
Aisyah pulang ke rumah jam setengah 9 malam. Will menunggunya di depan rumah sedangkan Khaleed sudah tidur setengah jam yang lalu.
Tadi Will menjemput Khaleed jam 5 sore di rumah Ica dan setelah itu, Will dan Khaleed pulang bersama, makan berdua, Sholat berdua dan juga ngaji berdua. Dan setelah itu Will membantu putranya memahami dan mengerjakan tugas-tugas sekolah nya hingga jam 8 malam. Setelah itu, Khaleed pun ijin tidur duluan karena sudah merasa ngantuk.
Setelah memastikan putranya tidur nyenyak, Will langsung pergi keluar menunggu istrinya di kursi depan rumahnya.
"Assalamualaikum mas." ujar Aisyah setelah turun dari mobil dan langsung menghampiri suaminya. Sedangkan sang sopir langsung memasukkan mobilnya di garasi.
"Waalaikumsalam." jawab Will. Aisyah mencium tangan suaminya dengan lembut.
"Maaf ya mas, aku pulangnya malam." ujar Aisyah.
"Gak papa, ayo masuk." ucap Wil sambil menggandeng tangan istrinya.
Aisyah pun menurut. Aisyah masuk bersama sang suami ke dalam rumah.
"Kamu sudah makan malam?" tanya Will
"Belum mas." jawab Aisyah.
"Iya sudah, kamu mandi lalu sholat Isya'. Kamu pasti belum sholat Isya' kan?" tanya Will.
"Tadi habis sholat maghrib aku sibuk, jadi lupa gak sholat Isya'." Jawab Aisyah jujur.
"Iya sudah gak papa, lagian waktu sholat isya masih lama. Kamu mandi dulu aja sana, aku akan menyiapkan makan malam buat kamu." ujar Will tersenyum.
__ADS_1
"Tapi mas, apa aku gak ngerepotin kamu. Mas duduk aja, biar nanti aku sendiri yang akan menyiapkan makan malam buat aku." jawab Aisyah.
"Aku gak merasa di repotkan. Sudahlah gak papa, kamu masuk kamar gih, cepetan mandi. Aku akan pergi ke dapur buat nyiapin makan malam." ujar Will
"Iya deh." Aisyah pun akhirnya masuk ke dalam kamarnya, ia segera mandi dan sholat isya'.
Sedangkan Will, ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Karena asistennya sudah pada istirahat dan sudah ada di kamar masing-masing. Dan Will gak mau ganggu istirahat mereka.
Will malam ini memasak Honey Ginger Salmon
Setelah selesai masak Honey Ginger Salmon. Will juga menyiapkan nasinya. Dan setelah selesai, ia memanggil sang istri yang juga sudah selesai sholat.
"Sayang, ayo makan. Aku sudah siapkan semuanya." ujar Will.
"Iya mas." jawab Aisyah.
"Mas, masakan kamu enak banget." Puji Aisyah.
"Benarkah?" tanya Will senang.
"Iya mas, enak banget. Rasanya pas banget di lidah." jawan Aisyah tersenyum.
"Syukurlah jika kamu menyukainya." jawab Will
Setelah selesai makan, mereka pun pergi ke ruang keluarga karena ada hal penting yang ingin di bicarakan oleh Will.
__ADS_1
Mereka duduk di sova berdampingan.
"Yank, ini baru satu hari kamu kerja. Rasanya sudah seperti ini. Aku dan Khaleed merasa gak terurus. Kamu kerja sebagai dokter aja gak sampai seperti ini. Kamu berangkat pagi baru pulang malam. Bahkan kamu pulang di saat Khaleed sudah tidur nyenyak. Kamu dan Khaleed hanya bisa ngobrol di saat pagi hari aja, di saat kamu belum berangkat kerja.
Bahkan aku sampai menitipkan Khaleed di rumah Ica dan tadi saat aku menjemputnya, Khaleed bilang ia gak betah di rumah Ica walaupun Ica sangat baik dan ramah padanya, hanya saja ia merasa gak nyaman berada di sana.
Dan besok sepulang sekolah, Khaleed ingin pergi ke kantorku saja. Aku merasa sangat kasihan sama Khaleed, ia gak betah di rumah ini sendirian walaupun ada beberapa asisten yang menemaninya. Sedangkan di rumah Ica, dia juga gak betah. Jika sepulang sekolah, ia ikut aku ke kantor. Terus bagaimana dengan les nya? Dia kan juga harus less jam 3 sore sampai jam 4 sore. Sedangkan dia pulang sekolah jam setengah satu siang. Aku gak mungkin bolak balek mengantar Khaleed sedangkan pekerjaanku banyak. Dia juga gak mau di antar ma sopir. Mungkin karena di sudah kebiasaan di antar oleh kamu.
Aku juga pulang kerja merasa sangat sepi. Biasanya pulang kerja, aku akan di sambut oleh kamu dan makanan pun juga akan di sediakan oleh kamu. Tapi sekarang yang menyiapkan semuanya adalah asisten rumah tangga. Rasanya rumah ini terasa hampa.
Belum lagi aku kefikiran terus sama kamu, takut kamu sakit dan kelelahan. Di tambah kamu yang biasanya tidur siang, sekarang sudah gak bisa lagi. Dan lebih parahnya, kamu juga telat makan. Kamu siang tadi makannya telat, malemnya juga Padahal kamu gak boleh telat makan.
Apalagi di saat kita sedang program hamil kayak gini. Waktu aku berdua sama kamu juga rasanya berkurang. Aku juga harus nunggu kamu karena aku takut kamu kenapa-napa. Rasanya aku lelah hati dan fikiran. Aku gak tau bagaimana kita ke depannya. Baru sehari aja, aku dan Khaleed rasanya sudah gak nyaman karena aku dan Khaleed sudah terbiasa sama kamu, dan sekarang kita harus jauh-jauhan.
Aku dan Khaleed merasa gak di perhatikan. Entah bagaimana ke depannya jika hubungan kita terus menerus seperti ini?" ujar Will mengungkapkan isi hatinya.
"Maafkan aku mas, aku juga gak mau seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus menggantikan posisi ayah dan bunda selama mereka pergi ke luar negeri." ujar Aisyah yang mengerti banget bagaimana perasaan suaminya sekarang.
"Aku tau, sangat tau. Aku cuma sedikit kesal..Ini semua karena Arsha yang lepas tanggung jawab hingga kamu seperti ini." ucap Will.
"Sudahlah jangan selalu menyalahkan saudara ipar kamu. Lebih baik kita tidur yuk. aku udah ngantuk nih." Ujar Aisyah.
"Ayo."
Will pun menurut karena ia tau Istrinya pasti capek banget dan butuh istirahat. Mereka pergi ke kamarnya dan istirahat. Padahal sebenarnya malam ini jatah Will melakukan hubungan intim. Will memang melakukannya seminggu 3x atau 4x. Tapi boro-boro mau minta, istrinya aja malam ini sudah kelelahan karena aktivitasnya seharian.
__ADS_1
Jadi mereka hanya tidur dengan berpelukan saja.