Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Arsha Mulai Bekerja Lagi


__ADS_3

Setelah kemarin Will datang ke rumah Arsha. Kini Arsha sudah mulai bekerja lagi mengelola resto yang sudah lama ia abaikan hingga ibu mertua dan saudara iparnya yang mengurusnya.


Tapi kini Arsha sudah bertekad akan menatap masa depan yang cerah. Ia akan menjadi ayah yang baik untuk Arshi. Ia akan melakukan apapun demi kebahagiaan Arshi.


Ia akan bekerja keras agar kelak kehidupan Arshi bisa terjamin. Ia bekerja agar resto yang ia kelola akan terus maju dan berkembang walaupun Ana sudah tak ada lagi di sampingnya tapi Ana akan selalu ada di hatinya dan akan selalu jadi penyemangat hidupnya.


Arsha tak akan lagi mengecewakan siapapun. Ia gak akan lagi menjadi manusia yang egois.


Arsha akan berubah menjadi orang yang lebih baik dan juga lebih mendekatkan diri sama Allah.


Sekarang Arsha, setelah habis sholat shubuh. Ia mengaji di kamarnya selama satu jam hingga akhirnya Arshi bangun dan menangis.


Arsha segera menyudahi membaca Al Qur'an nya dan ia segera mengganti baju Koko ya dengan baju kaos lengan pendek dan juga mengganti sarungnya dengan celana pendek yang panjangnya hanya sampai lutut.


Arsha menggendong Arshi berusaha mendiamkannya. Setelah Arshi diam, Arsha pun memandikan Arshi dengan air hangat. Arsha sangat telaten dalam memandikan Arshi.

__ADS_1


Setelah Arshi selesai mandi, Arsha segera mengambil baju di lemari dan memakaikan nya ke tubuh Arshi yang mungil.


Setelah selesai ia berikan kepada Baby sitternya sedangkan Arsha ia segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Arsha mandi dengan cepat, karena Arsha memang gak pernah tenang jika jauh-jauh dengan Arshi bahkan kadang Arsha mengajak Arshi mandi bersama.


Setelah selesai mandi dan berpakaian baju dengan rapi, Arsha segera menghampiri baby sitter dan mengambil Arshi. Arsha menggendong Arshi dan menciumnya dengan sangat gemas.


Saat ia menggendong Arshi, gak lama kemudian baby sitter tadi datang dan memberikan susu kepada Arshi.


Setelah susu Arshi habis, Arsha pun menaruh Arshi ke kereta dorong sambil memberikan beberapa mainan. Sedangkan Arsha ia sarapan pagi sambil duduk di dekat kereta dorong tersebut. Matanya sesekali menatap ke arah Arshi yang sibuk dengan mainannya.


Setelah selesai sarapan, ia pun meminta baby sitter tersebut untuk bersiap-siap ikut dirinya ke kantor.


Sebenarnya baby sitter itu adalah baby sitter dadakan. Selama ini Arsha gak pernah memakai jasa baby sitter. Tapi kemarin setelah Will datang dan menasehatinya, Arsha pun berfikiran untuk mencari baby sitter dan menjaga Arshi di kala dirinya sibuk.

__ADS_1


Arsha segera menghubungi jasa baby sitter dan untungnya Arsha mendapatkan baby sitter di hari itu juga.


Baby sitter itu bernama Mita. Umurnya masih 20 tahun, lulus SMA dua tahun lalu. Dan sejak lulus SMA itu kursus menjadi baby sitter selama 6 bulan dan setelah itu dia bekerja menjadi baby sitter di rumah orang selama 1 tahun. Dan setelah itu ia menganggur selama 6 bulan dan hanya bekerja di toko minimarket sebagai kasir sambil menunggu seseorang yang akan menyewa jasanya sebagai baby sitter lagi.


Dan sekarang Kita sudah resmi menjadi baby sitter Arsha setelah Mita mentandatangani surat perjanjian antara Kita dan Arsha. Di surat perjanjian itu Mita harus menuruti semua perintah Arsha tanpa ada bantahan. Dan Mita harus menyayangi Arshi seperti anak kandungnya sendiri. Jika Mita sampai menyakiti Arshi maka saat itu juga Arsha akan melaporkan Mita ke polisi hingga Mita akan masuk ke penjara dalam waktu yang cukup lama.


Arsha juga memberikan gaji sesuai yang di sepakati bersama yaitu 3 juta per bulan. Dan Mita akan menerima gaji setiap akhir bulan.


Setelah Mita selesai bersiap-siap. Mereka pun berangkat ke kantor bersama. Hari ini Arsha di antar oleh sopir.


Arsha duduk di depan sambil menggendong Arshi sedangkan Mita, duduk di kursi belakang sambil membawa keperluan Arshi selama seharian.


Setelah sampai di resto, Arsha segera turun dari mobil begitupun dengan Mita. Lalu mereka berjalan masuk ke dalam resto, sedangkan Mita berjalan di belakang Arsha karena ia tak berani jika berjalan di samping Arsha.


Melihat pemilik restoran datang, semua pegawai segera memberikan selamat dan menyambutnya dengan sangat antusias. Arsha hanya tersenyum sambil berbicara beberapa kata lalu ia pun masuk ke dalam ruangannya. Mita terus saja mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Saat Arsha membuka komputernya yang ada di atas meja. Arsha memberikan Arshi kepada Mita. Mita pun mengajak Arshi bermain di ruangan itu karena Arsha gak mau jika membawa Arshi keluar dari ruangan tersebut. Hati Arsha masih belum bisa percaya sepenuhnya kepada orang lain hingga ia seperti ayah yang sangat posesif kepada anaknya sendiri


__ADS_2