
1 minggu kemudian.......
Kini Taufiq dan Cinta bangun pagi pagi sekali untuk menyiapkan putra putranya bersekolah. Yah hari ini adalah hari pertama untuk Pram, Jay dan juga Will sekolah TK. Taufiq dan Cinta akan menemani mereka sampai mereka pulang sekolah. Mereka tidak akan melewatkan momen moment penting untuknya.
Di TK itu mereka bertemu dengan Elsa dan juga Angga yang mengantarkan Ica dan Ila sekolah TK. Ketika anak anak mereka masuk kelas, Cinta dan Elsa menunggunya di luar sambil sesekali melihat anak anaknya yang sedang belajar. Sedangkan Taufiq dan Angga mereka memilih untuk duduk di kantik sekolah TK. Di sana Taufiq dan Angga membicarakan perkembangan anak anak mereka sedangkan Cinta dan Elsa membahas masa lalu mereka.
"Cin, aku bahagia melihat kamu bahagia seperti sekarang." Ucap Elsa tersenyum.
"Aku juga bahagia El, melihat kamu bahagia bersama Angga dan juga putri kalian yang sangat imut dan cantik." Puji Cinta.
"Aku gak nyangka Cin, padahal baru kemaren rasanya kita sekolah SMA tapi sekarang kita sudah menjadi ibu ibu yang mempunya banyak anak dan sekarang kitalah yang mengantarkan mereka untuk bersekolah. Rasanya hidup ini begitu singkat ya Cin?" Ucap Elsa sambil menghayal masa masa SMA bersama sahabatnya.
"Ya begitulah hidup El. Aku juga tidak menyangka padahal baru kemaren rasanya aku sekolah SMA." Jawab Cinta.
"Aku fikir dulu kamu akan menikah dengan Ivan, Cin tapi sayang dia ternyata seorang penghianat. Padahal dia anak kepala sekolah yang sangat pendiam dan tidak suka bergaul dengan siapapun bahkan di sekolah, dia hanya punya teman aku dan kamu doang. Dulu akulah orang pertama yang senang karena kalian dekat tapi ternyata, gak aku sangka di balik sikapnya yang pendiam itu dia seseorang yang suka gonta ganti pacar dan aku sejak itu aku benci dia karena sudah menyakiti kamu, Cin." Ucap Elsa, ia benar benar kecewa dengan sikap Ivan. Kalau Cinta waktu itu gak jalan jalan dan beli es krim di caffe mungkin sampai sekarang Cinta gak akan tau siapa Ivan itu yang sebenarnya. Untunglah Cinta tau itu semua sebelum ia benar benar mencintai Ivan terlalu dalam.
"Sudahlah El, lagian aku sudah bahagia menikah dengan mas Taufiq. Dia sangat menyayanga dan mencintai aku." Jawab Cinta tersenyum.
"Iya, kamu emang bersyukur Cin punya suami yang sangat setia seperti kak Tauifiq." Ujar Elsa tersenyum.
__ADS_1
"Tapi karena kamu bahas tentang Ivan. Aku jadi ingat sesuatu."
"Apa?" tanya Elsa
"Ivanlah yang membuat aku kecelakaan dan akhirnya koma."
"Maksud kamu apa Cin?"
"Aku masih ingat banget El. Waktu itu aku dan suamiku baru dari rumah Bu Wati lalu kalau gak salah kami mau ke restoran. Kalau gak salah sih gitu. Soalnya aku rada rasa lupa. Terus di tengah perjalanan, ban mobil kempes kena paku. Terus suamiku cari bengkel dan ia melihat di seberang jalan ada bengkel. Ia mau kesana dan saat ia mau menyebrang, tiba tiba aku menoleh ke arah laki laki yang mengemudikan sepeda motornya. Kayaknya dia lagi nongkrong di sana bersama teman temannya. Saat itu suamiku ada di tengah jalan dan aku melihat laki laki itu yang ternyata ivan ingin mencelakai suamiku, aku yang melihat itu semua langsung menjerit dan memanggil suamiku. Aku lari secepat mungkin dan mendorong suamiku dan akhirnya akulah yang di tabrak oleh Ivan dan setelah itu aku gak ingat apa apa lagi." Jawab Cinta.
"Jadi yang bikin kamu celaka itu adalah Ivan?" tanya Elsa yang baru tau penyebab sahabatnya kecelakaan.
"Jadi kamu gak tau Ivan di mana?" tanya Elsa.
"Emang di kemana?" tanya balik Cinta.
"Ya tuhan..kamu benar benar gak tau Cin?" tanya Elsa.
"Kalau aku tau mana mungkin aku nanya El."
__ADS_1
"Sejak dokter memvonis kamu meninggal. Satu hari setelah pemakamanmu, aku mendengar kalau Ivan meninggal karena bunuh diri. Tapi aku sampai sekarang belum pernah berkunjung ke sana ataupun pergi ke makan dia. Aku tau ini dari teman kita dan juga keluarga Ivan. Jadi aku gak tau apakah itu benar atau tidak tapi kayaknya Ivan benar benar meninggal karena bunuh diri. Sekarang aku mulai faham, kenapa Ivan buruh diri setelah ia tau kalau kamu meninggal. Mungkin karena ia merasa bersalah sama kamu. Mungkin dia tidak terima kamu menikah dengan orang lain karena ia sangat menayayngi dan mencintai kamu sehingga ketika ia melihat suamimu menyebrang, ia ingin membuat suamimu celaka dan sialnya kamu malah mendorong dia dan akhirnya kamu yang celaka. Yah mungkin seperti itu, Cin. Aku gak nyangka loh kalau Ivan akan senekat itu. Kalau kamu gak cerita mungkin sampai sekarang aku gak akan tau bahwa Ivanlah yang membuatmu menderita. Karena yang aku tau kalau kamu kecelakaan karena tabrak lari dan sampai sekarang tidak ada yang tau siapa orang yang telah membuat kamu celaka ternyata oh ternyata, dia adalah teman kita sendiri." Ucap Elsa sambil geleng gelengkan kepala.
"Kalau gitu, besok hari minggu aku akan mengajak suamiku untuk pergi ke rumah Ivan."
"Mau ngapain?" tanya Elsa.
"Untuk pergi ke makam dialah."
"Setelah apa yang dia lakukan ke kamu. Kamu masih mau ke makan dia?" tanya Elsa tidak mengerti dengan apa yang ada dalam fikiran sahabatnya itu.
"Bagimanapun dia pernah jadi teman kita dan pernah ada dalam hidup kita. Aku tau bagaimana perasaan dia, mungkin dia sakit karena orang yang ia cintai malah nikah dengan orang lain. Aku tau dulu dia hilaf dan ia gak bermaksud menghianatiku dan membuatku sakit hati. Aku juga tidak pernah memberikan kesempatan dia untuk yang kedua kalinya. Aku selalu mengacuhkannya dan membencinya tanpa mau peduli bagaiman perasaan dia waktu itu. Dan ketika ia mendengar aku menikah, pasti itu seperti cambuk untuknya. Kadang cinta memang membutakan mata hati seseorang sehingga ia tanpa fikir panjang, nekat mau mencelakai suamiku. Tapi sekarang aku sudah memaafkannnya. Aku memaafkan semua kesalahan dia, apapun yang telah dia lakukan ke aku. Aku sudah ikhlas. Lagian kita kan harus saling memaafkan. Menaruh dendam hanya akan membuat hidup kita seperti memikul beban. Jadi agar kita bisa hidup dengan tenang adalah dengan cara memaafkan orang yang pernah berbuat salah kepada kita." Ucap Cinta.
"Kamu emang orang yang baik, Cin. Aku salut sama kamu. Kalau gitu biar aku dan suamiku juga akan menemani kamu ke rumah Ivan. Bagaimanapun aku juga akan meminta maaf ke dia karena pernah nyuekin dia di sekolah."
"Iya sudah kalau gitu kita ketemuan hari minggu ya. Kita ketemu langsung ke rumah Ivan jam 8 pagi. Oke."
"Oke sip."
Setelah mereka selesai mengobrol, gak terasa sudah jam 9. Semua anak anak TK berhamburan keluar untuk pulang. Elsa langsung memeluk kedua putrinya sedangkan Cinta merangkul ketiga anaknya. Taufiq dan Angga langsung menghampiri mereka setelah melihat anaknya sudah keluar dari kelas.
__ADS_1