
Tak lama kemudian Ani dan Ana datang bersama Omma dan Oppa. Ani dan Ana menghampiri Ila dan Ica yang menangis dalam diam. Yah hanya air mata yang terus mengalir tanpa ada suara isakan sama sekali. Mereka sibuk dengan fikiran mereka masing masing. Ada rasa sedih melihat kakak iparnya yang seperti itu dan juga rasa takut, takut jika Aisyah kenapa napa. Walau Ica dan Ila dulu tidak terlalu dekat tapi setelah beberapa hari terakhir mereka jalan terus bareng Aisyah membuat mereka menyayangii wanita yang kini entah ada di mana. Ica dan Ila tak menyangka bahwa Wil dan Aisyah akan mengalami kejadian yang bahkan tak pernah terfikirkan oleh siapapun.
"Kak gimana keadaa Kak Wil?" tanya Ani dan Ana.
"Dia koma." Jawab Ica dengan menahan rasa sedihnya. Ani dan Ana yang mendengar keadaan kakakknya langsung menangis seketika begitupun dengan Oppa dan Ommanya yang merasa sedih dengan apa yang menimpa cucunya.
"Kenapa bisa terjadi seperti ini ka?" Tanya Ani.
__ADS_1
"Aku juga gak tau dek. Tadi aku di rumah Mama Elsa bersama Mas Jay. Terus ayah nelvon untuk segera pulang ke rumah. Pas nyampek sana, ayah bilang kalau Mas Will kecelakaan dan ayah menyuruh kami untuk segera ke rumah sakit. Ayah gak bisa ke sini karena bunda syok dan gak sadarkan diri. Tapi sekarang ayah dan bunda sudah dalam perjalanan ke sini." Jawab Ila menyeka air mata yang terus saja mengalir membasahi pipinya.
"Tadi pagi kami sempat bertemu dengan Will, Pram menyuruh Will datang ke sebuah gubuk untuk menolong dua orang yang lagi sakit. Setelah itu Will membwanya ke rumah sakit. Tapi ia gak lama di rumah sakit karena Will buru buru pulang karena ia gak bisa meninggalkan istrinya terlalu lama. Dan sekarang Will sudah dalam keadaan koma bahkan istrinya juga tak tau ada di mana." Ujar Ica sedih.
"Apakah ini ulah dokter yang kemaren kita temui?" tanya Ana.
"Dokter yang menyakiti Aisyah, Omma. Kemaren aku dan Ani serta Kak Ica dan Kak Ila melhat Kak Aisyah di siksa oleh salah satu dokter yang juga bekerja di sini. Dokter itu sakit hati karena Aisyah dekat dengan Kak Will makanya Dokter itu menyakiti Kak Aisyah. Kak Will yang mengetahui kalau istrinya di aniaya langsung memecat dokter itu saat iitu juga." Jawab Ana mengingat kejadian kemaren.
__ADS_1
"Siapa nama dokter itu sayang?" tanya Oppa.
"Kalau gak salah namanya Dokter Nadia, Oppa."Jawab Ana.
"Kenapa kamu berfikir kalau dialah yang membuat Kakakmu terluka seperti ini sayang?" tanya Oppa.
"Karena aku melihat di matanya, ia menaruh dendam oppa. Dan aku yakin dialah penyebab Kak Will mengalami kecelakaan. Memang tak ada bukti tapi aku merasa perasaan ini begitu kuat. Bukankah dari dulu setiap ada apa apa dengan Kak Will, Kak Pram dan Kak Jay, aku dan Ani selalu tau walaupun kami gak melihat kejadiannya secara langsung." Ucap Ana.
__ADS_1
"Baiklah, Oppa akan meminta orang orang untuk menyelidiki Nadia. Jika benar dia penyebab cucu Oppa kecelakaan maka Oppa tidak akan tinggal diam, Oppa akan membuat ia merasakan apa yang di rasakan oleh cucu Oppa." Ucap Papanya Taufiq geram mendengarkan apa yang di ucapka oleh cucunya. Saat itu juga, papanya Taufiq langsung menelvon orang kepercayaannya untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa putra kesayangannya.