Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Isi Hati Ivan


__ADS_3

Tepat hari minggu Cinta dan Taufiq menitipkan Pram, Jay dan juga Will di rumah kedua orang tua Taufiq. Dan mereka sangat senang dengan kedatangan cucu cucunya. Mereka menerima dengan tangan terbuka jadi Taufiq dan Cinta bisa pergi dengan tenang. Perjalanan hanya di tempuh dalam waktu satu jam saja dan sesampai di sana, ia melihat Elsa dan Angga sudah ada di sana.


"Lama banget, Cin?" tanya Elsa.


"Maaf tadi aku harus menitipkan ketiga putraku di rumah mertuaku." Jawab Cinta.


"Oh. Iya sudah ayo masuk.."


"Dari tadi kamu belum masuk juga? tanya Cinta.


"Belumlah aku nunggu kamu." Jawab Elsa.


"Kamu gak bawa anak anak kamu?" tanya Cinta.


"Aku titipkan dia ke babysitter."


"Oh kamu punya babysitter toh?"


"Yup." Jawab Elsa.


"Mau sampai kapan ngobrol di luar?" tanya Taufiq yang sedari tadi diam mendengarkan istrinya ngobrol dengan sahabatnya.


"Hehe oke oke ayo masuk." Ucap Cinta.


Mereka berempatpun segera pergi menuju rumah rumah Ivan.


"Assalamu'alaikum" Ucap Cinta sambil mengetok pintunya sebanyak 3x.


"Waalaikumsalam."Jawab papanya Ivan.


"Bapak, maaf kami menganggu." Ucap Elsa tersenyum.


"Ini nak Elsa dan nak Cinta ya?" tanya papanya Ivan, papanya Ivan adalah kepala sekolah di mana Elsa dan Cinta sekolah di SMA dulu. Ternyata papanya Ivan masih ingat sama mereka berdua.


"Iya pak." Jawab Elsa dan Cinta bersamaan.

__ADS_1


"Ayo masuk." Ucap papanya Ivan.


Elsa, Cinta, Angga dan juga Taufiq pun masuk ke dalam rumah yang lumayan besar itu.


"Bapak buatkan teh dulu ya." Ucap papanya Ivan, dia segera pergi ke dapur dan meminta salah seorang pembantunya untuk membuatkan teh.


"Nak Cinta dan Nak Elsa tumben ke sini?" tanya papanya Ivan.


"Kami ingin ke makam Ivan pak tapi kami gak tau di mana makamnya jadi kami memutuskan untuk ke rumah orang tuanya dulu." Jawab Elsa.


"Oh Ivan. Jadi kalian sudah mendengar tentang nak Ivan?" tanya papanya Ivan.


"Iya kami sudah mendengarnya." Jawab Elsa dan Cinta hampir bersamaan.


"Maafkan anak bapak yang sudah membuatmu terluka." Ucap papanya Ivan sambil menangis.


"Saya sudah memaafkan Ivan pak." Jawab Cinta.


"Bapak sudah tau apa yang terjadi, anak bapak sudah membuatmu celaka. Tapi bapak senang ketika bapak dengar kamu sudah kembali. Sungguh waktu bapak tau kamu meninggal gara gara anak bapak, bapak sempat sedih apalagi anak bapak bunuh diri setelah ia melakukan kesalahan yang sangat fatal itu." Lagi lagi papanya Ivan menangis.


"Iya saya juga sudah memaafkan anak bapak." Ucap Taufiq.


"Terima kasih nak. Kalian memang anak yang baik, Ivan pasti menyesal setelah apa yang ia lakukan pada kalian." ucap papanya Taufiq.


"Ibu mana pak?" tanya Cinta mencoba mengalihkan pembicaraan agar papanya Taufiq gak sedih lagi karena terus menerus membahas sang anak yang sudah lama tiada.


"Istri bapak sudah meninggal 3 bulan setelah kematian Ivan. Istri bapak sakit sakitan setelah Ivan tiada. Istri bapak sangat menyayangi dan mencintai Ivan sehingga ketika Ivan meninggalkan ia untuk selama lamannya, istri bapak langsung jatuh sakit. Ia gak mau makan, tiap hari hanya menangis dan memanggil nama Ivan setelah itu keadaan memburuk dan istri bapak meninggal. Ia menyusul Ivan. Sekarang tinggal bapak sendiri dengan 2 pembantu bapak." Ucap papanya Taufiq, ia semakin sedih. Tadinya Cinta mengalihkan pembicaraan agar papanya Taufiq gak sedih lagi tapi pertanyaan yang ia ajukan malah membuat papanya Taufiq semakin sedih.


"Bapak harus kuat. Mungkin ini adalah takdir dari yang maha kuasa. InsyaAllah pasti ada hikmah di balik semua ini." Ucap Cinta.


"Oh ya bapak ingat, Ivan menulis banyak surat untuk kamu. Lebih baik kamu ke kamar Ivan karena Ivan membuat sesuatu untukmu sebelum dia pergi." Ucap papanya Ivan. Cinta menoleh ke arah suaminya.


"Pergilah, kami akan menunggumu di sini." Ujar Taufiq tersenyum karena mendapatkan izin, Cintapun mau memasuki kamar Ivan yang ada di lantai atas.Yah papanya Ivan meminta pembantunya untuk mengantarkan Cinta ke kamar sang buah hati.


Di kamar Ivan, Cinta melihat begitu banyak foto yang di tempel di dinding. Semua adalah foto dirinya ternyata selama ini Ivan diam diam sering memfoto dirinya. Cinta hanya tersenyum melihat foto dia yang begitu banyak. Ia duduk di kasur milik Ivan tiba tiba matanya tertuju ke arah buku diary milik Ivan. Cinta mengambil buku itu dan membacanya dengan secara detail.

__ADS_1


Halaman pertama ia melihat gambar dirinya. Ia yakin ini pasti Ivan yang membuatnya karena Ivan pintar membuat gambar. Di gambar itu, Cinta terlihat sangat cantik sekali. Cinta membuka halaman kedua.


"Hari ini gue ketemu sama cewek cuantik pol, manis dan imut banget. Saat pertama kali gue ketemu dia, gue merasa jika gue udah suka ma dia. Dia sangat perhatian, setiap apa yang dia ucapkan ke gue. Aku mendengarkan dengan jelas, bibirnya yang kecil dan manis membuat gue ingin sekali menyentuhnya tapi gue harus tahan karena itu belum halal untuk gue. "


"Uh ternyata orang yang gue suka itu adalah orang yang ahli ibadah. Yah dia gak pernah ninggalin sholat bahkan tiap jam istirahat pertama, dia selalu menyempaptkan wakut untuk sholat dhuha dan membaca qur'an. Gue semakin di bikin takjub. Gue rasa dia adalah orang yang tepat untuk masa depan gue."


"Gue sedih melihat ada seseorang yang nyamperin dia, gue rasa cowok itu sangat menyukai wanita itu. Gue takut jika cowok itu akan mengambil dia dari gue."


"Entah kenapa dia gak suka jika gue memuji dirinya padahal jika cewek lain pasti mereka akan tersentuh jika dirinya di puji habis habisan ama cowok setampan gue hehe."


"Hari ini gue seneng banget bisa ngobrol dengan dia. Sungguh saat gue deket dia, jantung gue berdetak keras, gue sering salah tingkah jika deket deket dia."


"Aku merasa dia itu seperti bidadari. Walaupun dia kaya tapi dia bersikap biasa aja, dia berpenampilan yang amat sangat sederhana. Dia gak pernah memamerhkan harta kedua orang tuanya. Gue tambah salut ma dia."


"Hari ini gue dan dia ke panti ternyata selama ini dia sering ke panti untuk membantu anak anak panti bahkan dia rela mengurangi uang jajan dan bekerja sepulang sekolah hanya untuk anak anak panti. Sungguh kebaikan dia membuat gue bikin tambah cinta.


"Aku senang karena ternyata dia punya perasaaan yang sama seperti yang gue rasakan."


"Hari ini gue ketemu mantan gue dan dia ngajak gue ke caffe. Sungguh penampilan mantan gue semakin modis aja. Gue sampai terpanah melihatnya. Bibinya benar benar sangat sexi. Entah kenapa tiba tiba gue ingin mencium dia. Dan saat itu terjadi, seseorang yang gue suka melihat itu semua. Gue berusaha untuk menjelaskan tapi dia gak mau dan dia terlanjur benci sama gue. Gue nyesel ketemu mantan gue. Gue gak nyangka kenapa gue bisa sebodoh ini, kenapa gue bisa bisanya ingin mencium mantan gue. Gue benci sama diirnya gue sendiri."


"Sekarang gue di musuhi oleh sahabat gue dan juga orang yang gue suka. Gue benar benar menyesal kemaren. Gue bingung gimana caranya minta maaf sedangkan dia dan sahabatnya sudah jaga jarak dan gak lagi mau ngomong sama gue."


"Hari ini gue kesel karena gue tau orang yang gue cinta sudah menikah dengan orang lain. Gue gak terima. Dia hanya untuk gue bukan untuk orang lain."


"Sekarang aku melakukan kebodohan, aku sudah membunuh orang yang gue cinta. Gue gak sengaja, gue hanya ingin membuat suaminya celakaa tapi gue malah membunuh dia, orang yang gue cinta. Gue takut masuk penjara, gue takut semua orang akan membenci gue setelah mereka tau guelah yang membunuh orang yang gue sayang. Gue harus ikut dengannya. Yah gue akan mengakhiri kehidupan gue hari ini juga. Sayang, tunggu aku. Aku akan segera menyusul....................."


Setelah lembaran itu, Cinta melihat foto dirinya bersama Elsa dan juga Ivan. Tapi sayang foto Elsa di potong sehingga tinggal dirinya dan juga foto Ivan. Cinta menangis, ia gak menyangka kalau Ivan begitu sangat menyayangi dan mencintai dirinya.


Tapi jikapun dulu Cinta memaafkan dirinya, tetap dia tidak akan bersatu dengan Ivan karena memang jodohnya bukanlah Ivan melainkan Taufiq yang kini sudah sah jadi suaminya. Cinta gak bisa menangis terus menerus. Tiba tiba ia melihat boneka dan jgua bunga yang di tujukan ke dirinya. Tapi Cinta gak berani ambil boneka dan bunga itu karena ia tak ingin menyakiti hati suaminya. Cinta mengusap air matanya lalu ia turun ke bawah dan berkumpul dengan suami dan juga sahabatnya. Di sana ia melihat sudah ada minuman dan berbagai macam makanan ringan yang ada di atas meja. Mungkin saat ia ada di kamar Ivan, salah satu pembantu membawakan minuman dan makanan itu.


"Gimana kamu sudah melihat semuanya. Kamu sudah membaca buku diari anak saya?" tanya papanya Ivan.


"Iya pak, saya sudah membaca semuanya. Terima kasih sudah mengizinkan saya untuk melihat kamar Ivan dan membaca buku diary itu." Jawab Cinta tersenyum.


"Karena bapak ingin kamu tau isi hati anak saya. Setelah ini bapak akan antarkan kalian ke makam Ivan. Makamnya gak jauh kog jadi kita jalan kaki aja." ucap papanya Ivan.

__ADS_1


Merekapun segera pergi ke makam Ivan, di sana Cinta mendoakan Ivan dan ia sudah memaafkan Ivan untuk semaua kesalahan dia selama ini.


__ADS_2