Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Bertamu Ke Rumah Arsha


__ADS_3

Kini Aisyah, Will dan Khaleed sudah sampai di rumah Arsha. Mereka segera turun dari mobil.


Will memencet bell rumahnya dan tak lama kemudian, seorang wanita membukakan pintu.


"Assalamualaikum bi." ucap Aisyah.


"Waalaikumsalam, Nyonya muda" jawab Bibi.


"Arsha ada?" tanya Will


"Tuan Arsha ada di kamarnya. Silahkan masuk." ujar bibi sambil membukakan pintu lebar-lebar.


"Silahkan duduk tuan, nyonya, den Khaleed." ucap bibi ramah karena bibi itu memang lumayan kenak dengan keluarga besar majikannya.


"Iya bi, terimakasih." ucap Aisyah


"Bibi panggilkan tuas Arsha dulu." ujar bibi sambil memanggil majikannya yang ada di kamar.


"Iya bi."


Dan setelah itu Will, Aisyah dan Khaleed pun menunggu Arsha di ruang tamu sambil ngobril.


Sedangkan bibi pergi ke kamar Arsha.


tok..tok..tok...


"Iya bi, ada apa?" tanya Arsha setelah membukakan pintu kamarnya.


"Ada tamu tuan, di ruang tamu." jawab Bibi.


"Siapa bi?" tanya Arsha.


"Tuan Will dan Nyonya Aisyah." jawab Bibi

__ADS_1


"Oh gitu, iya sudah. Entar lagi aku ke ruang tamu. Bibi, tolong buatkan minuman ya buat mereka." pinta Arsha.


"Iya, tuan." jawab Bibi.


Dan setelah itu, sang bibi pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman. Sedangkan Arsha menggendong Arshi dan menuju ruang tamu.


"Maaf ya nunggu lama." ujar Arsha setelah berada di ruang tamu menemui Will dan Aisyah.


"Gak lama kog, aku baru juga datang. Gimana kabar kamu?" tanya Will.


"Alhamdulillah baik, kabar kalian gimana?" tanya balek Arsha


"Alhamdulillah baik juga." jawab Will tersenyum.


"Syukur Alhamdulillah." ujar Arsha ramah


"Ayah dan bunda dimana?" tanya Aisyah.


"Mereka lagi keluar ada keperluan." jawab Arsha.


"Silahkan di minum, Tuan, Nyonya." ucap bibi.


"Iya bi, terimakasih ya." ujar Aisyah.


Bibi hanya tersenyum dan mengangguk dan setelah itu pamit ke dapur lagi.


"Silahkan di minum." ucap Arsha.


"Iya." Will, Aisyah dan Khaleed pun minum juz bikinan Bibi.


"Boleh aku gendong Arshi?" tanya Aisyah.


"Boleh."

__ADS_1


Arsha pun memberikan Arshi kepada Aisyah. Aisyah menggendong Arshi dengan pelan-pelan takut jika Arshi kenapa-napa.


"Umy, aku juga mau liat dede Arshi." ujar Khaleed.


"Iya sayang."


Aishah duduk di kursi sambil menggendong Arshi. sehingga Khaleed pun bisa melihat wajah Arshi yang comel.


"Adek Arshi, cepet besar ya agar kita bisa main bersama." ucap Khaleed sambil sesekali memegang pipi Arshi dan mencium dahi Arshi.


"Sayang, kalau mau cium dede bayi. Izin dulu sama Om Arsha." ujar Aisyah menasehati.


"Iya umy, maaf " jawab Khaleed merasa bersalah.


"Om, maaf ya aku cium dahi dede Arshi gak izin dulu." ucap Khaleed.


"Gak papa, itu kan juga adiknya Khaleed. Khaleed bisa menciumnya sepuas mungkin tapi pelan-pelan ya biar adeknya gak bangun." ujar Arsha.


"Iya om." jawab Khaleed tersenyum senang karena di izinkan mencium dede bayi.


"Arsha, apakah kamu gak menyewa babby sitter?" tanya Will pelan takut menyinggung saudara kembarnya.


"Enggak, soalnya aku ingin merawat bayiku sendiri. Aku gak mau bayiku di rawat oleh orang lain. Bagaimanapun Arshi adalah harta berharga bagiku. Ana sampai rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan Arshi lalu bagaimana mungkin aku sampai tega membiarkan buah hati kami di rawat oleh orang lain. Lebih baik aku kehilangan semuanya tapi tidak untuk Arshi. Karena Arshi jauh lebih berharga dari pada apapun." jawab Arsha.


"Lalu bagaimana dengan resto kalian, resto yang di kelola oleh kamu dan Ana?" tanya Will sedangkan Aisyah dan Khaleed sibuk sendiri bercanda tawa mengajak Arshi yang akhirnya bangun juga. Dan dia tak menangis. Ia hanya seperti seorang pendengar setia yang mendengarkan Aisyah dan Khaleed yang terus menerus mengajaknya untuk berbicara walaupun Arshi tak bisa menjawab omongan mereka.


"Resto kami akan di kelola oleh ayah dan bunda sampai aku siap untuk mengelolanya lagi. Dan kemungkinan sampai Arshi umur 2 tahun." jawab Arsha. Karena setelah Arshi umur 2 tahun, Arsha bisa bawa Arshi kemanapun termasuk ke tempat kerja. Tapi yang jelas, Arsha gak mau jauh-jauh dari Arshi.


"Yah mungkin lebih baik seperti itu. Karena jika aku ada di posisi kamu, aku juga akan melakukan hal yang sama." ucap Will yang mengerti banget posisi dan keadaan yang menimpa saudara iparnya itu.


"Oh ya tadi umy beliin baju buat Arshi dan juga Afnan. Bajunya sama. Nih om buat dede Arshi. Nanti kalau dede Arshi sudah selesai mandi, jangan lupa di pakaikan ya. Pasti dede Arshi cantik pakai baju ini." ujar Khaleed yang mengambil baju di mobil, karena tadi lupa gak di bawa masuk ke dalam. Khaleed mengambil tas kresek yang berisi baju Arshi dan memberikan nya kepada Arsha.


"Makasih ya." ucap Arsha sambil menerima baju pemberian Khaleed.

__ADS_1


"Sama-sama om." jawab Khaleed tersenyum. Ia lalu mendekati Aisyah dan mengajak Arshi ngobrol lagi


Setelah satu jam lebih. Akhirnya Aisyah, Will dan Khaleed pun pamit pulang. Mereka gak bisa bertamu lama-lama karena takut mengganggu istirahat yang punya rumah.


__ADS_2