Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pergi Ke Rumah Arsha Berdua


__ADS_3

Setelah membeli berbagai macam baju bayi dan juga beberapa perlengkapan bayi. Akhirnya Ica dan Angel pun melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah Arsha.


"Ma?" panggil Angel.


"Iya sayang?" jawab Ica.


"Tadi pagi Khaleed cerita sama aku di sekolah." ujar Angel mulai bercerita di dalam mobil, sedangkan sang sopir hanya fokus ke jalan menuju rumah Arsha. Hanya saja sang sopir masih bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh majikannya dan nona kecilnya.


"Cerita apa sayang?" tanya Ica.


"Kemaren Khaleed sudah mulai minta adek kepada aby dan umy nya. Terus mama dan papa kapan mau memberikan aku adek? Aku gak mau di dahului oleh Khaleed." ujar Angel. Sebenarnya Ica dan Pram sudah menyuruh putrinya itu memanggil Kak Khaleed karena umur Khaleed lebih tua dari pada Angel. Tapi Angel gak mau karena selisihnya cuma beberapa bulan saja dan tingginya pun hampir sama.


"Iya, nanti Angel minta ya sama papa." ucap Ica.


"Kenapa harus minta sama papa?" tanya Angel tak mengerti.


"Karena mama gak bisa buat sendiri. Mama membutuhkan papa untuk membuat adek buat Angel." ujar Ica.


"Aku bisa bantu mama membuatnya." ujar Angel.


"Gak bisa sayang, Angel gak bisa bantu." jawab Ica.


"Kenapa?" tanya Angel dengan wajah polosnya.


"Karena itu hanya boleh di lakukan oleh sepasang suami istri." jawab Ica.


"Suami istri itu apa?" tanya Angel yang semakin pusing karena tak mengerti dengan ucapan mamanya.


"Laki-laki dan perempuan yang sudah terikat dengan pernikahan. Kelak Angel akan mengerti jika sudah dewasa." jawab Ica.


"Apakah mama dan papa sudah nikah?" tanya Angel.


"Sudah sayang. Kalau belum nikah gak boleh tidur berdua apalagi satu kamar."


"Oh gitu, kalau gitu apakah orang yang belum nikah gak boleh buat anak?" tanya Angel.


"Gak boleh, dosa." jawab Ica.


"Nanti masuk neraka ya, Ma."


"Iya nanti di panggang kayak sate." jawab Ica tersenyum.


"Nikah sama pacaran sama gak, Ma?" tanya Angel.


"Pacaran? Angel tau dari mana pacaran?" tanya Ica. Ia gak menyangka putrinya itu sudah mengerti pacaran. Yah zaman modern, anak kecil pun sudah mengerti pacar pacaran.

__ADS_1


"Dari temen-temen ma. Mereka selalu bilang aku dan Khaleed itu pacaran. Dan banyak temenku di kelas yang juga pacaran." jawab Angel yang membuat pak sopir harus menahan tawanya karena mendengar jawaban Angel tentang pacaran.


"Angel sama Khaleed bukan pacaran tapi saudara sepupu." jawab Ica.


"Oh berarti temen-temen salah ya ma?" tanya Angel.


"Iya salah. Terus kalau kecil-kecil itu gak boleh pacaran nanti dosa, masuk neraka." jawab Ica.


"Kalau kecil gak boleh pacaran, berarti kalau sudah dewasa boleh dong?" tanya Angel.


"Boleh tapi pacaran setelah menikah." jawab Ica.


"Kalau belum menikah, gak boleh pacaran ya ma?"


"Gak boleh, HARAM." jawab Ica.


Dan mereka berdua pun terus mengobrol berdua. Entah kenapa sekarang, Angel lebih banyak tanya. Sedangkan Ica hanya menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan oleh putrinya itu.


Memang seusia Angel, akan membuat dirinya ingin mengetahui banyak hal dan tentu sebagai seorang ibu. Ica harus menjelaskan secara detail agar putrinya tidak salah jalan.


Seperti tidak boleh berduaan dengan lawan jenis. Gak boleh deket-deket sama laki-laki dewasa. Yah tau sendirilah, sekarang banyak anak kecil di perkosa. Jadi Ica, sebagai seorang ibu yang punya anak perempuan harus menjaga putrinya dengan sangat baik. Ica tak mau sesuatu terjadi dengan putrinya. Dan Ica tak ingin buah hati yang ia jaga dengan sangat baik menjadi korban pelecehan atau korban pemerkosaan oleh siapapun.


Tak lama kemudian, merekapun sudah sampai di rumah Arsha. Ica dan Angel segera turun dari mobil sedangkan sang sopir juga turun dari mobil, hanya saja sang sopir memilih duduk di kursi gantung yang ada di taman. Di bawah pohon. Karena sang sopir gak mungkin ikutan masuk ke dalam.


"Assalamualaikum." ucap Ica karena pintu rumah gak di tutup.


Ica dan Angel pun duduk di sofa, hanya saja Angel memilih duduk di dekat Arsha karena ingin melihat Arshi yang sedang tidur dengan nyenyak.


"Om, dede Arshi kog tidur terus?" tanya Angel.


"Iya sayang, tadi sudah minum susu jadi langsung tidur." jawab Arsha tersenyum.


"Oh.. kapan bangunnya om?" tanya Angel.


"Biasanya saat adzan Maghrib." jawab Arsha.


"Yah, berarti aku sudah pulang dong." ujar Angel sedih.


"Gimana kalau Angel menginap di sini biar bisa main sama dede Arshi?" tanya Arsha.


"Gak, aku mau pulang aja sama mama. Lagian entar lagi papa mau jemput aku." jawab Angel.


"Ayah sama bunda kog kelihatan?" tanya Ica setelah dari tadi diam membiarkan putrinya ngomong terlebih dahulu.


"Ayah sama bunda ngecek resto. Nanti biasanya pulang kalau resto sudah tutup jam 9 malam." jawab Arsha.

__ADS_1


"Oh, gimana ngasuh bayi. Gak kerepotan?" tanya Ica.


"Alhamdulillah enggak, soalnya kadang kalau pagi di Bantu ayah sama bunda. Aku juga sangat menikmatinya merawat Arshi." ujar Arsha.


"Alhamdulillah, kalau kamu sangat menikmatinya." ucap Ica tersenyum.


"Iya, bentar aku ke dalam dulu." ujar Arsha.


"Iya, biar Arshi aku yang gendong." ucap Ica.


Arsha pun membiarkan buah hatinya di gendong oleh Ica. Setelah itu Arsha pergi ke belakang dan meminta asistennya untuk membuatkan minuman dan nanti Arsha sendiri yang akan membawanya ke ruang tamu.


Sedangkan di ruang tamu, Angel sangat senang karena ia bisa leluasa ngobrol berdua dengan Arshi karena Arshi ada di gendongan mamanya.


"Dede Arshi cantik ya ma?" ujar Angel.


"Iya sayang, cantik sama kayak kamu." jawab Ica sambil melihat wajah Arshi yang tidur sangat lelap.


"Aku jadi gak sabar pengen punya adek juga. Pasti nanti cantik kayak dede Arshi." ujar Angel.


"Iya sayang, sabar ya. Berdoa aja semoga Allah menitipkan buah hati di perut mama." ucap Ica.


"Iya ma, aku akan berdoa sama Allah agar Mama di kasih dede bayi dalam perutnya. Jadi nanti aku ada temennya, dan gak sendirian lagi di rumah." ujar Arshi bersemangat.


Tak lama kemudian, Arsha datang membawa minuman dan menaruh nya di atas meja.


"Minum dulu." Arsha sambil menaruh nampan nya di kursi


"Iya."


Ica pun minum juz yang di bawa oleh Arsha tadi. Ica minum dengan sangat pelan agar airnya gak jatuh ke Arshi yang ada di pangkuannya.


Angel juga minum juz itu hingga tinggal setengahnya.


"Ini Arshi aku kembalikan." ucap Ica yang mengembalikan Arshi kepada Arsha. Arsha pun menggendong Arshi kembali.


Setelah itu mereka pun bercakap-cakap hingga akhirnya satu jam kemudian, Pram pun datang untuk menjemput anak dan istrinya.


Sebelum Pram masuk ke rumah Arsha, Pram bertemu dengan sopir istrinya. Pram menyuruh sopir itu untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu karena nanti, Ica dan Angel akan satu mobil dengan Pram.


Setelah sang sopir pulang, barulah Pram masuk menemui anak dan istrinya yang lagi ngobrol dengan Arsha. Sedangkan Arshi masih tidur di gendongan Arsha. Tidur dengan sangat nyenyak.


Pram pun juga bercakap-cakap dengan Arsha namun karena bentar lagi adzan Maghrib. Pram dan Ica pun pamit pulang.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen dan Favorit nya ya 😊


__ADS_2