Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Buat kejutan tapi malah terkejut sendiri


__ADS_3

Keesokan harinya Pram dan Ica pergi ke rumah Elsa dan Angga karena mereka sudah lama gak ke sana. Sepangjang jalan, mereka bercerita apa aja sehingga suasana di mobil jadi tidak garing. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah Elsa dan Angga.


Pram dan Ica pun segera turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju rumah Elsa. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Ica da Pram langsung masuk gitu aja.


"Assalamu'alaikum ma, pa." Ucap Ica dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Waalaikum salam non, den." Ujar salah satu asisten Elsa dan Angga.


"Mama sama papa mana bi?" tanya Ica.


"Mereka tadi pagi ke rumah Nyonya Cinta non." Ucap Bibi tersebtu.


"Kapan mereka berangkat?" tanya Ica.


"Dua jam yang lalu." Jawab Bibi itu.


"Baiklah, kalau gitu. Tolong buatkan aku Jus Tomat ya bi, aku harus." Ucap Ica.


"Aku air putih aja." Ujar Pram tersenyum


Bibi itupun segera pergi ke dapur untuk membuat Juz Tomat sesuai pesanan Elsa.


"Kenapa mama dan papa gak bilang dulu sih kalau mereka mau ke sana." Ucap Ica kesal.

__ADS_1


"Itu karena salah kita yank. Coba tadi malam kita bilang ke Mama dan papa kalau kita mau ke sini jadi mama gak mungkin akan ke rumah bunda. Inikan salah kita bukan salah mama." Ujar Pram.


"Aku gak bilang karena ingin ngasih kejutan. Bukannya mama yang terkejud tapi malah kita yang di buat kejut. Terus gimana ini, kita ke rumah bunda atau kita di sini aja nunggu mama dan papa pulang?" tanya Elsa.


"Aku sih terserah kamunya aja yank." Jawab Pram.


"Hemmmz.........." Ica hanya bisa menghela nafas sangking kesalnya.


Tak lama kemudian bibi pun membawa juz tomat buat Ica dan segelas air putih untuk Pram.


Setelah Ica menghabiskan juznya, tiba tiba ia di kagetkan dengan suara Ila.


"Assalamu'alaikum." Ucap Ila.


"Waalaikumsalam." Jawab Ica tersenyum.


"Iya." Jawab Ica simple.


 


Ila dan Jay pun duduk di deket Ica dan Pram.


"Mama dan papa mana?" tanya Ila.

__ADS_1


"Mereka ada di rumah bunda." Jawab Ica.


"Ke rumah bunda. Ngapain?" tanya Jay.


"Mana aku tau." Jawab Ica kesal.


"Kamu sudah ketemu sama bunda tadi?" tanya Ila.


"Boro boro mau ketemu, aku datang aja. Mereka sudah pergi." Jawab Ica.


"Hemm padahal aku mau ngasih kejutan loh sama mama. Eh mama dan papa malah gak ada." Ucap Ila yang juga kesal.


"Sama aku juga. Aku ke sini gak bilang bilang sama mama dan papa kalau aku dan suamiku akan datang kesini. Eh pas nyampek ke sini malah aku yang terkejut karena mama dan papa udah berangkat duluan pergi ke rumah Ayh dan bunda. Coba aja aku datang lebih pagi, pasti akan ketemu mereka." Ucap Ica.


"Sudahlah, gak perlu sedih. Gimana kalau kita berempat ke rumah bunda sekarang." Ucap Pram.


"Boleh juga tuh." Ujar Jay.


"Baikklah, kami juga setuju." Ujar Ica dan Ila bersamaan.


Mereka berempatpun segera pergi ke rumah Taufiq dan Cinta.


Saat di perjalanan, Ica dan Ila meminta turun dan mencoba mencicipin makanan di pinggir jalan. Mau gak mau Pram dan Jay pun ikut ikutan makan di sana.

__ADS_1


Ica dan Ila begitu semangat menghabiskan yang ia beli di warung kaki lima sedangkan Pram dan Jay hanya membeli bakso dan segelas es teh. Beda dengan Ica dan Ila, mereka membeli bakso, mie ayam, nasi goreng dan cilok mercon.


Setelah puas makan makan, mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah Cinta dan Taufiq.


__ADS_2