia kan istri kakak kamu, yang artinya dia itu saudara ipar kamu sama seperti kami. Berarti Aisyah mendukung kami karena kami itu setara. Ia kan Aisyah?" tanya Ica dan Aisyah hanya tersenyum karena bingung juga mau jawab apa.


"Aisyah gak mendukung kalian semua. Aisyah hanya akan mendukung keputusan ayah dan bunda." ucap Will yang mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Ica dan ia melihat sang istri seperti kebingungan mau jawab apa, jadi Will lah yang bantu jawab. Cinta dan Taufiq hanya tersenyum melihat Will yang selalu ada buat Aisyah dan sangat kelihatan banget, Will sangat menyayangi dan mencintai Aisyah hingga dari tadi, walaupun Will ngobrol dengan Rachel dan juga Arsha namun tatapannya sesekali mengarah ke arah Aisyah.


"Bi...bi....au abi...." ucap Khaleed yang mendengar suara abynya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Sini." ujar Will pun ikut ikutan merentangkan kedua tangannya. Aisyah melepas Khaleed dan membiarkan Khaleed berjalan menuju aby nya. Khaleed beberapa kali jatuh namun ia bangkit lagi hingga akhirnya ia bisa meraih tangan aby nya.


Will pun langsung menggendongnya dan memangku Khaleed.


Di saat Khaleed sudah bisa belajar berjalan walaupun sering jatuh, Khaleed juga sudah bisa bicara walaupun kata katanya kurang jelas. Beda dngan Alina yang sudah bisa jalan dengan sempurna dan bicara sempurna walaupun kadang tidak terlalu faham dengan perkataan orang tua jika bahasanya sulit di mengerti. Angel sendiri masih belum bisa ngomong, namun jika di panggil akan langsugn menoleh. Dan kini Angel sudah mulai belajar untuk merangkak.


Merangkak adalah salah satu tahap perkembangan pada bayi, sebelum mereka beranjak untuk berjalan, bertumpu dengan kedua kakinya yang mungil.


Melihat Khaleed yang meminum teh hangat, membuat Alina pun juga menginginkannya.


"Papa, aku mau itu juga." ucap Alina sambil menunjuk teh hangat milik Will.


"Ini sayang, papa juga punya." ujar Jay sambil memberikan segelas teh hangat yang masih belum tersentuh.


"Aku gak mau, aku mau itu." ucap Alina sambil terus menunjuk ke arah teh milik Will yang sudah tinggal setengah. Sedangkan Angel seperti tak peduli dngan keadaan sekitar, ia terus merangkak mengambil apa saja yang bisa di raih hingga Pram harus selalu ada di dekatnya karena takut, Angel akan memakan sesuatu yang tidak boleh di makan.


"Sini, ini ambil punya paman." ucap Will sambil memberikan teh miliknya namun Khaleed seakan mengerti dengan apa yang di lakukan oleh aby nya. Hingga membuat Khaleed menangis.

__ADS_1


"Gak usah Will, biar Alina minum punyaku aja dari pada Khaleed nangis." ucap Jay yang tak enak hati sudah bikin keponakannya itu nangis karena putrinya yang tak mau meminum teh miliknya dan malah meminta punya pamannya.


"Alina, minum ini aja ya sayang. Sama aja kog rasanya. Alina kan pintar, nanti habis dari sini, kita beli masak masakan lagi ya sama boneka berbie." ucap Jay menenangkan putrinya yang sudah mau menangis karena keinginannya tak turuti. Ila yang melihat putrinya jadi tak tega, ia mengambil Alina dan menggendongnya.


"Alina mau susu?" tanya Ila lembut. Dan Alina pun menganggukkan kepalanya.


"Mau." jawab Alina dengan mulut mungilnya itu. Ila pun segera membuatkan sebotol susu lalu memberikannya kepada Alina. Setelah Alina memegang botol susu, Alina pun kembali kepangkuan Jay sambil minum susu. Sedangkan Ila kembali duduk di tempatnya.


"Bagaimana keputusannya, kapan kira kira enaknya?" tanya Taufiq kembali ke topik setelah sempat terhenti karena ulah Alia dan juga Khaleed.


"Aku tetep memillih tanggal 10 bulan 10." ujar Ani dan Ana.


"Dan aku juga tetep akan memilih tepat tahun baru." ucap Ica dan Ila.


"Menurut kalian semua bagaimana?" tanya Taufiq mengambil jalan tengahnya.


"Karena istriku menginginkan tanggal 10, bulan 10. Maka aku akan mengabulkannya. Aku akan buat pesta yang sangat meriah untuk resepsi pernikahan kami. Dan untuk tahun baru kita akan adakn resepsi lagi tapi khusus untuk mereka bertiga. Aisyah, Ica dan juga Ila. Jadi impas, gak ada yang di rugikan dan keinginan merekapun terpenuhi semua." ucap Rachel yang di setujui oleh Pram, Jay, Arsha dan juga Will. Taufiq pun juga ikut setuju dari pada melihat anak dan menantunya debat karena mereka sama sama keras kepala dan tak ada yang mau mengalah.


"Baiklah, sudah di putuskan ya, resepsi pernikahan akan di bagi dua. Yaitu tanggal 10 bulan 10 sama tahun baru." ucap Taufiq yang akhirnya di setujui oleh semua pihak. Setelah selesai berdebat dan menentukan tanggal resepsi pernikahan mereka. Cinta pun pergi ke dapur dengan di bantu oleh Aisyah, Cinta dan Aisyah mengeluarkan berbagai macam kue kering untuk di suguhkan kepada anak dan menantunya.


Kemaren hampir seharian Cinta buat kue yang di bantu oleh asisten rumah tanggannya. Saat Cinta membawa kue, Alina langung bersorak bahkan ia memberikan botol susu itu kepada Pram dan langsugn berjalan ke arah kue dan mengambilnya 3 lalu kembali lagi ke pangkuan Pram sambil memakan kue itu. Angel juga merangkak menuju kue yang ada di piring dan mengambilnya satu, Angel makan sambil duduk. Karena Angel sudah bisa duduk hanya saja belum bisa jalan dan masih susah untuk di ajak bicara walaupun Angel selalu menoleh ketika di panggil namanya.


Khaleed juga tak mau kalah, ia turun dari pangkuan Will, dan ia mengambil kue itu dengan jalan bertatih tatih. Semua seakan tertawa karena di saat semuanya belum ada yang menyentuh kue itu namun Angel, Khaleed dan Alina memakan kue itu dengan tangan mungilnya hingga belepotan di sekitar mulutnya. Mereka makan seakan akan sedang berlomba dan takut gak kebagian.


Bahkan Cinta dan Taufiq pun sampai tertawa melihat tingkah ketiga cucunya.


"Sayang, pelan pelan makanya." ucap Jay mengingatkan putrinya itu.


"Iya, pa." jawab Alina yang akhirnya mulai pelan makan kue itu dan tak lagi grusa grusu, belum habis yang di mulut sudah di tambah lagi. Seharusnya kan yang di mulut habiskan dulu, baru ambil lagi dan makan lagi.


Setelah itu, mereka pun makan cemilan bersama. Setelah cemilan (kue kering) sudah habis tak tersisa, Cinta pun mengajak mereka makan bersama karena asiten rumah tangganya sudah menyiapkan makan siang dengan segala lauk pauknya lengkap di atas meja.


 


 

__ADS_1


 



__ADS_2