Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Melamar Ica dan Ila


__ADS_3

Keesokan harinya, Cinta beserta suami dan ketiga putranya pergi ke rumah Elsa dan Angga. Mereka ke sana untuk melamar Ica dan Ila. Jika kemaren Will yang gugup maka kini Pram dan Jaylah yang merasa gugup. Sedangkan Cinta dan Taufiq hanya tersenyum santai.


Sesampai di rumah Elsa, Cinta beserta keluarga di sambut hangat. Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Tumben kalian mau main ke sini. Biasanya setiap kali di ajak suruh kesini ada aja alasannya. Sekarang gak ada hujan, gak ada angin tiba tiba datang. Aku jadi bingung bagaimana menyambut kedatangan kalian? Kalau aku tau, mungkin aku akan masak banyak buat nyambut kedatangan kalian dan membeli berbagai macam cemilan." Ucap Elsa yang masih belum tau apa maksud kedatangan Cinta dan keluarganya.


"Kamu gak perlu repot repot nyambut kedatangan kami El. Kamu kayak ke siapa aja. Aku ini kan sahabat kamu dan sudah seperti keluarga. Jadi jangan sungkan kayak gitu." Ucap Cinta tersenyum.


"Oh ya suamimu mana El?" tanya Taufiq.


"Ada di kamar. Masih mandi." Jawab Elsa ramah.


"Kalau Ila dan Ica?" tanya Pram pelan karena rasa gugup yang ia rasakan skarang.


"Ada di dapur. Aku panggilkan Ica dan Ila dulu ya." Ucap Elsa. Lalu pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk ngecek suaminya udah selesai mandi apa belum setelah itu, ia akan pergi ke dapur untuk menyuruh kedua putrinya menemui Cinta dan keluargannya.


--------


Elsa pergi ke kamar dan menuju kamar mandi.


"Sayang cepetan ya mandinya. Ada tamu di depan." Ucap Elsa dari depan pintu kamar mandi


"Siapa yank?" tanya Angga dari dalam kamar mandi.


"Cinta dan suaminya serta ketiga putranya. Jay, Will dan Pram." Jawab Elsa.

__ADS_1


"Oke, nanti aku kesana." ujar Angga.


"Sip, aku tunggu di bawa ya. Jangan lama lama." Kata Elsa lalu iapun pergi ke dapur menemui kedua putrinya


"Sayang, udah selesai masaknya?" tanya Elsa sambil menghampiri Ica dan Ila.


"Sudah ma." Jawab Ica dan Ila bersamaan.


Biasanya yang masak bukan Ica dan Ila melainkan sang asisten rumah tangga. Tapi kali ini Elsa meminta kedua putrinya untuk belajar memasak karena cepat atau lambat mereka akan segera menikah dan mau gak mau, mereka di tuntut untuk bisa memasak karena bagaimanapun kelak seorang suami juga pasti ingin merasakan bagaimana rasanya masakan seorang istri.


"Sekarang kalian mandi dulu ya soalnya ada tamu." Ucap Elsa.


"Siapa ma?" tanya Ica


"Kak Pram juga kesini ma? tanya Ica semangat.


" Iya tuh lagi duduk di ruang tamu." Jawab Elsa tersenyum.


"Kalau kak Jay ma?" tanya Ila.


"Iya Jay juga ada di ruang tamu. Kalian kenapa sih yang di tanya kog cuma Pram dan Jay?" Elsa mulai menaruh curiga dengan kedua putrinya.


"Ya gak ada ma. Cuma nanya doang." Jawab Ica tersipu malu.


" Iya sudah sana mandi. Biar ini nanti bibi yang lanjutin." Ucap Elsa. Ica dan Ilapun pergi ke kamar masing masing untuk segera mandi dan dandan secantik mungkin.

__ADS_1


Elsa melihat apa yang di masak oleh kedua putrinya.


" Oh mereka masak telur mata sapi, tahu goreng, tempe goreng dan sambel. Lumayanlah...Paling tidak gak ada yang gosong." Ucap Elsa tersenyum. Karena awal pertama Ica dan Ila memasak, semua lauk pauk yang mereka masak hangus berwarna hitam semua.


Elsa mencicipi tahu dan tempe gorengnya


"Hemm rasanya pas, gak asin gak kayak kemaren." Puji Elsa. Padahal ini baru ke 11x nya Ica dan Ila belajar memasak dan hasilnya sekarang sangat memuaskan.


Elsa memanggil salah satu asistennya.


"Bi, tolong buatkan teh hangat 9 gelas ya bi terus taruh di meja ruang tamu..Jangan lupa membawa makanan kecil. Apa aja yang ada bawa aja semuanya ke ruang tamu. Setelah itu jangan lupa masak ya bi. Soalnya saya mau ngajak tamu saya untuk makan di sini." Ucap Elsa.


"Iya nyonya." Hanya itu jawaban yang keluar dari ART.


Elsa kembali ke kamar untuk mengecek suaminya udah selesai mandi apa belum.


"Yank, kenapa belum selesai juga mandinya?" tanya Elsa yang mulai kesal. Ini udah hampir satu jam Angga ada di kamar mandi.


"Iya yank. Ntar lagi selesai kog." Jawab Angga.


"Emang apa aja sih yang di lakukan di kamar mandi. Sampai lama gini?" tanya Elsa dari luar pintu.


"Yah Sabunan yank, sikatan, sampoan." Jawab Angga.


"Ya sudah cepetan. 10 menit lagi kamu sudah harus selesai dan turun ke bawah. Kalau enggak nanti malam tidur di sofa ruang tengah." Ancam Elsa lalu keluar pergi menemui Cinta dan keluarganya

__ADS_1


__ADS_2