Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Menjenguk Nadia di Sel Tahanan


__ADS_3

Selesai makan, Aisyah dan kedua adiknya Nadiapun melanjutkan perjalanan ke kantor polisi.


Tak butuh waktu lama, merekapun sudah sampai di depan kantor polisi.


Aisyah, Putri dan Shalsa pun segera turun dari mobil dan masuk ke kantor polisi sedangkan sang sopir menunggu di mobilnya sambil main hp.


Aisyah sempet berbicara dengan salah satu polisi dan tak lama kemudian polisi itu pergi lalu kembali dengan membawa Nadia.


Mereka pun bertemu dan saling ngobrol di ruang tunggu.


"Kakak, aku kangen sama kakak." ucap Putri dn Salsa bersamaan sambil memeluk Nadia

__ADS_1


"Maafkan kakak ya, gara gara kakak, hidup kalian jadi menderita." ujar Nadia menangis sambil terus memeluk kedua adiknya.


"Aku memang pernah marah sama kakak bahkan aku juga pernah membenci kakak. Karena kakak sudah buat ibu meninggal, kakak juga buat ayah kehilangan pekerjaannya dan sulit untuk cari pekerjaan.. Semua orang mencemoh dan menghina kami kak, bahkan kejiwaan ayah sampai terganggu karena ia tak bisa dan tak mampu melalui semua ini dan akhirnya ayah jatuh sakit dan meninggal.


Bahkan aku da Shalsa juga harus berhenti sekolah karena kami tak kuat di bully. Kami juga harus tinggal di rumah yang tak layak huni dan hampir tiap hari kami seringkali kelaparan.


Dan semua itu karena ulah kakak. Karena kakak, hidup kami hancur. Karena kakak kami menjadi anak yatim piatu, karena kakak juga kami jatuh miskin dan kelaparan dan karena kakak juga kami kehilangan masa depan kami. Kami harus putus sekolah sebelun kami bisa dan mampu mengejar cita cita kami. Aku sangat membenci kakak


Tapi itu dulu, sekarang aku dan Salsa sudah memaafkan semua kesalahan kakak. Karena sejahat apapun kakak, kakak tetaplah saudara kandung kami.


Kak Aisyah juga berjanji akan menyekolahkan kami lagi, dia akan menjaga dan melindungi kami sampai kakak keluae dari penjara." ucap Putri bercerita panjang lebar.

__ADS_1


Aisyah hanya diam menjadi pendengar setia.


"Terimakasih ya Aisyah, terimakasih sudah menolong kedua adikku dari kesusahan." ucap Nadia, ia jadi malu sendiri dengan semua sikap jahatnya. Dari dulu sejahat apapun dirinya kepada Aisyah, tak pernah sekalipun Aisyah membalas kejahatan nya. Nadia bener bener malu, sangat malu sekali.


"Aku tadi malem sudah ngobrol sama suamiku dan katanya dia sudah menyewa pengacara dan InsyaAllah, gak lama lagi kamu akan segera keluar dari sel tahanan ini. Untuk saat ini, kamu harus sabar dulu sampai nunggi prosesnya selesai.


"Oh ya tadi aku beliin kamu makanan. Ini kamu buka." ucap Aisyah. Nadiapun menerima makanan itu dan membukanya



"Kayaknya lezat banget, gimana kalau makan bareng?" tanya Nadia.

__ADS_1


"Sebelum aku dan Salsa ke sini, tadi kak Aisyah ngajak kami makan bareng. Kami beli mie ayam, enak banget mie ayamnya. Aku sampai habis banyak bahkan sampai sekarang, aku masih kenyang. Lebih baik Kak Nadia makan aja." ucap Salsa. Nadia pun mengangguk, ia makan makanan itu sambil melihat kedua adiknya yang kini bisa tersenyum bahagia. Namun keduanya sangatlah kiris pasti mereka selama ini kekurangan makanan.


Jujur, Nadia sangat menyesal sekali atas apa yang telah ia lakukan kepada Aisyah dan juga Will di masa lalu


__ADS_2