Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Di Makamkan


__ADS_3

Jenazah harus segera dimakamkan 4 jam dari waktu meninggal dunia. Karena cairan dalam tubuh manusia bisa keluar setelah 4 jam, sehingga berisiko menularkan. Karena itu jenazah harus dimakamkan 4 jam setelah meninggal dunia


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dalam islam, dianjurkan agar proses pemakaman jenazah disegerakan. Meskipun boleh menunda beberapa saat, selama tidak terlalu berlebihan, kecuali jika ada udzur. Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Segerakanlah pengurusan jenazah. Jika dia orang baik, berarti kalian menyegerahkan dia untuk mendapat kebaikan. Jika dia bukan orang baik, berarti kalian segera melepaskan keburukan dari tanggung jawab kalian. (HR. Bukhari 1315 & Muslim 944).


Dalam riwayat lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Apabila ada orang yang mati diantara kalian, maka jangan ditahan, dan segerakan dia ke makamnya. (HR. Thabrani dan sanadnya dihasankan al-Hafidz Ibnu Hajar)


Ulayyisy – ulama Malikiyah – mengatakan,


Para ulama – radhiyallahu anhum – mengatakan, yang dimaksud menyegerahkan jenazah mencakup memandikannya, mengkafaninya, membawanya, berjalanan mengiringinya tanpa harus lari. Karena makruh mempercepat jalan mengiringi jenazah, yang menyebabkan kesulitan bagi orang lemah yang mengikutinya. (Fatawa Ulayyisy, 1/155)


Berdasarkan alasan ini, dianjurkan agar jenazah segera dimakamkan tanpa harus menunggu lama anggota keluarga yang ada di luar. Kecuali jika menunggunnya tidak terlalu lama.


(Artikel ini saya ambil di konsultasisyariah.com berjudul Menunggu Pemakaman Janazah Untuk Menunggu Keluarga)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah Ila sadar, ia mulai histeris lagi sambil memeluk putrinya yang telah tiada. Jay berusaha menenangkan istrinya.


Namun Ila terus meronta-ronta hingga akhirnya ia kembali pingsan. Jay sudah mulai bisa belajar mengikhlaskan walau itu sangatlah berat. Jujur, semua orang pasti kaget terutama Jay dan Ila.

__ADS_1


Tadi malam, Alina masih tertawa bahagia. Bahkan ia sempat meminta untuk di belikan boneka namun sekarang semua itu hanyalah tinggal kenangan. Umur memang tak ada yang tahu. Sekarang mungkin kita sehat wal afiat. Tapu semenit ke depan kita tak pernah tau apa yang terjadi. Untuk itukah kita tak boleh menyianyiakan hidup ini karena hidup kita di dunia sangatlah sebentar.


Saat Ila pingsan, Jay meminta jezanah Alina di bawa pulang ke rumahnya menggunakan mobil ambulans. Jay menggendong Ila sampai dalam mobil sedangkan yang lain naik mobil masing-masing. Will juga ikut pulang, masalah jadwal operasi jam satu siang akan di ganti oleh orang lain. Memang jadwal Will sangat padat tapi Will selaku yang mempunyai rumah sakit ini, bisa dengan mudahnya memerintah siapa saja.


Setelah jezanah sampai di rumah Jay dan Ila. Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Jay pun nyampek juga begitupun dengan yang lain.


Para tetangga juga mulai berdatangan untuk melihat Alina yang terakhir kalinya. Jay menggendong Ila lagi menuju kamarnya dan setelah itu, Jay meminta tolong kepada Ica, Aisyah, Ani dan Ana untuk menjaga Ila.


Angel di gendong oleh Ica begitupun dengan Khaleed ia di gendong oleh Rachel. Tadi ia tertidur dan mungkin sekarang sudah bangun. Aisyah merasa tenang selama Khaleed berada di tangan yang tepat.


Sedangkan yang lain Jay, Pram, Will, Taufiq, Arsha membantu mengurus pemakaman Alina. Sedangkan Rachel tak ikut membantu karena harus menjaga Khaleed yang dari tadi gak mau jauh jauh darinya. Cinta sendiri menyiapkan semuanya yang memang perlu untuk di siapkan.


Jay memandikan Alina seorang diri dengan di temani seorang ustad. Yah Taufiq mendatangkan seorang ustad yang tak jauh dari rumahnya. Ustad itulah yang dari tadi memberi tahu Jay bagaimana memandikan mayit yang benar.


"Maafkan papa sayang, maafkan papa. Andai tadi malam, papa gak mengajak kamu ke pesta hingga pulang larut malam mungkin kamu tak akan kelelahan dan demam seperti tadi pagi bahkan sampai kejang kejang. Maafkan papa yang tak bisa menjaga dan melindungi kamu dengan baik. Maafkan papa, yang belum bisa membuat mu bahagia. Maafkan papa sayang. Perlu kamu ketahui, papa dan mama sayang banget sama kamu. Papa harap kelak kita bisa bertemu lagi di surga Nya." ucap Jay dalam hati.


Selesai memandikan jenazah Alina, merekapun segera membungkusnya dengan kain kafan.


Kafan adalah kain yang dipakai untuk membungkus jenazah sebelum dimakamkan dalam upacara pemakaman umat Muslim. Kain kafan biasanya dipilih dari kain yang warnanya putih untuk melambangkan kesucian.


Setelah selesai semua, kini Jenazah Alina siap di sholatkan. Yang menjadi imamnya adalah Jay sendiri, jujur hancur sehancur hancurnya hati dan perasaan Jay tapi ia selalu berusaha tegar di depan banyak orang terutama keluarga nya.


Setelah selesai di sholatkan, jenazah Alina pun siap di makamkan. Yang menggotong kerandanya Jay yang ada di sebelah kanan paling depan. Taufiq sebelah kiri paling depan juga, sejejer dengan posisi Jay. Sedangkan yang menggotong di belakang ada Will dan Pram.


Sepanjang jalan menuju kuburan, rasanya hati Jay terasa sesak. Ia merasa ini semua seperti mimpi. Namun nyatanya ini adalah adalah kenyataan yang sangat menyakitkan yang harus ia terima.

__ADS_1


Sesampai di kuburan, kuburan yang di pesanpun sudah siap semua. Will, Taufiq dan juga Jay turun ke bawah. Jay, Will dan Taufiq pun mengambil jenazah dari keranda dab menguburkan nya.


Setelah pemakaman selesai, semua orang pamit pulang dan kini tinggal Jay bersama keluarganya. Will si dampingi oleh Will, Pram, Taufiq dan juga Arsha. Hanya Rachel yang gak ikut mengantarkan karena harus menjaga keponakannya, yaitu Khaleed anaknya Will.


Sedangkan Elsa dan Angga masih ada di jalan.


"Kamu harus kuat nak." ucap Taufiq sambil menepuk-nepuk bahunya Jay.


"Ini terasa berat buatku ayah. Semuanya ini seperti mimpi." jawab Jay sambil terus menitikkan air mata.


"Ayah tau, Ayah faham bagaimana perasaanmu. Nak, yang di butuhkan Alina sekarang adalah doa dari kita semua. Alina juga pasti sangat sedih jika kamu terus menerus seperti ini. Kamu juga harus segera pulang, ada istri di rumah yang sangat membutuhkan mu, membutuhkan support dari kamu nak." ucap Taufiq mengingatkan tentang Ila yang kini masih belum juga sadar karena terlalu shock.


Jay menghapus air matanya, setelah itu ia pergi menuju rumahnya. Sebelum memasuki rumahnya, semua orang yang datang dari kuburan mencuci tangan dan kakinya terlebih dahulu baru setelah itu mereka masuk.


Jay pergi ke kamarnya dan melihat Ila yang masih belum sadarkan diri.


Melihat Jay masuk ke dalam kamar, yang lain pun keluar dari kamar itu satu persatu. Mereka ingin memberikan waktu tersendiri buat Jay dan Ila.


Mereka berharap keduanya bisa kuat menjalani ini semua terutama Ila yang bahkan sampai pingsan dua kali dan sampai sekarang juga belum sadar sadar.


Saat Aisyah keluar dari kamar, ia melihat Rachel yang menghampiri dirinya.


"Khaleed nangis, mungkin haus." ucap Rachel. Aisyah pun mengangguk dan langsung pergi ke dapur untuk membuatkan susu. Untunglah di tas yang selalu di bawa Aisyah kemanapun ia pergi selalu tersedia botol dan susu bubuk jadi sekarang Aisyah tinggal ambil air hangat untuk buat susu.


Setelah selesai buat susu, iapun memberikannya kepada Khaleed yang kini ada dalam gendongannya.

__ADS_1


__ADS_2