Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rencana Mau Buka Usaha


__ADS_3

Sesampai di rumah, Naila langsung menghampiri sang bunda.


"Bun?" Panggil Naila, sedangkan Elsa memilih langsung masuk kamar karena ia merasa tubuhnya sangat lelah.


"Iya sayang, ada apa?" Jawab Bi Inah yang langsung menghampiri sang buah hati.


"Bunda lagi apa?" tanya Naila sambil memeluk sang bunda. Naila memang sangat manja sekali kepada sang bunda. Naila sangat bersyukur karena sang bunda sangat menyayangi dan mencintai Naila walaupun Naila bukanlah anak kandungnya tapi Naila sudah menganggap dia sebagai ibu kandugnnya sendiri.


"Bunda lagi menyetrika baju. Kamu dari mana aja, kog jam segini baru pulang?"


"Tadi Elsa ngajak Naila muter muter bun." Jawab Naila dengan suara manja.


"Iya sudah, kamu pasti capek. Bunda mau masakin apa?"

__ADS_1


"Aku dan Elsa tadi sudah makan bun. Jika bunda belum makan, lebih baik bunda segera makan nanti bunda sakit loh. Naila mau ke kamar dulu ya. Naila capek banget hari ini." Ucap Naila, ia pun segera pergi menuju kamarnya.


Di kamar, Naila tidak langsung tidur. Ia mikirkan bagaimana ia bisa membangun sebuah restoran. Ia tak ingin sang bunda terus menerus menjadi seorang pembantu, ia harus bisa mengangkat derajat sang bunda. Ia memang tidak punya modal tapi Elsa berjanji akan membantunya dan ia siap meminjamkan modal untuknya.


Setelah hampir dua jam Naila berfikir tiba tiba sang bunda masuk ke dalam kamarnya dan duduk di dekatnya.


"Kamu mikir apa sayang?" tanya Inah.


"Tapi buka restoran itu kan butuh modal besar sayang." Ucap Inah.


"Iya, Naila tau bun. Tapi Elsa berjanji mau bantuin Naila."


"Emang kamu yakin kalau restoran yang nantinya akan kamu bangun bisa berhasil dan sukses."

__ADS_1


"Iya aku mana tau bun tapi jika gak di coba Naila mana tau sampai di mana kemampuan Naila. Yang penting kan Naila sudah berusaha dan juga tidak lupa untuk terus berdoa. Masalah nanti sukses apa gaknya, Naila akan serahkan semuanya kepada yang di atas."


"Iya sudah, itu terserah kamu aja. Bunda akan dukung semua keputusan kamu. Oh ya bunda ada sedikit tabungan, semoga tabungan ini bisa membantu." Inah mengambil uang dan juga emas yang ia simpan di dalam lemarinya.


"Ini punya bunda semua?" tanya Naila tak percaya.


"Uang ini hasil bunda kerja di sini. Bunda kan ngirim kamu tiap bulan gak banyak hanya separuhnya dan separuhnya lagi bunda simpan. Sedangkan emas ini pemberian dari ayahmu. Kamu pakailah, semoga ini bisa membantu." Inah menyerahkan emas serta uang yang ia punya.


"Makasih ya bun, aku janji emas ini akan aku beli lagi setelah aku sukses."


"Bunda percaya sama kamu sayang."


Setelah hampir satu jam mereka bercakap cakap akhirnya merekapun memilih untuk tidur. Naila sudah tidak sabar untuk bangun keesokan harinya. Besok sepulang kuliah, ia akan mengajak Elsa untuk mencari sebuah RUKO. Di sana ia akan mencoba untuk ngontrak selama setahun. Ia juga akan mencari dua pegawai sekaligus untuk membantu meringankan pekerjaannya. Untunglah Naila sangat mahir dalam hal memasak dan juga bikin kue sehingga Naila bisa memanfaatkan kelebihannya untuk membuka usaha.

__ADS_1


__ADS_2