
Jam 5 sore, Taufiq dan juga Naila kembali ke rumah orang tua Taufiq. Namun ketika mereka tiba di sana, Taufiq melihat mertuanya yang sudah duduk santai di sofa ruang tamu. Taufiq menemui mereka dan mencium tangan mereka berdua.
“Sayang sini. Mereka ini ayah dan bunda kamu.” Ucap Taufiq.
“Maaf ya ayah, budna.. Emmm Cinta dia hilang ingatan jadi dia tidak ingat sama ayah dan bunda.” Ujar Taufiq menjelaskan.
“Iya gak papa nak. Tadi mama dan papa kamu sudah menjelaskan semua jadi ayah dan bunda bisa mengerti.” Ucak ayah nya Cinta.
“Sini sayang. Bunda kangen sekali sama kamu.” Ucap sang bunda. Naila mendekat dan ia memeluk sang bunda dengan erat. Tapi tiba tiba saja kepala Naila terasa sakit.
“Aduuuh kepalaku sakit.” Ucap Naila sambil memegang kepalanya.
“Sayang , kamu kenapa?” tanya Taufiq.
“Ayah, bunda kita harus segera bawa Naila, eh maksudku Cinta ke rumah sakit.” Ucap Taufiq panik. Ayahnya cinta hanya menganggukkan kepala karena ia bingung dan hawatir dengan keadaan putrinya. Sang ayah
langsung menyiapkan mobil.
“Ayo cepat masuk.” Ucap sang ayah
__ADS_1
Taufiq menggendong istrinya dan langsung masuk ke dalam mobil. Sang bunda duduk di depan di samping sang suami yang lagi menyetir sedangkan Taufifq duduk di belakang dengan terus menggendogn sang istri.
Sesampai di rumah sakit Naila langsung di tangani oleh sang dokter. Setelah hampir 20 menit ia ada di dalam. Sang dokter pun keluar.
“Dengan keluarga Naila?” ucap sang dokter.
“Iya dok, saya suaminya.” Jawab taufiq. Di sampingnya ada sang ayah dan juga bunda Cinta.
“Gimana keadaan istri saya dok?” tanya taufiq panik.
“Dia gak papa, hanya saja dia mulai mengingat tentang masa lalunya. Mungkin tadi dia melihat orang yang sangat ia cintai, orang yang begitu penting dalam hidupnya sehingga ia berfikir keras dan
“Terima kasih dok.” Ucap Taufiq. Ia dan sang mertuapun langsung masuk menghampiri Naila yang terssenyum ke arah mereka.
“Naila sayang , kamu sudah siuman?” tanya Taufiq.
“Aku bukan Naila tapi aku Cinta.” Jawab Naila/Cinta.
“Jadi kamu sudah ingat siapa diri kamu?” tanya Taufiq.
__ADS_1
“Iya aku ingat semuanya sekarang. Aku ingat jika Mas taufiq adalah suamiku dan mereka adalah kedua orangtuaku. Ayah, bunda aku kangen kalian.” Ucap Cinta lalu ia memeluk kedua orang tuanya. Ayah dan bunda Cinta sangat bahagia bahkan dari sangking senagnnya sampai air mata mereka jatuh.
Mereka menangis bukan karena sedih tapi karena mereka terlalu bahagia. Bahagia
karena sang putri ternyata masih hidup, bahagia karena kini sang putri sudah
ingat siapa dirinya dan juga kedua orang tuanya.
“Ayah senang kamu kembali sayang. Ayah sangat menyayangi dan mencintai kamu. Jangan tinggalkan ayah lagi, ayah gak sanggup kehilangan putri ayah satu satunya.” Ucap sang ayah sambil mencium kening putrinya.
“Maafkan Cinta ayah.” Ujar Cinta sambil terus memeluk ayah dan juga sang bunda.
“Bunda jangan menangis terus, Cinta gak ingin melihat kalian menangis sperti ini.” Imbuh Naila sambil mengusap air mata mereka.
“Kami menangis bukan karena kami sedih sayang tapi karena kami bahagia bisa melihat kamu lagi.” Ucap sang bunda.
“Aku juga bahagia karena bisa berkumpul lagi dengan kalian. Mulai sekarang kita akan terus bersama. Aku akan tinggal di rumah ayah dan bunda bersama mas taufiq. Mas Taufiq mau kan?” tanya Cinta kepada suaminya.
“Apapun yang bikin kamu senang, aku akan melakukan dan menurutinnya.” Ucap Taufiq, mereka berempat saling berpelukan untuk menangsi bersama.
__ADS_1